Connect with us

Lifestyle & Sport

Risiko Menggunakan Masker Wajah Setiap Hari, Bisa Memicu Penuaan Dini

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Manusia mana sih yang tak ingin kulit wajahnya bersih dan sehat? Tanpa memandang gender, baik perempuan maupun pria nyaris pasti menginginkannya. Hal ini terbukti saat Kamu melihat unggahan di media sosial yang membagikan tips dan trik mendapat kulit wajah bersih dan sehat. Dapat dilihat bahwa siapa pun yang ingin tahu, pasti berkomentar atau sekadar bertanya—meski perempuan yang lebih banyak daripada pria.

Salah satu perawatan wajah yang kerap disebutkan ialah menggunakan masker. Namun, seringkali karena ingin mendapat hasil yang maksimal dan mengharapkan perubahan yang cepat, seseorang akan menggunakan masker setiap hari. Apakah Kamu juga begini?

Baca juga : Cara Aman Tunda Penuaan

Perlu Kamu ketahui, menggunakan masker setiap hari bisa berbahaya bagi kulit wajahmu, lho. Memang apa saja bahayanya? Simak ulasan berikut ini.

1. Iritasi kulit
Biasanya, masker mengandung banyak alkohol. Jika digunakan setiap hari, alkohol ini bisa memengaruhi keseharan kulit, bahkan membikin iritasi. Nah, jika sudah iritasi, kulit jadi rentan terkena masalah kulit lainnya.

2. Menyebabkan jerawat
Menggunakan masker setiap hari, namun tak dibersihkan sempurna bisa menyumbat pori-pori. Nah, kondisi ini bisa meningkatkan risiko munculnya jerawat, lho.

Karenanya, Kamu lebih baik menggunakan masker sesuai takaran dan dosis yang aman. Lalu pastikan wajah bersih sempurna setelah menggunakan masker agar tak menyumbat pori-pori dan memunculkan masalah kulit lainnya.

3. Kulit menjadi kering
Menggunakan masker setiap hari bisa mengurangi minyak pada wajahmu. Mungkin memang ini yang Kamu harapkan, karena Kamu percaya tanpa ada minyak, maka masalah kulit bisa dihindari.

Eits, kulit tanpa minyak justru malah bikin masalah lho. Pasalnya, kulit bisa kehilangan kelembabannya sehingga menjadi kering. Maka dari itu, Kamu sebaiknya jangan terlalu sering menggunakan masker.

4. Mempercepat penuaan dini
Sudah disinggung sebelumnya, menggunakan masker setiap hari akan membuat kulitmu kering. Nah, jika kulit tak mampu memproduksi keringat untuk mengembalikan kelembaban, risiko munculnya penuaan dini semakin meningkat. Jadi, kulit yang diharapkan jadi bersih dan sehat justru malah mengerut lebih cepat.

5. Wajah menjadi lebih berminyak
Memakai masker setiap hari memang membuat minyak di wajah hilang, bahkan membuat kulit jadi kering. Karenanya, kulit jadi harus bekerja lebih keras untuk memproduksi keringat dan mengembalikan kelembapan kulit. Akibatnya, kulit wajahmu menjadi lebih berminyak, bahkan bisa berisiko memunculkan masalah kulit lain.

6. Kulit menjadi sensitif
Kulit lebih cepat menipis jika terlalu sering memakai masker. Kondisi ini bisa membikin kulitmu menjadi sensitif. Jika kulitmu sensitif, maka masalah kulit lainnya bisa muncul—seperti kulit kemerahan, mengelupas, dan beruntusan.

Nah, setelah tahu efek menggunakan masker setiap hari seperti itu, sudah seharusnya Kamu sadar untuk mematuhi aturan dosis dan frekuensi penggunaan masker.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Anosmia Atau Tidak? Ini Tips Mengetesnya

Published

on

By

mengecek Anosmia indera penciumanmu dengan makanan atau minuman lain seperti kopi dan jeruk

Channel9.id-Jakarta. Anosmia atau kehilangan kemampuan indera penciuman merupakan gejala yang paling sering dialami pasien yang terinfeksi virus Corona penyebab Covid-19.

Kendati begitu, sebagai catatan, anosmia tak melulu disebabkan oleh virus Corona. Sebab bisa jadi kondisi ini disebabkan oleh virus lain seperti virus pilek dan flu.

Menurut ahli THT Erich Voight, pembengkakan di hidung akibat virus akan mencegah partikel bau menyentuh saraf penciuman di hidung. “Saat pembengkakan mereda, indera penciuman bisa kembali,” kata Voight, Kamis (14/1).

Baca juga : Kehilangan Indera Penciuman dan Perasa Jadi Gejala Umum Covid-19

Sejatinya, penyebab anosmia bukan hanya karena virus. Polip hidung, tumor, penyakit neurodegeneratif—seperti Alzheimer, Parkinson, serta cedera otak atau trauma kepala, juga menjadi penyebab anosmia.

Nah, sudah tahukah Kamu bagaimana cara memastikan baik atau tidaknya indra penciumanmu?

Ternyata Kamu bisa mengeceknya dengan makan permen seperti jellybean, lho. Tips ini disarankan oleh Direktur Center for Smell and Taste Florida University, Steven Munger.

Munger menerangkan, mula-mula, tutup lubang hidung hingga tak ada aliran udara yang masuk. Kemudian masukkan jellybean ke dalam mulut dan dikunyah.

“Jika Anda mendapat rasa gurih ditambah manisnya jellybean, berarti fungsi indera perasa Anda masih berfungsi,” jelasnya.

Kemudian, sambil mengunyah, lepas tangan yang menutupi lubang hidung. Jika Kamu bisa mencium semua bau, termasuk jellybean yanh dikunyah, artinya fungsi indra penciumanmu masih berjalan normal.

“Ini benar-benar jenis respons yang sangat dramatis dan cepat,” sambung dia.

Proses itu, secara ilmiah, dikenal dengan istilah penciuman hidung retro. Pada kondisi ini, bau akan mengalir dari bagian belakang mulut, ke atas melalui faring, dan masuk ke rongga hidung.

Tak hanya dengan perman, Kamu bisa mengecek indera penciumanmu dengan makanan atau minuman lain seperti kopi dan jeruk, lho. Lalu, lakukan cara yang sama.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Ingat, Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong

Published

on

By

Ingat, Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong

Channel9.id-Jakarta. Untuk mengatasi penat, Kamu mungkin akan langsung menyeruput kopi di jam makan siang. Kamu tak peduli jika perutmu sudah keroncongan, sebab Kamu mengharapkan lonjakan adrenalin yang bisa membuatmu segar kembali.

Ide itu nampaknya bagus. Namun, minum kopi di saat perut kosong sebetulnya tak baik untuk perutmu. Nah, memangnya apa akibat minum kopi di perut kosong?

1. Asam lambung naik
Asam lambung berperan untuk melancarkan pencernaanmu. Di sisi lain, asam ini bersifat korosif. Sehingga jika dibiarkan menggenang di lambung tanpa ada makanan untuk diolah, bisa merusak lapisan lambung.

Kopi telah terbukti merangsang produksi asam. Nah, jika kopi diminum saat perut kosong, keasaman perut akan meningkatkan. Akibatnya, Kamu akan merasa mulas dan mengalami gangguan pencernaan.

Baca juga : Kapan Waktu yang Tepat Untuk Minum Kopi?

2. Mudah stres dan cemas
Jika Kamu minum kopi saat perut kosong, efek negatif dari kopi dipercaya bisa lebih buruk.

Diketahui, kafein pada kopi akan merangsang sistem sarafmu. Dengan minum kopi, denyut jantung dan tekanan darahmu akan meningkat. Dampaknya, Kamu rentan gelisah, stres, hingga suasana hati berubah-ubah.

3. Memicu dehidrasi
Tak hanya itu, kafein juga memberi efek deuretik, yang bisa membuatmu sering buang air hingga tubuhmu berpotensi kehilangan cairan secara drastis atau dehidrasi. Kondisi ini membuat tubuhmu lemas, sakit kepala hingga pingsan.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Tiba-tiba ‘Ngidam’ Makan Asin? Mungkin Ini Penyebabnya

Published

on

By

makanan asin

Channel9.id-Jakarta. Pernahkah Kamu tiba-tiba ingin makan makanan yang asin, padahal Kamu sedang tak lapar apalagi hamil?

Perlu Kamu pahami, “mengidamkan” makan sesuatu bisa dialami siapa saja, lho. Jadi, baik perempuan maupun pria juga mengalaminya.

Nah, rupanya ada beberapa hal yang membuatmu “ngidam” makan asin. Apa sajakah itu?

1. Sedang stress
Saat stres, Kamu akan terdorong untuk makan makanan tertentu. Biasanya Kamu akan cenderung ingin makanan asin atau yang berlemak.

Hasrat ingin makan sesuatu saat stres merupakan respon alami tubuh untuk meningkatkan produksi dopamin—yakni senyawa yang diproduksi otak yang membuatmu tenang dan bahagia.

Sejatinya, jika Kamu sudah menemukan makanan yang membuatmu memproduksi dopamin, otak akan memberi sinyal untuk makan makanan tersebut, di setiap kondisi yang sama.

2. Kurang tidur
Kurang tidur juga membuatmu ngidam makanan asin, lho. Menurut penelitian, orang-orang yang kurang tidur lebih banyak makan makanan asin tanpa disadari.

Belum diketahui pasti sebab-akibat hubungan keduanya. Namun, bagi sebagian orang, makanan asin akan memberi kepuasan untuk membalas efek kurang tidur yang bikin badan dan pikiran penat.

Baca juga : Suka Rebahan Setelah Makan? Hati-Hati, Bahaya Ini Mengintai

3. Banyak berkeringat
Selain itu, Kamu akan ngidam makan asin jika kekurangan natrium akibat terlalu banyak berkeringat.

Untuk diketahui, keringat mengandung garam. Jika Kamu terlalu banyak berkeringat, tubuhmu akan kekurangan elektrolit dalam tubuh. Lalu tubuhmu akan merespons dengan ngidam makanan asin, guna mengembalikan keseimbangan cairan tubuh.

4. Bosan
Rasa bosan pun bisa bikin Kamu tergoda untuk makan makanan asin. Menurut survei Wansink, 52% dari 1000 partisipan ngidam makan sesuatu saat bosan.

5. Sedang PMS
Menjelang menstruasi, banyak perempuan yang ngidam makan makanan tertentu. Salah satunya makanan asin. Kondisi ini dipengaruhi oleh naik dan turunnya hormon tertentu menjelang menstruasi.

6. Adison Disease
Adison Disease akan membuatmu ngidam makanan asin berlebihan, dilansir dari Mayo Clinic. Kondisi ini membikin kelenjar adrenal gagal—yang berperan memproduksi hormon pengatur keseimbangan cairan, memerintahkan ginjal untuk menyimpan sodium di dalam tubuh dalam kadar normal.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC