NATO Bantah Tuduhan Rusia Terkait Senjata Nuklir di Eropa
Internasional

NATO Bantah Tuduhan Rusia Terkait Senjata Nuklir di Eropa

Channel9.id-Belgia. NATO tidak berencana untuk mengerahkan senjata nuklir jarak medium di Eropa, ungkap aliansi militer negara-negara Barat pada hari Selasa. Pernyataan ini membantah tuduhan dan seruan dari Rusia untuk diadakannya moratorium terhadap jenis senjata ini di Eropa, pada Rabu (15/12/2021).

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan kepada para wartawan di Brussels bahwa Rusia sendiri telah melanggar perjanjian INF selama bertahun-tahun dengan mengerahkan senjata nuklir jarak medium terbaru di Eropa. Ia menambahkan kalau NATO tidak ingin mengikuti jejak Rusia.

“Proposal dari Rusia perihal moratorium tidaklah kredibel karena kita mempunyai batasan dan mereka telah melanggar batasan itu,” ujar Stoltenberg.

“Jadi, kecuali Rusia tidak menghancurkan seluruh rudal SSC-8, yang mana senjata tersebut telah melanggar kesepakatan INF, maka tidak pantas bagi mereka untuk membuat larangan yang mereka sendiri sudah lakukan,” lanjutnya.

Kesepakatan yang dimaksud oleh Stoltenberg merupakan sebuah perjanjian tahun 1987 antara pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev dan Presiden AS Ronald Reagan. Perjanjian tersebut melarang penggunaan senjata nuklir jarak medium, yang berjarak 500 hingga 5,500 km, di Eropa.

Pernyataan dari NATO ini dikeluarkan setelah Rusia menyatakan kalau mereka bisa saja terpaksa untuk menempatkan rudal nuklir jarak medium di Eropa setelah mengetahui NATO juga berencana akan melakukan hal tersebut.

Menurut Gerhard Mangott, seorang pakar kebijakan luar negeri dan pengendalian senjata Rusia dari Universitas Innsbruck di Austria. “Jika dugaan NATO benar bahwa Rusia sudah mengerahkan sistem senjata itu ke daerah Eropa, di Pegunungan Ural, maka ancaman Ryabkov itu tak berarti apa-apa,”

Namun jika Rusia itu benar, maka peringatan Rusia itu adalah “sinyal terakhir kepada NATO untuk segera menerima tawaran diskusi dengan Rusia mengenai kesepakatan saling membekukan,” lanjutnya.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  51  =  53