Nasional

Tangani Kekeringan di 2.200 Lokasi, Kementerian PU Salurkan 14,1 Juta Liter Air

Channel9.id – Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan penanganan darurat dampak kekeringan di 2.200 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Penanganan tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, menjaga pasokan air untuk lahan pertanian, serta mendukung pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dari total lokasi yang ditangani, sebanyak 1.760 lokasi telah rampung, sementara 440 lokasi lainnya masih dalam proses. Pemerintah menyiapkan langkah tersebut untuk mengantisipasi dampak kondisi kering yang berpotensi diperparah fenomena El Nino.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan dan ketidakpastian global. Menurut dia, penanganan kekeringan perlu dilakukan secara terpadu agar kebutuhan air masyarakat dan produktivitas pertanian tetap terjaga.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).

Untuk sektor pertanian, pemerintah memberikan dukungan terhadap ketersediaan air di lahan sawah yang terdampak atau terancam kekeringan. Secara keseluruhan, intervensi tersebut mencakup area seluas 53.052 hektare.

Sejumlah metode digunakan sesuai dengan kondisi di lapangan. Pemerintah memompa air dari sungai ke area persawahan di 104 lokasi, melakukan normalisasi saluran irigasi utama dan sekunder di 21 lokasi, serta membangun saluran darurat di tiga lokasi.

Selain itu, pemerintah memasang sandbag, mengatur giliran distribusi air, mengoptimalkan saluran yang tersedia, dan memasang pipa di 112 lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber air ketika debit mengalami penurunan.

“Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujar Dody.

Di kawasan permukiman, Kementerian PU melakukan penanganan di 1.677 lokasi. Sebanyak 1.629 lokasi ditangani melalui distribusi air bersih, sementara penanganan lainnya dilakukan dengan memanfaatkan atau membangun sumur bor di sembilan lokasi serta metode lain di 39 lokasi.

Dari penanganan tersebut, sebanyak 857.725 jiwa telah menerima layanan dengan total air bersih yang didistribusikan mencapai 14.109.231 liter. Data tersebut menunjukkan dampak kekeringan tidak hanya berpengaruh terhadap sektor pertanian, tetapi juga terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Selain persoalan ketersediaan air, kondisi kering turut meningkatkan risiko karhutla. Kementerian PU memberikan dukungan penanganan di 283 lokasi melalui kegiatan pemadaman titik api.

Sebanyak 263 lokasi karhutla telah selesai ditangani, sedangkan 20 lokasi masih dalam proses. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani dampak lanjutan kondisi kering di sejumlah wilayah.

Pulau Jawa menjadi wilayah dengan cakupan penanganan kekeringan terbanyak, yakni 1.291 lokasi. Berikutnya Kalimantan 412 lokasi, Sulawesi 199 lokasi, Sumatera 124 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 99 lokasi, Maluku 50 lokasi, serta Papua 25 lokasi.

Di Jawa, penanganan mencakup penyediaan air bersih bagi 694.147 jiwa serta dukungan terhadap ketersediaan air untuk 28.582 hektare sawah. Kementerian PU menyatakan penanganan akan terus disesuaikan dengan kondisi sumber daya air dan infrastruktur di masing-masing daerah.

Ke depan, Kementerian PU akan memantau ketersediaan air, terutama di wilayah yang masih mengalami kekeringan. Koordinasi dengan unit pelaksana teknis di daerah juga akan diperkuat dengan mengoptimalkan sumber daya air dan infrastruktur yang tersedia.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2  +  6  =