Connect with us

Techno

Platform Internet Sejatinya Bukan Menebar Kebodohan

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Jejaring media sosial kemungkinan bisa memperluas pendapat ‘orang-orang bodoh’. Demikian tutur Mantan Chief Executive Officer Google, Eric Schmidt.

Padahal, lanjutnya, tujuan platform internet bukan itu “Konteks dari jaringan sosial yang berfungsi memperkuat orang-orang ididot dan gila bukanlah yang kami inginkan,” kata Schmidt, dikutip dari Livemint.

Menurut laporan The Verge, pernyataan ‘kami’ itu merujuk pada seluruh industri teknologi yang dinilai gagal dan malah mempolarisasi politik di dunia, seperti di Facebook dan Twitter. Kendati demikian, masih ada yang berpendapat bahwa jejaring media sosial tak bisa disalahkan sepenuhnya.

Sebelumnya, YouTube dalam setahun terakhir telah berupaya mengatasi penyebaran disinformasi dan hoaks tentang Covid-19 serta politik Amerika Serikat (AS). Sementara, Facebook dan Twitter dikecam karena membolehkan penyebaran pesan rasis dan diskriminatif.

Baca juga : Google Maps Hadirkan Navigasi Untuk Pesepeda

Beberapa waktu lalu, pemerintah AS menggugat Google karena perusahaan ini dianggap telah melanggar Undang-Undang AntiTrust.

Mengenai hal tersebut, Schmidt mengatakan gugatan itu salah alamat. Sebab, menurutnya, yang harusnya dilakukan adalah memperbanyak regulasi di platform internet untuk tahun-tahun mendatang.

“Saya akan berhati-hati dengan argumen dominasi ini. Saya hanya tidak setuju dengan mereka. Pangsa pasar Google tidak 100 %,” terang Schmidt, ketika ditanya perihal gugatan terhadap Google.

Di tuntutan itu, pemerintah AS meminta Departemen Kehakiman untuk menyatakan Google telah melakukan praktik persaingan tidak sehat.

Untuk diketahui, selain masih memegang saham di Google, Schmidt juga mengendalikan YouTube. Pada 2006, ia memimpin pembelian YouTube dengan nilai US$1,65 miliar. Kendati demikian, ia tetap menjabat sebagai CEO Google hingga 2011 dan menjadi ketua eksekutif Alphabet hingga awal 2018.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Dalam 2 Tahun Siaran TV Digital Harus Mengudara, KPI Usulkan Pembentukan Tim Digital Nasional

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah merinci bahwa migrasi TV analog ke digital (Analog Switch Off/ASO) paling lambat selesai pada 2 November 2022. Rencana ini pun dibarengi dengan penghentian siaran TV analog secara total oleh pemerintah.

Guna mewujudkan rencana tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengusulkan pembentukan Tim Digital Nasional.

“KPI mendukung terjadinya Analog Switch Off yaitu beralihnya siaran analog kepada siaran digital sepenuhnya pada 2 November 2022. Waktu itu merupakan konsekuensi dari pemberlakuan Undang-undang nomor 11 tahun 2022 tentang Cipta Kerja, yang memberi batas waktu selama dua tahun untuk siaran analog,” tutur Ketua KPI Agung Suprio, Jumat (4/12).

Baca juga : Banyak Data Tercecer, BigBox Telkom Bantu Wujudkan Satu Data Indonesia

Agung mengatakan bahwa masyarakat harus memiliki perangkat dekoder atau televisi yang sudah didukung teknologi digital supaya bisa mendapat siaran digital. Ia melanjutkan, dengan siaran digital, masyarakat bisa menonton siaran televisi dengan jernih dan bersih tanpa harus berlangganan atau berbayar.

Ia pun menyebut siaran TV digital bisa menunjang pemerataan informasi ke seluruh wilayah Indonesia. Sebab saat ini siaran TV analog masih terdapat daerah yang tak menerima siaran sama sekali, bahkan di daerah perbatasan malah mendapat siaran dari negara tetangga. “Dengan demikian, migrasi dari siaran analog ke digital ini sangat erat kaitannya dengan pertahanan Nasional,” imbuh dia.

Lantas KPI memandang migrasi siaran analog ke digital ini secara strategis. Bukan hanya soal pemerataan informasi, melainkan juga bisa menciptakan diversifikasi konten penyiaran agar pilihan tontonan masyarakat lebih banyak.

“Oleh karena itu, KPI mengusulkan dibentuknya Tim Digital Nasional agar proses migrasi ini dapat sukses paripurna,” tandas Agung

(LH)

Continue Reading

Techno

Banyak Data Tercecer, BigBox Telkom Bantu Wujudkan Satu Data Indonesia

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi disusul oleh meningkatnya penetrasi digital di kalangan masyarakat Indonesia. Sayangnya, kondisi ini tidak dibarengi dengan ajegnya pengelolaan data. Sehingga hal ini membuat data yang tersebar tak terintegrasi, tak ada standardisasi dan kesulitan interoperabilitas data. Hal ini tentu saja menjadi tantangan bagi industri terkait.

Perusahaan telekomunikasi Telkom berupaya menjawab tantangan tersebut dengan memperkenalkan layanan BigBox. BigBox sendiri ialah layanan end-to-end big data yang diproduksi Amoeba, sebagai inkubasi model startup internal perusahaan.

