Connect with us

Lifestyle & Sport

Trik Jitu Turunkan Berat Badan Selama Puasa

Published

on

Trik Jitu Turunkan Berat Badan Selama Puasa

Channel9.id-Jakarta. Beberapa penelitian membuktikan bahwa berpuasa bisa menurunkan berat badan. Tak heran bila bulan Ramadan, di mana puasa wajib dijalankan oleh umat muslim selama 30 hari, menjadi momen untuk mewujudkan tubuh yang lebih ideal.

Namun, untuk mewujudkan hal itu secara optimal, Kamu tak bisa melakukan puasa sembarangan. Salah strategi justru bakal membikin berat badanmu naik. Oleh karena itu, ada kiat-kiat khusus yang harus Kamu lakukan agar hasil usahamu optimal dan berat badan tak kembali naik. Utamanya terkait bagaimana Kamu memilih menu makanan yang tepat selama puasa Ramadan, baik di waktu sahur maupun buka puasa.

Nah, lantas apa saja sih kiat-kiat menurunkan berat badan selama puasa, yang tentunya juga aman?

1. Cukupi cairan tubuh
Kunci utama mendapat berat badan ideal selama puasa ialah dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Namun, Kamu perlu memerhatikan beberapa hal seperti tubuh harus mendapat cukup cairan selama buka puasa, kemudian minum air beberapa kali sepanjang malam, dan tidak mengonsumsi kafein.

2. Tidur cukup
Selain mencukupi kebutuhan cairan, tidur cukup pun termasuk kunci keberhasilan usaha menurunkan berat badan selama puasa.

Adapun kurang tidur bisa mengacaukan sistem metabolisme. Sehingga tubuh tak bisa membakar cadangan lemak secara efektif. Selain itu, produksi hormon ghrelin, yang bisa menambah nafsu makan, pun meningkat.

Namun, mendapat kualitas tidur yang baik merupakan tantangan saat puasa. Pasalnya, Kamu harus bangun dini hari untuk sahur. Meski begitu, Kamu bisa mengantisipasinya dengan tidur lebih awal, seperti setelah salat tarawih.

Ingat, jangan tidur setelah sahur. Sebab hal ini bisa membikin makanan yang Kamu makan sulit dicerna, hingga akhirnya malah tertimbun di tubuh. Jika demikian, berat badanmu bisa naik.

3. Jangan lewatkan sahur
Bukannya semakin cepat menurunkan berat badan, melewatkan sahur justru bisa membuatmu makan lebih banyak dan tak terkendali saat berbuka puasa. Kamu bisa saja kalap karena kekenyangan, setelah sebelumnya perutmu kosong sejak dini hari hingga petang.

Jadi jangan sekalipun Kamu melewatkan sahur. Pasalnya, waktu ini penting untuk mengisi perutmu dengan nutrisi dan energi, agar Kamu kuat menjalani aktivitas sambil berpuasa dari terbitnya fajar hingga matahari terbenam.

4. Perhatikan asupan nutrisi dan porsi makan
Menu sahur dan buka puasa harus diperhatikan. Terlebih hanya di dua waktu ini Kamu punya kesempatan untuk mengisi perut. Oleh karenanya, sangat disarankan untuk memilih menu makanan dan minuman bergizi seimbang.

Nah, cobalah untuk makan dengan porsi biasa atau lebih sedikit, dan disarankan untuk pilih menu yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta buah dan sayuran. Jangan lupa pula untuk minum air putih.

Selain itu, batasilah konsumsi gorengan dan menu yang mengandung gula tambahan. Sebab masing-masing bisa meningkatkan kadar kolesterol dan menambah lemak dalam tubuh.

5. Tetap berolahraga
Berolahraga selama puasa efektif menurunkan berat badan. Namun, Kamu perlu menurunkan intensitas olahraga, seperti berjalan kaki atau jogging. Sebab seiring berkurangnya energi karena perut kosong, tubuh secara alami menjadi kurang aktif. Di lain sisi, tubuh akan mencari sumber energi lain, yaitu cadangan lemak, yang bisa dibakar lebih banyak saat berolahraga selama puasa.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Pola Makan yang Bisa Ganggu Kualitas Tidur

Published

on

By

Pola makan punya peran besar dalam memengaruhi kesehatan, lo. Termasuk terhadap kualitas tidur. Adapun pola dan kualitas tidur yang baik membantu tubuh menjaga

Channel9.id-Jakarta. Pola makan punya peran besar dalam memengaruhi kesehatan, lo. Termasuk terhadap kualitas tidur. Adapun pola dan kualitas tidur yang baik membantu tubuh menjaga berat badan. Bahkan membantu proses penurunan berat badan bagi yang sedang menjalani diet.

Meski begitu, hubungan antara pola makan dan tidur yang penting itu kerap diabaikan. Padahal dengan memahaminya, Kamu berpeluang untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan optimal. Maka dari itu, ketahuilah bagaimana dan pola makan saja yang bisa memengaruhi kualitas tidur. Nah, simak penjelasan berikut ini.

1. Ngemil sebelum tidur
Journal of Clinical Sleep Medicane menunjukkan makan rendah serat dan lemak jenuh tinggi dikaitkan dengan tidur yang lebih ringan dan tak nyaman. Maka dari itu, ngemil junk food seperti donat, keripik, dan pizza akan merusak tidur nyenyakmu.

Jika memang ingin ngemil, sebaiknya pilihlah buah-buahan seperti kiwi—yang kaya antioksidan tinggi—yang mampu meningkatkan kualitas tidur dan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.

2. Sering mengonsumsi minuman olahan
Sama halnya dengan mengonsumsi makanan rendah serat dan tinggi lemak jenuh, mengonsumsi minuman olahan tinggi gula juga punya dampak yang sama. Selain itu, varian minuman yang berkafein tinggi juga akan mengganggu siklus tidur, Kamu jadi sulit jatuh tidur.

Maka dari itu, Kamu lebih baik memilih minuman yang lebih sehat seperti secangkir susu hangat sebelum tidur. Minum susu bisa menenangkan dan meningkatkan kualitas tidur.

3. Sering mengonsumsi karbohidrat olahan
Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan seperti pasta, kerupuk, dan roti juga buruk bagi kualitas tidur. Makanan ini akan mengganggu tahap “tidur nyenyak” lantaran lonjakan gula darah, namun energi cepat menurun sehingga mengganggu ritme sirkadian.

Maka dari itu, Kamu disarankan untuk membatasi makanan jenis ini. Sebagai gantinya, pilihlah makanan berkarbohidrat namun tinggi serat seperti nasi merah dan biji-bijian agar gula darah tetap stabil
4. Makan makanan berminyak
Makanan yang digoreng dan berminyak lebih sulit dicerna. Sebab lemak yang dikandungnya memperlambat proses pengosongan lambung, sehngga jadi makanan bertahan lebih lama di perut. Nah, kondisi ini bisa mengganggu ritme sirkadian yang menyebabkan kantuk di siang hari dan kelaparan larut malam.

5. Mengonsumsi makanan pedas
Mengonsumsi makanan pedas akan memperburuk kualitas tidur. Terlebih lagi jika Kamu punya gangguan lambung seperti maag atau refluks lambung. Maka dari itu, sebaiknya hindari makanan jenis ini, terutama bila dikonsumsi menjelang tidur.

Pasalnya, capsaicin pada cabai atau paprika akan meningkatkan suhu internal tubuh. Padahal, untuk tidur nyenyak, tubuh harus dalam keadaan suhu normal. Selain itu, makan pedas menjelang tidur berisiko membuat asam lambung menjalar dari perut ke tenggorkan—yang kemudian memicu maag atau refluks lambung.

6. Minum alkohol
Kebiasaan minum alkohol meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kehangatan tubuh. Meski demikian, kemungkinan besar Kamu jadi sering terbangun beberapa jam kemudian setelah terlelap.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Tidur Kacau Saat Ramadan? Ini Akibatnya Bagi Kulit Wajah

Published

on

By

Tidur Kacau Saat Ramadan? Ini Akibatnya Bagi Kulit Wajah

Channel9.id-Jakarta. Rutinitas sahur selama bulan Ramadan cenderung membuat seseorang jadi kurang tidur. Belum lagi, jika memang harus begadang sebelum sahur. Padahal kurang tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan secara menyeluruh, termasuk pada kulit wajah, lo.

Sementara itu, Lebaran sebentar lagi tiba. Tentunya Kamu ingin nampak glowing di momen besar itu ‘kan?

Maka dari itu, mumpung masih ada waktu beberapa hari sebelum Lebaran, cobalah untuk atur kembali pola tidurmu dan usahakan untuk mencukupi kebutuhan tidur. Sebagaimana saran ahli, orang dewasa disarankan untuk tidur, paling tidak, selama 7-9 jam setiap malam—sebagaimana saran para ahli.

Terlepas dari kiat tidur itu, memangnya apa saja sih dampak kurang tidur bagi kulit wajah? Nah, berikut ini adalah beberapa akibatnya.

1. Kantung mata besar
Pembuluh darah di area bawah mata tipis. Maka dari itu, setiap kali Kamu kelelahan atau kurang tidur, pembuluh darah ini akan melebar dan menghitam. Artinya, semakin sering Kamu begadang dan kurang tidur, semakin nampak jelas pembuluh darah pada area bawah mata.

2. Kulit jadi kusam
Selain itu, kurang tidur pun menyebabkan wajahmu nampak kusam atau tak cerah. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuhmu melemah jika kurang tidur. Risiko peradangan kulit pun jadi meningkat.

Hal itu pun akan memengaruhi produksi kolagen dan asam hialuronik yang berfungsi untuk mempertahankan kulit menjadi cerah. Artinya, semakin sedikit zat asam hialuronik yang diproduksi tubuh, kulit akan nampak semakin kusam.

3. Memicu munculnya jerawat
Pola tidur yang kacau bisa membikin Kamu kurang tidur. Hal ini bisa mengganggu kondisi mentalmu hingga Kamu merasa stres. Adapun stres ini akan meningkatkan produksi hormon kortisol, yang membuat tubuh rentan mengalami peradangan, termasuk pada kulit. Nah, Kamu pun jadi mudah berjerawat, bahkan memperparah kondisi jerawat.

Peningkatan produksi hormon kortisol pun akan meningkatkan produksi minyak pada wajah, lo. Ini juga akan memperburuk kondisi jerawat. Nah, tak ayal bila kurang tidur bisa memicu dan memperparah jerawat.

4. Wajah nampak lebih tua
Saat sedang tidur, tubuh akan memproduksi kolagen—yaitu zat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan peremajaan kulit. Zat ini membantu mencegah tubuh mengalami penuaan dini dengan menghalangi pembentukan kerutan pada wajah.

Sementara, jika Kamu begadang dan kurang tidur, tubuh tak bisa memproduksi kolagen dalam jumlah normal. Hal ini bisa membikin kulit kendur dan lebih banyak kerutan, lo. Maka dari itu, orang yang kurang tidur pada malam hari bisa nampak lebih tua dari umur sesungguhnya.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Marak Dijual Menjelang Lebaran, Ini Tips Aman Pilih Hampers

Published

on

By

Marak Dijual Menjelang Lebaran, Ini Tips Aman Pilih Hampers

Channel9.id-Jakarta. Parsel atau hampers kian marak diperjualbelikan di waktu menjelang Lebaran ini. Pandemi COVID-19 bahkan berkontribusi terhadap peningkatan penjualan hampers, lantaran banyak orang yang tak bisa tatap muka. Sehingga memberi hampers menjadi alternatif untuk bersilaturahmi.

Sayangnya, masih banyak orang yang mengabaikan keamanan hampers. Maka dari itu, kualitas hampers harus diperhatikan. Berangkat dari hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berbagi tips memilih hampers yang aman dikonsumsi atau dibagikan ke kerabat dekat atau keluarga.

Pertama, sebaiknya konsumen memilih sendiri bahan makanan yang akan dijadikan hampers. Hal ini untuk memastikan kemasan makanan dalam keadaan baik.

“Pastikan kemasan produk pangan dalam keadaan tak sobek, tak bolong, tak bocor, tak penyok, tak karatan, dan masih tersegel rapat,” jelas BPOM melalui akun resminya, Minggu (9/5).

Selanjutnya, cek label pada kemasan makanan. Ada beberapa informasi yang harus tertera pada label di antaranya: nama dagang, komposisi, nama jenis pangan olahan, logo halal bagi yang dipersyaratkan, tnggal dan kode produksi, nama dan alamat importir, keterangan kedaluwarsa, berat bersih, dan nomor izin edar.

Lalu makanan pun harus memiliki izin edar dari BPOM. Untuk pangan olahan dalam negeri tercantum “BPOM RI MD” dan diikuti 12 digit angka. Sementara olahan impor tercantum “BPOM RI ML” dan juga diikuti 12 digit angka.

Hal terpenting yaitu pastikanlah tanggal kedaluwarsa. Hal ini demi meminimalisir kejadian yang tak diinginkan saat mengkonsumsi bahan pangan yang tak lagi layak dimakan.

“Keterangan kedaluwarsa merupakan batas akhir suatu pangan dijamin mutunya, sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen,” kata BPOM.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC