Connect with us

video

(Video) Heboh, Di Tuban, Nama Anak Terpanjang Diaktakan

Published

on

Heboh, Di Tuban, Nama Anak Terpanjang Diaktakan

Channel9.id-Bangilan. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, selesai menuntaskan pemberian dokumen kependudukan bagi anak bernama Cordosega.

Sebelumnya, Cordosega yang beralamat di Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban (Provinsi Jawa Timur), mengalami kesulitan mengurus berbagai keperluan dokumen kependudukan karena namanya yang terlalu panjang, berjumlah 19 kata, yakni Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askhala Mughal Ilkhanat Akbar Sahara Pi – Thariq Ziyad Syaifudin Quthuz Khoshala Sura Talenta.

Setelah dilakukan komunikasi secara intens antara Zudan dengan orang tua dan sanak famili serta tetua adat setempat, akhirnya disepakati bahwa anak yang bersangkutan berganti nama menjadi R – Akbar Zudan Cordosega Sura Talenta.

Nama tersebut dapat diakomodir dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) sehingga prosesi pengurusan berbagai dokumen kependudukannya menjadi dapat dilakukan.

“Meski demikian, nama Cordosega yang sebelumnya, silahkan tetap menjadi nama adat baginya sehingga ketentuan adat tetap berlaku,” terang Zudan saat mendatangi kediaman Cordosega, di Bangilan Tuban, siang ini, Rabu (10/11/2021).

“Yang penting untuk kepentingan negara, nama lengkap terbaru dari ananda Cordosega kami resmikan di dokumen kependudukan agar mudah mendapatkan berbagai pelayanan publik dengan mudah kedepannya,” tambah Zudan.

Pergantian nama Cordosega itu sendiri, diwarnai cerita yang unik. Pasalnya, paman dari Cordosega, Mujoko Sahid, yang merupakan tokoh adat Tuban Selatan sekaligus orang yang pemberi nama Cordosega, awalnya sama sekali tidak mau mengganti nama si anak.

Pasalnya, Sahid tidak merasa bahwa pemberian nama lengkap yang begitu panjang bagi Cordosega tidak melanggar ketentuan aturan perundang-undangan apapun.

Namun, hati Sahid menjadi luluh karena cara-cara komunikasi Zudan dan pihaknya yang santun, terbuka, informatif, dan berorientasi pada solusi sehingga membuatnya merasa sungkan untuk tidak menggubris saran Zudan.

“Itulah mengapa kami bersedia mengganti nama lengkap Cordosega karena terkena apa yang kami sebut istilahnya sebagai pasal sungkan. Saya sungkan dengan Pak Prof Zudan yang memberikan nasehat dan saran yang bisa membuat kami legowo” ungkap Sahid.

“Melalui kejadian ini, kami menjadi percaya bahwa cara-cara seperti yang dilakukan Prof. Zudan ini, bahwa dengan ketulusan silaturahmi itu kunci solusi untuk segala problem di NKRI,” tambah Sahid.

Sambil bercengkrama dengan warga setempat, Zudan juga secara langsung memberikan dokumen kependudukan berupa Akta Kelahiran, KK, dan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada bapak dari Cordosega, Arif Akbar.

“Kehadiran saya disini, juga dilatar belakangi oleh arahan Bapak Mendagri, Prof. Tito Karnavian, untuk menyelesaikan masalah yang ada di Bangilan Tuban, ini,” terang Zudan.

Terhadap hal itu, Arif Akbar selaku ayah dari Cordosega mengaku senang dan bahagia, akhirnya masalah administratif yang menyangkut anaknya berhasil dituntaskan.

“Apalagi beliau Bapak Dirjen, Prof. Zudan, juga berkenan menjadi bapak angkat dari Cordosega,” kata Arif Akbar sembari sumringah.***Dukcapil

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

video

(Video) Gunung Semeru Erupsi Lumajang Malang Darurat

Published

on

By

Channel9.id-Malang. Gunung Semeru yang terletak di dua kabupaten yakni Malang dan Lumajang Provinsi Jawa Timur, mengalami erupsi, Sabtu (4/12/2021).

Gunung api itu terlihat mengeluarkan asap pekat berwarna abu-abu berukuran besar.
Hal itu membuat warga di sekitar gunung berusaha menyelamatkan diri.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengeluarkan awan panas guguran.
Hingga sore ini, Gunung Semeru masih mengeluarkan kepulan asap tebal dari Puncak Jonggring Saloko.

Akibatnya, beberapa kawasan lereng gunung seperti di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro terkena hujan abu.

Warga dari dua kecamatan itu pun diminta untuk mengungsi.

“Sebagai tindakan preventif warga yang tinggal dekat sungai jalur lahar diimbau untuk diungsikan dulu.

Sementara itu, menurut pantauan memang peningkatan aktivitas ini terjadi sejak semalam.

Beberapa kali guguran lava turun mengarah ke jalur lahar, di Desa Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo.

Mengutip laporan dari laman resmi PVMBG https://magma.esdm.go.id dalam waktu 24 jam terakhir Gunung Semeru mengalami 54 kali letusan atau erupsi dengan amplitudo 11-12 mm dengan durasi 85-130 detik.

Dalam waktu yang hampir bersamaan terpantau 2 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 500-800 meter, yang berada di bawah kawah kurang lebih 500 meter.

Giri, penduduk di Dusun Kampung Renteng Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Pronojiwo Lumajang, melihat guguran lava pijar mulai jum’at (3/12/2021) sore sejak pukul 18.00 WIB dengan jarak luncur 1 kilometer lebih dibarengi beberapa kali suara gemuruh.

“Ya sebenarnya takut mas, takut kayak tahun lalu. Semeru dari tadi malam terlihat jelas bisa dilihat dengan kasat mata dan beberapa kali terdengar suara gemuruh,” ungkap Giri.

Terakhir Kali Meletus Gunung Semeru terakhir kali mengeluarkan lava sejauh 1 kilometer pada Kamis 27 Agustus 2021 lalu.

Saat itu menurut data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), letusan terjadi sebanyak 46 kali, hembusan 10 kali, guguran 4 kali dan tektonik jauh 3 kali.

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo membenarkan aktivitas vulkanik tersebut.

“Secara visual teramati terjadi 3 kali letusan berwarna putih kelabu sejauh 100-500 kilometer mengarah ke barat.

Setelah itu ada 4 kali guguran dari puncak (Jonggring Saloko) 100-1000 meter ke arah Besuk Kobokan,” katanya.

Aktivitas tersebut merupakan hal yang normal.

Warga diimbau tidak beraktivitas dalam beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah puncak Gunung Semeru dan jarak 5 kilometer arah bukaan kawah di sektor tenggara –  selatan. Sebab tempat tersebut merupakan jalur aliran lava.

“BPBD menghimbau kepada masyarakat tidak melakukan aktivitas sejauh 5 kilometer di sektor lereng selatan – tenggara serta memaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai,” pungkas Wawan.

Continue Reading

video

(Video) Reuni 212 Tetap Digelar di Patung Kuda meski Belum Kantongi Izin


Published

on

By

Acara Reuni 212 akan tetap digelar di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021), meski belum mengantongi izin dari kepolisian.

Channel9.id-Jakarta. Acara Reuni 212 akan tetap digelar di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021), meski belum mengantongi izin dari kepolisian.

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan, acara itu tidak perlu mendapatkan izin dari kepolisian. Sebab, menurut Slamet, hal itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Cukup pemberitahuan, bukan izin, dan itu koordinator lapangan sudah melayangkan ke Polda Metro Jaya,” ujar Slamet, Rabu kemarin. Slamet menambahkan, acara Reuni 212 di Patung Kuda akan berjalan damai seperti namanya, “Aksi Superdamai”.

“Di patung kuda itu aksi superdamai (unjuk rasa) menyatakan pendapat di depan umum dengan tuntutan bela ulama, bela MUI, dan ganyang koruptor,” kata Slamet.

Sebelumnya, kegiatan Reuni 212 tahun ini hanya akan digelar di Masjid Az Zikra, Sentul, Kabupaten Bogor. Namun, setelah memperhatikan situasi dan perkembangan, panitia juga menggelar acara di Ibu Kota. Artinya, acara Reuni 212 tahun ini akan digelar di dua tempat, yakni Patung Kuda dan Masjid Az Zikra.

Namun, lewat keterangan tertulis pada Rabu kemarin, pengurus Majelis Az-Zikra menyatakan menolak kegiatan PA 212 diselenggarakan di tempatnya karena masih dalam suasana duka. Pasalnya, keluarga besar di Masjid Az-Zikra masih diselimuti duka atas wafatnya putra kedua dari almarhum.

Polda Metro Jaya mengancam bakal memidanakan panitia penyelenggara hingga peserta yang nekat melangsungkan kegiatan Reuni 212 di kawasan Patung Kuda. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan menjelaskan, kepolisian bisa menindak tegas panitia ataupun peserta karena kegiatan tersebut tidak mendapatkan izin.

“Apabila memaksakan juga untuk melakukan kegiatan, maka kami akan menerapkan ketentuan hukum yang berlaku kepada mereka yang memaksakan,” ujar Zulpan kepada wartawan, Rabu kemarin. Zulpan mengungkapkan, pihak-pihak yang nekat tetap melangsungkan Reuni 212 di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha berpotensi melanggar tidak pidana. Kepolisian bisa menjeratnya dengan Pasal 212 sampai 216 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Continue Reading

video

(Video) Ajang Promosi Indonesia, KBRI Tokyo Ikut Dalam 10th International Friendly Run

Published

on

By

Ajang Promosi Indonesia, KBRI Tokyo Ikut Dalam 10th International Friendly Run

Channel9.id-Tokyo, Jepang. Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo (KBRI) Tokyo telah berpartisipasi dalam kegiatan 10th “International Friendly Run” yang diselenggarakan oleh Active International Association pada Minggu 28 November 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin persahabatan antara para Duta Besar Mancanegara di Jepang dengan warga Tokyo. Acara ini juga digelar untuk mendukung program bantuan restorasi dan pendidikan bagi korban Gempa Bumi Tohoku 2011 lalu.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi yang turut serta dalam kegiatan ini bersama para pejabat KBRI Tokyo menyampaikan kegiatan ini sekaligus menjadi ajang promosi untuk lebih memperkenalkan Indonesia di masyarakat internasional khususnya Jepang.

“Dalam setiap kesempatan untuk promosi Indonesia, kita akan selalu memanfaatkan termasuk hari ini di dalam International Friendly Run yang diikuti berbagai negara. Kita ikut berpartisipasi untuk lebih mengenalkan Indonesia di masyarakat Internasional khususnya di Jepang,” ujar Dubes Heri.

Active International Association selaku penyelenggara kegiatan ini adalah organisasi nirlaba yang mempromosikan persahabatan dan saling pengertian antara warga negara Jepang dan warga negara asing yang tinggal di Jepang.

Sekitar 1.000 pelari Jepang dan asing, diplomat dari lebih dari 20 perwakilan diplomatik yang berada di Jepang ikut dalam acara ini. Diantaranya adalah Amerika Serikat, Perancis, Rusia, Colombia, Bangladesh Meksiko, Uzbekistan, Kazakhstan, El Salvador.
Dalam kegiatan 10th “International Friendly Run” ini peserta dapat memilih lari estafet grup 20 km, 10 km, 5 km atau 20 km. Pemenang tempat pertama, kedua, dan ketiga dibagi dari setiap kategori jenis kelamin dan usia. Semua pelari yang menyelesaikan lintasan mendapatkan sertifikat dari pihak penyelenggara, kecuali untuk lari estafet di grup 20 krn.

Sebagian dari biaya masuk dalam kegiatan ini akan disumbangkan ke Great East Japan untuk daerah bencana gempa bumi di Jepang dalam mendukung Restorasi dan Pendidikan Kebencanaan.

Kegiatan 10th “International Friendly Run” ini digelar untuk sekaligus mempromosikan “Turnamen Futsal Internasional Tokyo antar kedutaan” dan ‘Turnamen Bola Basket 8×3 antar Kedutaan.

 

Continue Reading

HOT TOPIC