Baca juga : Migrasi Siaran TV Analog ke Digital wajib Selesai pada November 2022

Layanan tersebut disebut bisa menjadi solusi big data analytics, khususnya untuk program Satu Data Indonesia yang dicetuskan pemerintah. Layanan ini menargetkan instansi hingga korporasi di Indonesia.

“Melalui BigBox kami juga mendorong digital talent di Telkom dan BUMN untuk bisa bersama menggali potensi big data ini dan mampu menghadirkan layanan terbaik untuk semua,” ujar Direktur Utama Ririek Adriansyah saat diskusi daring, Rabu (2/12).

Adapun data yang didapat berdasarkan data dari International Data Center (IDC) Benchmark Analysis Report November 2020—yang memiliki produk kunci seperti data integration, data lake, workflow management, search engine, data exploration & insight, real time dashboard, API factory, dan crawling engine.

Laporan IDC itu didasarkan produk horizontal platform BigBox yang terdiri dari 8 modul (BigLake, BigSpider, BigAction, BigSearch, BigQuery, BigBuilder, BigFlow, dan BigEnvelope).

Tak hanya itu, BigBox pun punya vertical platform, yaitu social media analytic platform (BigSocial), e- commerce analytic platform (BigCommerce) dan one data management platform (BigOne).

Sementara itu, Telkom akan mengusung BigOne agar menjadi platform berskala nasional, Satu Data Indonesia.

BigBox dipercaya bisa memenuhi semua kebutuhan dalam mewujudkan rencana pemerintah itu. Mulai dari lingkungan data yang terintegrasi dan mudah diakses, pengolahan data, analitik yang akurat dan dipertanggungjawabkan, hingga menghasilkan insight untuk pengambilan keputusan serta API (Application Programming Interface) marketplace yang memudahkan data dibagi.

Sejatinya, inisiatif untuk menghadirkan BigBox juga dicetuskan Presiden Joko Widodo pada 12 Juni 2019 lalu, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Di sini tertulis soal kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data yang terintegrasi, akurat, mutakhir, terpadu, dan bisa dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagi-pakaikan.

Inisiatif tersebut ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tata kelola data pemerintahan. Tak hanya sebagai pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, namun juga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap data publik.

Continue Reading

Techno

Migrasi Siaran TV Analog ke Digital wajib Selesai pada November 2022

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Beberapa waktu lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyampaikan bahwa TV analog akan dimatikan total secara bertahap dan akan rampung pada 2022.

Teranyar, Menteri Kemkominfo Johnny G. Plate merinci bahwa televisi analog wajib dihentikan paling lambat pada 2 November 2022 pukul 24.00 WIB dan dialihkan menjadi televisi digital. “Sesuai dengan rancangan aturan teknis, Lembaga Penyiaran Publik (LPP), Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), dan Lembaga Penyiaran Komunitas jasa penyiaran televisi,” sambungnya saat siaran pers , Rabu (2/12).

Rancangan tersebut merupakan bagian dari dua peraturan pemerintah (PP) yang sedang dibahas Kemkominfo. Adapun dua PP ini merupakan turunan UU Omnibuslaw Ciptaker, yang mengamanatkan migrasi televisi analog ke digital.

Baca juga: Meski Migrasi ke TV Digital, Siaran TV Kabel Tetap Bisa Akses 

Adapun dua aturan itu terdiri dari peraturan norma standar izin usaha (Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Norma Standar Prosedur Kriteria Perizinan Berusaha/ RPP NSPK) dan aturan pelaksanaannya (Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Sektor Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran/ RPP Teknis).

Migrasi siaran analog ke digital ini berlaku untuk penyelenggara siaran milik pemerintah (LPP TVRI) dan swasta (LPS). Nantinya pelaksanaan digitalisasi siaran TVRI akan dilakukan oleh Menteri tanpa evaluasi dan seleksi. Sementara, penetapan Penyelenggara Multipleksing (MUX) untuk LPS harus diseleksi dan dievaluasi oleh Menteri lebih dahulu.

Johnny menjelaskan bahwa seleksi dilakukan pada wilayah layanan siaran yang belum ditetapkan Penyelenggara MUX, selain LPP TVRI. Sedangkan evaluasi berlaku untuk LPS yang telah melakukan investasi dan telah menyelenggarakan MUX sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Lebih lanjut, Kemkominfo pun berkomitmen akan memberi bantuan alat bantu penerimaan siaran digital (set-top-box) kepada rumah tangga miskin. Biaya untuk bantuan penyediaan STB ini akan diambil dari komitmen Penyelenggara MUX. Namun, jika dana tak cukup, maka pemerintah akan menggunakan APBN dan/atau sumber lainnya yang sah.

“Prioritasnya tetap berasal dari Komitmen para Penyelenggara MUX, sedangkan APBN hanya sebagai jalan terakhir jika penyediaan set-top-box dari komitmen Penyelenggara MUX tidak mencukupi,” terang Johnny.

Penyediaan tersebut, menurut Johnny, sesuai amanat UU Cipta Kerja. Ia pun berharap penyusunan kedua rancangan PP tersebut segera rampung paling lambat tiga bulan sejak UU Cipta Kerja berlaku pada 1 Februari 2021.

UU Cipta Kerja yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu mewajibkan televisi analog beralih ke televisi digital. Ini tertuang di ayat 2 pasal 60A yang menyebutkan bahwa migrasi penyiaran televisi terestial dari teknologi analog ke teknologi digital sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan penghentian siaran analog (analog switch off) diselesaikan palong lambat 2 (dua) tahun sejak mulai diberlakukan UU Ciptaker.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC