Connect with us

Hot Topic

Tito Karnavian Minta Camat Mampu Terjemahkan Kebijakan

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta para camat mampu menerjemahkan kebijakan-kebijakan kepala daerah.

Kebijakan yang diambil agar paralel dengan sistem administrasi pemerintahan dan sesuai dengan norma, prosedur, standar, kriteria yang berlaku di Indonesia.

“Dalam konteks inilah camat menerjemahkan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh para bupati/wali kota dan meneruskannya kepada jajaran di kecamatan termasuk desa-desa,” kata Tito, Rabu, 23 September 2020.

Menurut Tito, camat mesti menjadi jembatan antara para bupati dengan kepala desa. Kades merupakan pejabat yang dipilih langsung oleh masyarakat di tingkat desa. Mendagri menilai camat merupakan orang yang berpengalaman dan memahami betul dinamika di masyarakat.

“Camat mesti menjadi linking pin atau jembatan agar pembuatan kebijakan yang dibuat oleh para bupati/wali kota sesuai dengan situasi lapangan,” ujarnya.

Baca juga : Kemendagri Gelar Rakor Camat se-Indonesia Secara Virtual

Sebagai birokrat karir yang profesional, lanjut Tito, camat diharapkan betul-betul memahami sistem administrasi pemerintahan dan aturan hukum lainnya, seperti keuangan, perencanaan, dan sebagainya. Camat memiliki tugas dalam memberikan pencerahan dan meningkatkan kapasitas, serta kemampuan kades.

Untuk itu, kata Tito, camat harus memahami tentang seluruh regulasi aturan-aturan tersebut sebelum memberikan arahan kepada para kades.

“Agar mereka yang dipilih oleh rakyat ini mereka memahami membuat kebijakan yang sejalan dengan seluruh aturan, regulasi, norma-norma, prosedur standar-standar pemerintahan, serta semua kriteria-kriteria yang ada,” ujarnya. “Peran camat menjadi sangat penting sebagai ujung tombak.”

Hot Topic

Ketua Komisi III DPR Puji Kinerja Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Peran Polri Penting

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni memberikan pujian atas kinerja baik pemerintahan Jokowi-Maruf selama setahun ini. Menurut Sahroni, kinerja baik itu tak terlepas dari peran Polri untuk menjaga keamanan di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Hal ini tidak lepas dari kinerja kepolisian Republik Indonesia yang berhasil menjaga keamanan hingga situasi tetap kondusif,” katanya, Kamis (22/10).

Kinerja baik itu, contohnya, Polri berhasil mengungkap 29 ribu kasus narkoba selama satu tahun belakang ini.

Sahroni tak menampik masih ada catatan terkait bidang hukum dan HAM yang dikritik oleh publik. Namun hal tersebut menurutnya tidak masalah.

“Dalam demokrasi, kritik dan masukan untuk pemerintah merupakan hal yang normal dan justru harus dihargai,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Hari Santri 2020, KH Said Aqil Siradj: Santri  Harus Berjihad Melawan Wabah

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Hari Santri diresmikan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Peringatan tersebut dilaksanakan setiap tanggal 22 Oktober merujuk pada Fatwa dan Resolusi Jihad KH Muhammad Hasyim Asy`ari pada 22 Oktober 1945 ketika berupaya keras menghalau penjajahan kembali oleh Belanda.

Dalam peristiwa tersebut, para laskar dan pejuang santri berperan besar dalam mempertahankan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Kini santri melalui gemblengan lembaga pendidikan pondok pesantren terus mengisi dan menggerakkan pembangunan, benteng moral bangsa, serta potret Islam ramah di tengah gempuran modernisasi asing dan perkembangan teknologi.

Dalam rangka menyambut Hari Santri 2020, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan, sebagai sebuah komunitas, jejaring organisasi dan juga pergerakan, santri terbukti mampu menjadi salah satu aktor utama dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari jerat kolonialisme.

Santri juga terbukti efektif menjadi penggerak pembangunan yang mendinamisasi kehidupan masyarakat sekaligus mampu bertindak sebagai penjaga persatuan dalam kebinekaan yang sangat harmonis. Santri hari ini dan Santri di masa yang akan datang harus mampu menjawab tantangan zaman.

“Santri diharapkan mampu memenangkan pertarungan global, mengambil peran strategis dan mendedikasikan diri untuk senantiasa siap berkorban dan memiliki kecintaan terhadap tanah air yang tinggi serta mampu mewujudkan kemandirian Indonesia dengan daya saing yang tinggi,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj berdasar keterangan tertulis, Kamis (22/10).

KH Said Aqil melanjutkan, santri juga tidak hanya mampu mengaji tetapi dituntut untuk mampu menguasai berbagai bidang strategis, produktif dan progresif dalam berbagai hal serta mampu menampilkan model kepemimpinan nasional yang mengedepankan kepentingan bangsa.

Dalam konteks Indonesia dan dunia yang sedang menghadapi pandemi ini, santri harus mengambil peran untuk berjihad memberikan sumbangsih terbaiknya untuk membantu menanggulangi pandemi Covid-19.

“Jika dulu, Fatwa resolusi jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari dimaksudkan untuk melawan kolonialisme dan penjajahan, maka jihad hari ini adalah bersatu melawan wabah agar kita semua diberi keselamatan dan kesehatan. Sehingga ”Santri Sehat, Indonesia Kuat” menjadi visi bersama untuk mengabdi pada Negeri, membangun, menjaga, dan merawat Ibu Pertiwi,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Ditlantas Polda Metro Jaya Kembali Gelar Operasi Zebra Senin, 26 Oktober 2020

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ditlantas Polda Metro Jaya akan kembali menggelar Operasi Zebra. Operasi Zebra kali ini akan diselenggarakan mulai Senin 26 Oktober 2020. Operasi ini akan dilaksanakan selama dua pekan.

Untuk informasi, Operasi Zebra adalah sebutan dari kegiatan yang dilakukan oleh Polri untuk melakukan pemeriksaan surat-surat mengemudi dari para pemakai mobil dan motor dan menindak pelanggaran lalu lintas.

“Operasi Zebra 2020 tanggal 26 Oktober sampai dengan 8 November 2020,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Kamis (22/10).

Sambodo menyampaikan, pihaknya lebih banyak melakukan sosialisasi ketimbang penegakan hukum. Polisi juga akan melakukan tindakan pencegahan pelanggaran.

“Lebih banyak giat preemtif daripada penegakan hukum,” ucap Sambodo.

Karena itu, pengguna kendaraan bermotor diimbau untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Pun pengendara juga harus membawa kelengkapan berkendara seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Penggunaan perangkat keselamatan seperti helm untuk pemotor dan sabuk pengaman untuk pengendara dan penumpang mobil juga harus diterapkan. Ini merupakan wujud pengendara untuk mengedepankan keselamatan berlalu lintas.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC