Connect with us

Ekbis

Melesat, IHSG Tembus Level 6.500

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,78% atau 50,63 poin ke level 6.536,90 pada akhir perdagangan Rabu, 13 Oktober 2021.

Total transaksi tercatat mencapai Rp17,66 triliun, dengan nilai beli bersih atau net buy investor asing sebesar Rp1,21 triliun. 193 saham ditutup menguat, 310 saham terkoreksi, sedangkan 157 saham tidak bergerak atau stagnan.

Baca juga: Finish di Zona Hijau, IHSG Menguat 0,41% 

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terpantau paling banyak diborong investor asing Rp506,3 miliar. BBRI lantas menguat 1,42 persen atau 60 poin ke level 4.280.   Selanjutnya, saham PT Astra International Tbk. (ASII) dengan net buy Rp431,2 miliar. ASII pun melesat dengan menguat 6,81 persen atau 400 poin ke level 6.275.  Kemudian saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) masing-masing sebesar Rp167,8 miliar, dan Rp137,8 miliar.

Sementara itu, saham PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA) dilego asing atau net sell paling banyak yakni Rp299,4 miliar.

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%. Keputusan ditetapkan sebagai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Oktober 2021.

Selain itu, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%.Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan, keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga, dan memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indoensia pada 18 dan 19 Oktober 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 day reverse repo rate sebesar 3,5 persen,” kata Perry dalam konferensi pers pengumuman RDG Oktober 2021 secara virtual, Selasa (19/10).

Baca juga: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 3,5 Persen 

Perry menjelaskan, keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah perkiraan inflasi yang rendah, dan juga upaya mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, ada beberapa indikator yang mendorong penahanan suku bunga acuan. Pertama, neraca pembayaran yang menunjukan kondisi kinerja yang baik, sehingga mendukung ketahanan eksternal ekonomi nasional. Kinerja transaksi berjalan diproyeksi bakal terus membaik, selaras dengan surplus neraca perdagangan yang berlanjut.

Pada September 2021, sambung Perr, Indonesia kembali membukukan surplus neraca perdagangan sebesar 4,37 miliar dollar AS. Selain itu, arus modal asing masih mengalir ke Indonesia hingga Oktober. Bank sentral mencatat, net inflows sebesar 0,2 miliar dollar AS dari tanggal 1 Oktober sampai dengan 15 Oktober 2021.

Kedua, posisi cadangan devisa pada akhir September 2021 meningkat menjadi sebesar 146,9 miliar dollar AS atau setara dengan pembiayaan 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan pembiayaan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Ketiga, BI mencatat pergerakan nilai tukar rupiah relatif terkendali. Ini terefleksikan dengan penguatan nilai tukar rupiah pada 18 Oktober 2021 sebesar 1,44 persen secara point to point dan 0,33 persen secara rerata dibandingkan posisi akhir Agustus 2021.

“Penguatan nilai tukar rupiah, didorong dengan berlanjutnya aliran masuk modal asing dengan persepsi positif perekonomian domestik, menariknya imbal hasil domestik, terjaganya imbal hasil valas domestik, dan langkah-langkah yang ditempuh Bank Indonesia,” beber Perry.

Terakhir, BI menilai indeks harga konsumen (IHK) tetap terkendali. Tercatat pada September 2021 terjadi deflasi sebesar 0,04 persen secara month to month dan 1,6 persen secara year on year.

Continue Reading

Ekbis

Turun Tipis, IHSG Ditutup Melemah 0,04%

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu melanjutkan tren positifnya dan berakhir di zona merah. Indeks ditutup terkoreksi 2,77 poin atau 0,04% ke 6.655,99 di akhir perdagangan Selasa (19/10).

Tercatat sebanyak 247 saham naik, 262 saham turun dan 149 saham stagnan. Total volume transaksi mencapai 24,05 miliar saham senilai Rp13,45 triliun. Adapun investor asing mencatat aksi beli bersih atau net buy senilai Rp584,80 miliar.

Baca juga: Ditutup Menguat 0,38%, Asing Borong BBRI 

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) kembali diborong asing dengan net buy senilai Rp309,7 miliar. Disusul, saham PT Astra International Tbk. (ASII) dengan net buy Rp149,3 miliar dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp101,5 miliar.

Di sisi lain. asing melepas saham PT Bank Central Asia Tbk.  (BBCA) paling banyak yakni Rp230,3 miliar. Kemudian, saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) senilai Rp61,1 miliar.

 

 

Continue Reading

Ekbis

Stagnan, Harga Emas Antam Rp915.000

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dijual Rp915.000 per gram atau stagnan, pada Selasa, 19 Oktober 2021.

Sementara itu, harga buy back emas Antam turun tipis Rp1.000 berada di level Rp802.000 per gram. Sebelumnya harga beli kembali dihargari Rp803.000 per gram pada Senin (18/10).

Baca juga: Naik Tipis, Emas Antam Dibanderol Rp915.000

Berikut daftar harga emas Antam pada Selasa, 19 Oktober 2021:

  • Emas batangan 1 gram Rp915.000
  • Emas batangan 2 gram Rp1.770.000
  • Emas batangan 3 gram Rp2.630.000
  • Emas batangan 5 gram Rp4.350.000
  • Emas batangan 10 gram Rp8.645.000
  • Emas batangan 25 gram Rp21.487.000
  • Emas batangan 50 gram Rp42.895.000
  • Emas batangan 100 gram Rp85.712.000
Continue Reading

HOT TOPIC