Connect with us

Internasional

Timteng Berpotensi Pecah Perang, Ahmadinejad Mewanti-wanti Negaranya

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Mantan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad periode 2005-2013 mewanti-wanti  Presiden Iran negaranya mengenai potensi perang yang sudah direncanakan di Timur Tengah dan Teluk. Dia juga menginatkan presiden Iran Hassan Rouhani serta para pejabat Iran lainnya untuk mencegah pecahnya perang dengan mengambil tindakan yang diperlukan dan mendesak.

“Semua perkembangan, posisi, dan berita yang diterbitkan di berbagai media di seluruh dunia menunjukkan bahwa perang destruktif baru telah direncanakan di Timur Tengah dan Teluk,” ujar Ahmadinejad dalam sebuah surat yang ditujukan ke Rouhani dikutip laman Middle East Monitor, Rabu (13/1).

“Saya berharap Anda, sebagai Presiden Republik Islam melakukan segala upaya ke arah ini untuk mencegah pecahnya perang,” sambung Ahmadinejad.

Baca juga: Jenderal Iran Tewas, Wall Street Tumbang 

Ahmadinejad mengakhiri suratnya dengan menekankan tidak ada keraguan negara-negara di kawasan ini akan berterima kasih kepada para pejabat yang, dengan kecerdasan dan rasa tanggung jawabnya, akan mencegah kerusakan material dan spiritual yang dapat terjadi karena perang.

Hingga kini Iran memiliki ketegangan hubungan dengan beberapa negara, seperti dengan Amerika serikat (AS) sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015. Sejak itu, AS kembali menerapkan sanksi terhadap Iran yang sangat membebani masyarakatnya. Sebagai pembalasan, Iran kerap melanggar kesepakatan Nuklir dengan terus memperkaya uranium.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Sah! Joe Biden Resmi Jadi Presiden AS ke-46

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Joe Biden resmi menjabat sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS).  Biden disumpah di atas kitab suci berusia 127 tahun, yang bersejarah bagi keluarganya.

Kamala Haris yang telah lebih dulu diambil sumpahnya sebagai Wakil Presiden AS, tampak mendampingi pengambilan sumpah Biden.

“Saya bersumpah bahwa saya akan setia menjalankan Kantor Presiden Amerika Serikat dan akan dengan kemampuan terbaik saya, melestarikan, melindungi, dan membela Konstitusi Amerika Serikat,” kata Biden, Rabu, 20 Januari 2020 tepat pukul 12.00 waktu AS.

Baca juga: Kongres Resmi tetapkan Joe Biden Pemenang Pilpres AS 

Selanjutnya, Biden bersama Kamala akan memimpin AS selama empat tahun ke depan. Dalam sejarah AS, Biden tercatat sebagai presiden tertua. Saat dilantik, Biden berusia 78 tahun.

Acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden AS berlangsung aman. Meski sebelumnya ada ancaman bom di gedung Mahkamah Agung.

Sebagai informasi, gedung itu terletak di sebelah Gedung Capitol, di mana pelantikan Biden dan wakilnya, Kamala Harris, digelar. Pihak keamanan AS bersiaga tinggi setelah pada 6 Januari, massa pendukung Donald Trump merangsek ke Gedung Capitol.

Continue Reading

Internasional

Jelang Pelantikan Joe Biden, Capitol Hill Dijaga Ketat

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presiden AS terpilih Joe Biden akan dilantik esok Rabu, 20 Januari 2021. Biden bakal dilantik bersama Wakil Presiden, Kamala Haris. Pihak keamanan mengambil langkah-langkah pencegahan dan pengawasan di Capitol Hill, tempat pelantikan tersebut digelar.

Sebanyak 25 ribu pasukan Garda Nasional ditugaskan di Washington DC demi mengamankan acara pelantikan itu.

Pejabat Menteri Pertahanan Christopher Miller mengatakan, meski dalam laporan intelejen tidak ada ancaman keamanan, namun pihaknya tidak mau kecolongan.

“Meskipun tidak ada laporan intelijen yang menunjukkan ancaman dari orang dalam, kami tidak mengesampingkan dalam mengamankan ibu kota,” kata Miller dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters (Selasa (19/01).

Sementara itu, The Washington Post melaporkan, pada Senin (18/01), laporan intelejen FBI yang memperingatkan aparat keamanan tentang ancaman dari kelompok ekstrimis sayap kanan. Mereka diduga akan berupaya situasi dengan menyamar sebagai pasukan Garda Nasional di Washington.

Baca juga: Kongres Resmi Tetapkan Joe Biden Pemenang Pilpres AS 

Namun, dalam laporan The Post itu tidak menyebut secara spesipik soal penyerangan saat pelantikan Presiden AS.

Militer AS bekerja sama dengan FBI untuk melihat kemungkinan jika penyerang akan melakukan penyamaran sebagai aparat keamanan. Keduanya mempertimbangkan penyaringan tambahan bagi 10 ribu pasukan Garda Nasional yang mengamankan acara pelantikan.

Tempat pelantikan itu dikelilingi pagar tinggi dengan kawat berduri, sebuah penampakan keamanan yang jauh berbeda dibandingkan yang biasa terjadi pada pelantikan sebelumnya setiap empat tahun.

Keamanan mendapat perhatian yang lebih besar dari biasanya karena pelantikan digelar hanya dua minggu setelah ribuan pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol. Insiden terjadi setelah Trump memprovokasi pendukungnya untuk mendatangi gedung itu saat para wakil rakyat bersidang untuk mengukuhkan kemenangan Biden.

Continue Reading

Internasional

Biden Akan Dilantik, Trump Pilih Pergi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presiden AS terpilih Joe Biden akan dilantik pada Rabu, 20 Januari 2021 mendatang. Sementara itu, Presiden Donald Trump memutuskan untuk pergi dari Washington sesaat sebelum pelantikan tersebut.

Sebelumnya, Trump  telah mengumumkan tidak akan hadir dalam acara pengambilan sumpah Presiden AS.  Namun, Wakil Presiden Mike Pence menyatakan dirinya akan hadir menggantikan Trump.

Dilansir Reuters, Presiden ke-45 AS itu akan meninggalkan Washington dua minggu setelah menghasut pemberontakan dengan kekerasan. Seperti diberitakan sebelumnya, para pendukung Trump menyerbu gedung Capitol dan berusaha untuk menghentikan transisi kekuasaan secara damai.

Baca juga: Massa Trump Serbu Capitol Hill, Seorang Wanita Tewas 

Pelantikan dan pengambilan sumpah presiden AS selalu digelar di depan Gedung Kongres. Akan tetapi usai kerusuhan yang dilakukan pendukung Trump sempat muncul wacana supaya Biden dilantik di dalam ruangan yang dijaga ketat.

Sementara itu, Garda Nasional akan menerjunkan 20.000 personelnya untuk mengamankan upacara pelantikan Presiden Amerika Serikat ( AS) terpilih Joe Biden pada 20 Januari mendatang.

Jumlah ini dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan pengamanan saat pelantikan Trump sebagai Presiden AS pada 2016 lalu.

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC