Connect with us

Nasional

Komunikasi Publik yang Efektif Salah Satu Kunci Sukses Penanganan Covid-19

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Komunikasi publik yang efektif menjadi salah satu kunci kesuksesan penanganan Covid-19.  Karenanya sangat diperlukan optimalisasi penyediaan dan penyampaian informasi terkait Covid-19 secara transparan, akuntabel efektif, dan efisien.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Benni Irwan dalam acara Silaturahmi Nasional Badan Publik dan Rapat Koordinasi Nasional ke-11 Komisi Informasi se-Indonesia 2020 yang digelar secara daring di Jakarta, Senin (26/10).

“Teknologi digital pada saat ini tentunya akan membantu kita dalam intensitas komunikasi, apalagi sekarang dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik sudah menjadi suatu keharusan,” katanya.

Baca juga: Pakar Komunikasi: Cakada Harus Beri Contoh 

Benni menuturkan, hal yang kedua yakni dynamic government yang terkait dengan langkah-langkah antisipatif, responsif, solutif dan adaptif. Ini yang harus dikedepankan.

“Tidak bisa lagi kita aparatur pemerintahan ini bersantai-santai, berpangku tangan dan harus lebih cepat tanggap untuk melaksanakan aktivitas dalam masa adaptasi kebiasaan baru, ” ujarnya.

Yang ketiga kata dia, inovasi.  Cara-cara lama yang pasif, seperti menunggu, tertutup atau ego sektoral sudah tidak bisa lagi digunakan. Semuanya mesti punya terobosan. Inovatif dan kreativitas. Itu spirit yang harus ditumbuhkan dalam adaptasi kebiasaan baru.

“Yang terakhir tentu diperlukan sumber daya manusia, perlu ASN yang visioner, profesional, berintegritas, technologi friendly dan berjiwa melayani. Ini sangat diperlukan pada masa adaptasi kebiasaan baru di pemerintahan pada masa sekarang ini pelayanan informasi tentunya harus tetap berjalan. Informasi menjadi hal yang sangat strategis dalam mencegah Covid-19 ini dan pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Benni berharap,  jajaran pemerintahan, baik  di pusat maupun di daerah tetap melaksanakan fungsi-fungsi pelayanan.  Pertama, sangat penting untuk menyampaikan informasi publik yang valid.

“Komunikasi publik yang efektif menjadi salah satu kunci kesuksesan penanganan Covid-19. Dan menjadi tanggung jawab kita saat ini adalah untuk mengoptimalkan penyediaan dan penyampaian informasi tentang Covid-19 ini secara transparan,” imbuhnya.

Hal lain yang tidak kalah penting menurut Benni,  yaitu sikap responsif dalam melayani permohonan informasi publik. Terutama yang terkait dengan pengaduan dan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.

“Penanganan Covid-19 ini tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah sendiri, butuh kerjasama antara Pemerintah dan masyarakat, karenanya narasi penyampaian informasi publik, terutama Covid-19 ini harus disusun dengan tujuan yang jelas dan terukur,” tandasnya.

Lebih lanjut Benni menjelaskan, penting untuk diperhatikan serta dilakukan, kata Benni, adalah fokus pada aktivitas yang dilakukan. Upaya-upaya penanganan Covid-19  yang telah dilakukan oleh Kemendagri berdasarkan kepada Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19.

“Kita masih melihat di lapangan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan. Karenanya pemerintah memberikan mandat kepada gubernur, bupati/walikota untuk meningkatkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan di semua lini secara masif di semua bidang dan di semua sektor kehidupan,” urainya.

Menurut Benni,  ini yang menjadi payung dan sangat ditekankan kepada Pemda. Intinya,  Pemda  diberikan kewenangan penuh dalam penanganan Covid-19 sesuai dengan muatan atau nilai2 lokalnya.

“Terakhir kita juga melaksanakan Pilkada 2020 ini. Kita jadikan Pilkada ini sebagai momentum emas untuk menekan penyebaran Covid-19 sekaligus juga untuk mengatasi dampak sosial ekonomi di tengah-tengah masyarakat,” tutupnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Dr Reisa Ajak Masyarakat Kenali Vaksin Covid-19

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Juru Bicara Pemerintah dr Reisa Brotoasmoro mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat tentang vaksin dan cara kerjanya. Saat ini,  Vaksin Covid-19 saat ini masih dalam tahap uji klinis fase 3. melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (27/11/2020).

“Vaksin ini adalah sebagai upaya pencegahan. Jadi, diberikan saat kita sehat. Berbeda dengan obat yang diberikan setelah kita sakit. Jadi, mari kita dukung terus. Tak kenal maka tak kebal, ini bukan sekedar jargon,” ujar Reisa melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (27/11).

Baca juga: BPOM: Vaksin Sinovac Memenuhi Syarat Dapat Label Halal 

Vaksin, kata Reisa, sebenarnya sudah diberikan kepada masyarakat sejak masih usia dini, melalui imunisasi. Pengertian imunisasi sendiri, adalah proses dalam tubuh agar seseorang memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit dengan cara vaksinasi. Pengertian vaksinasi sendiri, adalah proses pemberian vaksin dengan cara disuntikkan, maupun diteteskan ke dalam mulut.

“Vaksin menciptakan kekebalan tubuh kita secara spesifik atau khusus, untuk dapat melawan penyakit tertentu” katanya.

Reisa menuturkan, tubuh seorang manusia memang memiliki sistem imun yang berfungsi melindungi tubuh dari serangan virus atau bakteri. Tetapi sistem imun membutuhkan pengenalan terhadap jenis-jenis kuman yang bisa menyebabkan penyakit.

Sehingga, masih kata Reisa, apabila di kemudian hari virus atau bakteri itu masuk ke dalam tubuh, maka tubuh seseorang itu sudah siap untuk melawan. Dan akhirnya dapat mencegah timbulnya penyakit tersebut.

Reisa menjelaskan, vaksin berfungsi untuk membuat badan seseorang mengenali penyakit tertentu. Lalu menjadi kebal terhadap penyakit tersebut. “Jadi, saat vaksin masuk ke tubuh kita, prinsipnya pun sama. Tubuh kita langsung mendeteksinya sebagai sebuah ancaman infeksi. Maka tubuh kita akan membentuk sistem untuk membuat kekebalan tubuh atau antibodi, yang diperlukan untuk melawan penyakit tersebut,” terangnya.

Setelah divaksin, lanjut Reisa, tubuh seseorang akan mengingat apa yang harus diwaspadai. Sehingga jika ada virus, bakteri atau kuman penyebab penyakit yang masuk, dapat dilawan.

Saat ini masyarakat sedang menunggu hadirnya vaksin Covid-19. Karena vaksin Covid-19 dapat dioptimalkan untuk mencegah virus Covid-19.

“Tetapi ingat ya, vaksin bukan solusi total untuk menghilangkan virus tersebut. Datangnya vaksin Covid-19 bukan berarti pandemi langsung berakhir,” tandasnya.

Continue Reading

Nasional

Persiapan Piala Dunia U-20, Renovasi Stadion GBT Diklaim Rampung

Published

on

By

Channel9.id-Surabaya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, saat ini progres renovasi Gelora Bung Tomo (GBT) sesuai dengan tracknya. Bahkan ia menilai lebih cepat dibandingkan target awal. Risma mengatakan, mulai dari lift, rumput, single seat, ruang konferensi pers, toilet, ruang Jacuzzi pemain, semuanya disesuaikam dengan standar FIFA.

Melihat perkembangan tersebut, Risma menegaskan, Stadion GBT sudah siap menggelar Piala Dunia U-20 2021. Risma berpesan kepada warganya, saat Piala Dunia digelar, mereka harus menjadi tuan rumah yang baik dan ramah. Menurutnya, tuan rumah yang ramah akan menjadi daya pikat tersendiri bagi orang asing atau wisatawan agar datang kembali ke Kota Pahlawan.

“Jadi orang betah itu tidak mesti terkesan dengan sesuatu yang mewah. Tapi bisa juga terkesan karena keramah-tamahannya. Dan di Surabaya itu yang sangat terkenal,” ujarnya (27/11/20)

Risma memastikan, saat ini, jajarannya tengah mengebut pembangunan atau renovasi di luar stadion. Seperti pengerjaan akses jalan, lahan parkir, dan tiga lapangan latihan. Khusus untuk tiga lapangan latihan diupayakan selesai pada akhir 2020. Sedangkan untuk akses baru yang dikerjakan oleh Dinas PU Bina Marga diperkirakan rampung sekitar Maret–April 2021.

Risma merencanakan, penerangan akses menuju Stadion GBT akan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). “Mudah-mudahan malah tidak menggunakan genset, tapi nanti kita lihat sambungan tambahan dayanya itu. Karena ini cukup besar bukan hanya stadion tapi juga komplek, jalan-jalan baru, tiga lapangan latihan butuh penerangan,” kata dia

Continue Reading

Nasional

Darurat, Kasus Covid-19 Dekati 6 Ribu Kasus

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kasus positif infeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 5.828 orang pada Jumat (27/11), hari ini. Angka ini membuat akumulasi kasus positif mencapai 522.581 orang.

Dari jumlah tersebut berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19, sebanyak 437.456 orang di antaranya dinyatakan sembuh sementara 16.521 orang meninggal.

Sementara data pada Kamis (26/11) kemarin diketahui, orang yang positif Covid-19 di Indonesia mencapai 516.753 orang dengan tambahan kasus harian 4.917 orang.

Baca juga: Bertambah 4.988, Berikut Sebaran Kasus Covid-19 di Indonesia 

Ahli epidemiologi terus mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk menjalankan upaya pencegahan penularan bukan hanya berupa 3M melainkan juga 3T. Siapapun diminta tak luput untuk menerapkan protokol kesehatan 3M berupa mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Sementara pemerintah ataupun pemangku kebijakan mesti sigap melakukan 3T berupa testing atau pemeriksaan, tracing atau pelacakan kontak dan, treatment atau perawatan pasien Covid-19.

Pelbagai upaya tersebut jika tertib dilakukan dan mengikuti saran ahli serta panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diyakini dapat mengerem laju penyebaran Covid-19.

Sejumlah epidemiolog juga mulai memperingatkan pemerintah dan masyarakat akan potensi lonjakan kasus. Mengingat, tak sampai dua pekan lagi beberapa daerah di Indonesia akan menggelar Pilkada Serentak 2020.
Bayang-bayang kecemasan bertambah saat ada kemungkinan libur panjang akhir tahun 2020.

Sebelumnya Presiden Jokowi sempat meminta agar rencana libur panjang dan cuti bersama perayaan Natal dan Tahun Baru, dipangkas.

Namun hingga Jumat (27/11) sore, keputusan mengenai libur panjang dan cuti akhir tahun 2020 tak kunjung diketok.

Berikut ini sebaran 5.828 kasus Corona yang ditemukan pada 27 November 2020:

1. Aceh: 21 (kumulatif 8.244)
2. Bali: 82 (kumulatif 13.582)
3. Banten: 191 (kumulatif 12.414)
4. Bangka Belitung: 20 (kumulatif 964)
5. Bengkulu: 42 (kumulatif 1.707)
6. DI Yogyakarta: 89 (kumulatif 5.645)
7. DKI Jakarta: 1.436 (kumulatif 132.961)
8. Jambi: 46 (kumulatif 1.820)
9. Jawa Barat: 699 (kumulatif 51.181)
10. Jawa Tengah: 963 (kumulatif 51.843)
11. Jawa Timur: 428 (kumulatif 60.618)
12. Kalimantan Barat: 29 (kumulatif 2.351)
13. Kalimantan Timur: 165 (kumulatif 19.081)

14. Kalimantan Tengah: 86 (kumulatif 5.689)

15. Kalimantan Selatan: 44 (kumulatif 13.091)

16. Kalimantan Utara: 57 (kumulatif 1.377)
17. Kepulauan Riau: 152 (kumulatif 6.746)
18. Nusa Tenggara Barat: 38 (kumulatif 4.615)
19. Sumatera Selatan: 49 (kumulatif 9.349)
20. Sumatera Barat: 239 (kumulatif 1.9490)
21. Sulawesi Utara: 152 (kumulatif 6.746)
22. Sumatera Utara: 92 (kumulatif 15.327)
23. Sulawesi Tenggara: 102 (kumulatif 6.367)
24. Sulawesi Selatan: 141 (kumulatif 20.347)
25. Sulawesi Tengah: 39 (kumulatif 1.739)
26. Lampung: 157 (kumulatif 3.497)
27. Riau: 261 (kumulatif 19.596)
28. Maluku Utara: 6 (kumulatif 2.362)
29. Maluku: 0 (kumulatif 4.428)
30. Papua Barat: 14 (kumulatif 5.218)
31. Papua: 39 (kumulatif 9.973)
32. Sulawesi Barat: 22 (kumulatif 1.426)
33. Nusa Tenggara Timur: 33 (kumulatif 1.110)
34. Gorontalo: 0 (kumulatif 3.073)

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC