Connect with us

Ekbis

UMKM Bumi Alumni UNPAD Mengadakan Digital Fashion Show di Era Pandemi

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Di era pandemi, pelaku UMKM, khususnya UMKM Alumni Unpad yang bergerak di bidang fashion dituntut untuk selalu inovatif dalam memasarkan produk fashionnya.

Dengan adanya keterbatasan aktivitas orang dan perdagangan barang dan jasa akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), CIMB Niaga Syariah Bank bekerjasama dengan Perkumpulan Bumi Alumni yang menaungi UMKM Alumni Unpad menyelenggarakan “Digital Fashion Show” (29/10/20).

Webinar Digital Fashion Show dilakukan dalam upaya meningkatkan produktivitas UMKM dibidang Fashion di masa pandemi, menhadirkan pembicara, Marini Zumarnis selaku public figure dan pelaku UMKM dan Devi Trisna, pemilik Qirani Group dan anggota komunitas UMKM Alumni Unpad yang tergabung dalam Perkumpulan Bumi Alumni. Moderator webinar ini, Dr. Dewi Tenty Septi Artiany SH MKn MH yang juga selaku Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga pada Perkumpulan Bumi Alumni. Dewi tenty atau yang dikenal dengan teh dete adalah penggerak dan pemerhati UMKM yang juga pernah dinobatkan sebagai 17 Perempuan Tangguh versi Women’s Obsession bersama-sama dengan ibu Negara Iriani Jokowi pada tahun 2020.

“Dengan adanya keterbatasan aktivitas orang berdampak pada berkurangnya perdagangan atau transaksi barang dan jasa, termasuk produksi fashion. Hal ini menjadikan tantangan bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan peluang yang ada di era pandemi ini. Secara global, banyak industri besar, seperti Zara, Nordstrom dan H&M yang terpaksa harus menutup gerai tokonya pada tahun 2020 ini. Demikian juga di Indonesia, banyak industri pakaian yang terkena dampaknya karena banyak mal dan pusat perbelanjaan yang tutup selama PSBB”, ujar Dr. Ary Zulfikar SH MH selaku Ketua Umum Perkumpulan Bumi Alumni yang saat ini juga sedang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Hukum LPS mengawali Webinar dalam keynote speechnya.

Oleh karenanya, pelaku UMKM, khususnya UMKM Alumni Unpad harus dapat memanfaatkan peluang untuk mengisi pasar domestik melalui platform digital dan berfikir inovatif. Secara global, produk yang masih bertahan di era pandemi ini, adalah produk yang berbasis komunitas. Oleh karenanya, diharapkan pelaku UMKM Alumni Unpad dapat tetap memanfaatkan peluang yang ada berdasarkan potensi yang dimilikinya, ujar Ary Zulfikar yang dikenal Kang Azoo.

Opening remarks lainnya, Kang Lucky Harfiandi, Group Head Syariah Funding dan Biz Development CIMB Niaga Syariah juga menyatakan hal yang sama, bahwa CIMB Niaga Syariah sangat concerns terhadap pelaku UMKM, sehingga mendorong CIMB Niaga dapat bersinergi dengan Perkumpulan Bumi Alumni dalam mendorong pelaku UMKM di era pandemi ini.

Pandemi menyebabkan seluruh masyarakat harus mengantisipasi diam di rumah, seluruh industri terkena dampaknya, seperti Pariwisata dan berkurang-nya event-event kegiatan, salah satunya fashion show, atau pakaian-pakaian yang biasanya dipergunakan untuk pesta, baik pesta pernikahan, ulang tahun dan yang lainnya, ungkap Teh Dete mengawali diskusi. Digital Fashion merupakan terobosan dimana masyarakat tetap akan terhibur dengan melihat penampilan-penampilan terbaru dari fashion dan juga pelaku fashionnya sendiri, insha allah akan mendapat manfaat dengan ditontonnya oleh masyarakat, semoga meningkatkan minat masyarakat untuk membeli, ujar Teh Dete menambahkan.

Devi Trisna dengan merek “Qirani”, mengungkapkan tipsnya bagaimana meningkatkan produktivitas vs Lockdown akibat pandemi. Devy menjaga produktivitas Qirana dengan cara mengatur cashflow yang ketat atau efisiensi, menjaga revenue dengan mendorong sales secara kreatif dan penetrasi segmen baru dan melakukan produksi sesuai dengan kebutuhan saat pandemic, seperti membuat masker segala jenis, APD, homedress. Selain itu dalam jangka Panjang, pelaku UMKM juga harus melakukan adaptasi “new normal” dengan perubahan trend new style, new material yang dibutuhkan di era pandemi, ujar devi.

Baca juga : Menkominfo Dorong Pertumbuhan UMKM Melalui Platform Digital

Marini Zumarnis, artis yang dulu dikenal sebagai Ibu Peri di era tahun 2000-an dan juga pernah membintangi sinetron lainnya, sekarang hijrah sebagai pelaku UMKM dengan merek “Mazu”. Marini menceritakan bahwa bagaimana bertahan di era pandemi. Pertama adalah harus ditekuni dengan serius dan inovatif untuk pengembangan produk. Kekuatan “branding” juga menjadi modal utama. Dengan latar belakang Marini sebagai public figure, pekerjaan untuk melakukan “branding” atas mereknya sudah terbantu paling tidak 50%-nya, sehingga Langkah selanjutnya bagaimana mempertahankan produk fashionnya, ujar Marini. Marini juga sangat memperhatikan detail produknya dan packagingnya. Semua produk fashionnya dikemas dalam bungkus yang cantik dan bagus untuk menambah nilai produk fashion Mazu, ujar Marini.

Dalam upaya mendukung UMKM di era pandemi, Kang Indra Sakti dari CIMB Niaga Syariah menambahkan bahwa solusi penting dalam mendukung UMKM dalam periode new normal, CIMB Niaga Syariah memiliki solusi perbankan secara cashless dan digital marketing. Sehingga pelaku UMKM dapat memanfaatkan solusi perbankan meskipun diam dirumah yang dapat mendukung aktivitas transaksi pelaku UMKM ditengah pandemi. Diharapkan pelaku UMKM Bumi Alumni juga dapat menjadi bagian Haya Online Festival yang diselenggarakan oleh CIMB Niaga Syariah.

Webinar yang dihadiri 150 peserta ditutup dengan fashion show secara digital dari produk-produk karya UMKM Alumni Unpad yang tergabung dalam Perkumpulan Bumi Alumni.

Perkumpulan Bumi Alumni adalah organisasi nirlaba yang salah satunya membantu pelaku UMKM Alumni Unpad dalam menciptakan pasar dan aspek pembinaan dan pelatihan kepada pelaku UMKM Alumni Unpad.

Selain kegiatan webinar, pada pagi harinya Bumi Alumni juga terus menjalin kerjasama dengan Kadin Bandung dalam rangka menciptakan penguatan jejaring pemasaran dan distribusi serta platform digital. Dalam Rapat Koordinasi bumi alumni, pengurus bumi alumni mengundang Desta Bhakti, Komite Franchise dan Ridwan dan Direktur Eksekutif Kadin Bandung untuk melakukan follow up atas pemanfaatan sarana digital untuk pengembangan pemasaran Produk UMKM alumni UNPAD bertempat di Hotel Hilton Bandung (29/10/20). Koordinasi tersebut sebagai tindak lanjut atas pertemuan sebelumnya antara Bumi Alumni dengan Iwa Gartiwa, Ketua Kadin Bandung (25/09/20).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

DFW Indonesia Kepada LBP: Fokus Program di Pesisir

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Mencuatnya pidana korupsi dalam perizinan ekspor benih lobster yang menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengindikasikan bahwa selama ini KKP hanya fokus pada regulasi benih lobster dan melupakan prioritas program strategis lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan.

Sementara itu, dengan masa jabatan yang singkat, Arif meminta agar Menteri KP Ad Interim, Luhut Binsar Panjaitan agar fokus pada program yang bersentuhan langsung pada kelompok rentan di pesisir.

“Pak Luhut sebaiknya fokus dan memastikan belanja KKP terserap untuk mengatasi masalah ekonomi nelayan dan pembudidaya yang terdampak krisis, jangan terjebak pada program pencitraan yang tidak perlu,” kata Arif, Jumat (27/11).

Dia mengatakan, sebagai kementerian strategis, KKP mempunyai peran untuk memberikan perlindungan ekonomi kepada kelompok nelayan, pembudidaya dan pelaku usaha dimasa krisis seperti saat ini.
Sayangya hal tersebut gagal dijalankan secara sungguh-sungguh.

“Hal ini bisa dilihat dari rendahnya kemampuan belanja KKP dimana sampai dengan bulan Sept 2020 lalu, penyerapan anggaran hanya 50,28% dari pagu APBN sebesar Rp5,082 triliuan,” tutur Abdi.

Kondisi ini sangat ironis karena masyarakat kelautan dan perikanan sangat membutuhakn intervensi dan stimulus pemerintah untuk mempertahankan keberlanjutan kehidupan dan usaha.

Yang paling memprihatinkan adalah belanja untuk kegiatan budidaya melalui Ditjen Perikanan Budidaya hanya sebesar Rp Rp 328 miliar atau 32,24% dari pagu sebesar Rp 1,018 triliun.

“Tujuan pemerintah melakukan refokusing anggaran dengan maksud menopang ekonomi pembudidaya akhirnya gagal tercapai,” ujar Abdi.

Oleh karena itu, momentum saat ini perlu dimanfaatkan oleh KKP untuk kembali melihat prioritas pembangunan sektor kelautan dan perikanan terutama yang menyentuh kehidupan nelayan, pembudidaya dan masyarakat pesisir.

“PR KKP masih banyak seperti bagaimana upaya menciptakan lapangan kerja baru di sektor perikanan, memulihkan serapan pasar terhadap produk perikanan yang tertekan selama pandemi, mendorong BUMN Perikanan untuk mengaktifkan Sistim Logistik Ikan yang mandek serta mengimplementasikan kegiatan budidaya perikanan yang hingga saat ini belum kelihatan di lapangan” kata Abdi.

Sementara itu peneliti DFW-Indonesia, Muh Arifuddin meminta presiden Jokowi untuk mendukung langkah KPK melakukan bersih-bersih di KKP.

“Tidak hanya kasus saat ini, tapi juga bagaimana melakukan penataan ulang terhadap format kelembagan dan komposisi pejabat KKP agar mencegah perilaku koruptif,” kata Arif.

Dia berharap agar Jokowi tidak salah menempatkan orang untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan pengganti Edhy Prabowo.

“Pilih figur yang bersih, mengerti masalah dan lapangan serta yang bisa bekerja cepat,” tandas Arif.

IG

 

Continue Reading

Ekbis

Turun Lagi, Logam Mulia Antam Dibanderol Rp951.000

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali turun menjelang akhir pekan. Logam mulia Antam diperdagangkan Rp951.000 per gram atau turun Rp2.000 perdagangan kemarin, Kamis (26/11).

Sementara itu, harga buy back atau beli kembali turun Rp3.000 menjadi Rp826.000 per gram.

Baca juga: Tak Bergerak, Emas Antam Dibanderol Rp953.000 

Berikut daftar harga emas Antam pada Jumat, 27 November 2020:

1 gram Rp 951.000

2 gram Rp 1.842.000

3 gram Rp 2.738.000

5 gram Rp 4.530.000

10 gram Rp 9.005.000

25 gram Rp 22.387.000

50 gram Rp 44.695.000

100 gram Rp 89.312.000

Continue Reading

Ekbis

KKP Hentikan Sementara Ekspor Benih Lobster

Published

on

By

Chanel9.id-Jakarta. Kementerian Kelautan dan Perikanan menerbitkan surat sementara ekspor benih lobster. Hal ini merupakan tindak lanjut atas penahanan Menteri Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penghentian sementara ekspor benih lobster ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor B.22891/DJPTPI.130/XI/2020. Surat tertanggal 26 November ini diteken Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini.

Baca juga: Resmi Ditahan, Edhy Prabowo Mundur Sebagai Menteri dan Waketum Gerindra 

“Bagi perusahaan eksportir yang memiliki BBL (benih bening lobster) dan masih tersimpan di packing house per tanggal surat edaran ini ditetapkan, diberikan kesempatan untuk mengeluarkan BBL dari Negara Republik Indonesia paling lambat satu hari setelah surat edaran ini ditetapkan,” demikian tulis beleid tersebut, Kamis (26/11).

Penerbitan Surat Edaran itu dilakukan dalam rangka memperbaiki tata kelola pengelolaan benih bening lobster (BBL) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12/PERMEN-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Hal ini juga mempertimbangkan proses revisi Peraturan Pemerintah tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, terhitung surat edaran ini ditetapkan.

Penerbitan surat penetapan waktu pengeluaran (SPWP) dihentikan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC