Channel9.id-Tokyo. Festival Kecak yang digelar di kawasan Shinjuku, Tokyo, sukses menarik perhatian ratusan penonton. Lebih dari 500 orang menyaksikan pertunjukan seni budaya Bali yang menjadi ajang diplomasi budaya sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Jepang.
Festival yang diselenggarakan oleh Grup Kesenian Geinoh Yamashirogumi itu berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 dan terbuka secara gratis untuk masyarakat. Selama lima hari, pengunjung disuguhi beragam pertunjukan seni tradisional Bali, mulai dari tari Legong, tari Kecak, hingga alunan gamelan dan musik jegog.
Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini P. Sjahrir mengatakan promosi budaya menjadi salah satu cara efektif memperkuat hubungan kedua negara, terlebih ketika inisiatif tersebut datang dari komunitas seni Jepang.
“Geinoh Yamashirogumi telah memberikan kontribusi luar biasa dalam memperkuat persahabatan antara Indonesia dan Jepang melalui budaya. Festival tahun ini bahkan lebih istimewa karena mempertemukan artis Indonesia, terutama dari Bali, dengan para penampil berbakat dari Jepang, Georgia, dan Bulgaria,” ujar Kartini saat menghadiri pembukaan festival, Kamis (30/7).
Kartini juga menegaskan KBRI Tokyo akan terus mendukung kegiatan seni budaya yang mempererat hubungan masyarakat kedua negara.
“KBRI Tokyo siap mendukung setiap kegiatan yang digelar. Semoga festival ini terus terselenggara sebagai simbol kerukunan budaya dan menginspirasi kolaborasi yang lebih erat antar kedua bangsa,” katanya.
Direktur Eksekutif Geinoh Yamashirogumi sekaligus Direktur Jenderal Festival Kecak, Akira Yajima, mengatakan festival tersebut telah digelar sejak 1976 dan menjadi wadah memperkenalkan kekayaan seni pertunjukan Indonesia kepada masyarakat Jepang.
Menurutnya, pertunjukan tahun ini memadukan tari Kecak dengan musik gamelan, tarian Bali, hingga jegog sehingga menghadirkan pengalaman budaya yang lebih mendalam bagi penonton.
“Festival Kecak menawarkan platform yang berarti untuk mempromosikan pertukaran budaya dan memperdalam saling pengertian dan persahabatan antara Indonesia dan Jepang,” ujar Yajima.
Festival itu melibatkan lebih dari 100 penampil yang terdiri dari warga Jepang, seniman dari sejumlah negara sahabat, serta musisi asal Bali. Mereka tampil membawakan tari Legong, tari Kecak, serta iringan gamelan dan jegog.
Suasana Bali juga terasa kental di area pelataran Gedung Mitsui, Shinjuku, lokasi penyelenggaraan festival. Gapura khas Bali, kain endek, payung tradisional, hingga tata pencahayaan dibuat menyerupai nuansa Pulau Dewata sehingga menghadirkan pengalaman yang imersif bagi para pengunjung.
Baca juga: Dubes Kartini Ajak WNI di Jepang Perkuat Silaturahmi dan Promosikan Budaya Indonesia





