Connect with us

Techno

Zoom Bisa Tampilkan “Kata Ganti”

Published

on

Zoom Bisa Tampilkan “Kata Ganti”

Channel9.id-Jakarta. Menyusul sejumlah platfrom lainnya, kini Zoom juga akan menampilkan “kata ganti”. “Kata ganti” (seperti she/her/hers, he/him/his, atau they/them/theirs) ini akan muncul di dalam tanda kurung, di sebelah nama orang dalam panggilan. Pengguna pun akan diberi opsi untuk mengelolanya saat “kata ganti” ingin ditampilkan.

Pengguna bisa memutuskan apakah mereka ingin “kata ganti” mereka ditampilkan saat rapat atau webinar. Di setelan profil, pengguna bisa memilih opsi untuk selalu atau jangan pernah menampilkannya, atau selalu ditanya apakah harus ditampilkan selama rapat atau webinar.

Baca juga: Pengguna Bisa Bikin Acara dan Monetisasi di Zoom

Fleksibilitas itu berguna bagi pengguna yang ingin menggunakan “kata ganti” di sejumlah situasi tertentu. Namun, perlu diingat, “kata ganti” selalu terlihat di kartu profil.

Pada dasarnya, tampilannya sama ketika pengguna masuk ke dalam panggilan secara manual.

Adapun kata ganti akan terlihat secara default di halaman profil pada akun Basic Zoom yang gratis dan akun berlisensi. Sementara, fitur ini akan dinonaktifkan secara default untuk akun dengan banyak pengguna, kendati admin bisa mengaktifkannya di setelan akun.

Untuk diketahui, fitur “kata ganti” itu hadir mulai Selasa, 22 Juni 2021.

Zoom adalah salah satu dari beberapa situs dan layanan yang telah meluncurkan “kata ganti” baru-baru ini. Instagram dan Slack sudah menambahkannya bulan lalu, dan Twitter saat ini tengah mengembangkannya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Masih Uji Coba, Tiktok Akan Hadirkan Stories

Published

on

By

Masih Uji Coba, Tiktok Akan Hadirkan Stories

Channel9.id-Jakarta. Media sosial cenderung mengikuti tren dengan menambahkan fitur stories. Terbaru ini, giliran TikTok yang menjajal aplikasi tersebut, menyusul aplikasi lainnya.

Fitur yang kemudian disebut “TikTok Stories” itu mirip dengan fitur stories di aplikasi lain, seperti Instagram atau Snapchat. Stories yang baru diunggah nantinya akan muncul di bilah sisi geser. Pengguna bisa melihat stories akun yang mereka ikuti dalam kurun 24 jam, sebelum akhirnya dihapus secara otomatis.

Pengguna juga bisa saling bereaksi dan mengomentari stories. Seperti di Instagram dan platform lainnya, pengguna juga bisa mengetuk foto profil pengguna untuk memuat stories.

TikTok menggambarkan fitur tersebut sebagai cara baru untuk berinteraksi dengan audiens pengguna. Pengguna bisa membuat stories baru dengan mengetuk tombol “create” yang telah ditambahkan ke bilah sisi, dan mereka bisa menambahkan teks, musik, dan teks biasa. Namun, tampaknya stories harus berupa video, bukan sekadar gambar diam—mengingat sifat TikTok yang mengutamakan video.

“Kami selalu memikirkan cara baru untuk membawa nilai bagi komunitas kami dan memperkaya pengalaman TikTok. Saat ini kami sedang bereksperimen dengan cara memberikan format tambahan kepada konten kreator untuk mewujudkan ide kreatif mereka untuk komunitas TikTok,” tulis juru bicara TikTok, dikutip dari The Verge (5/8).

Perusahaan tak merinci seberapa luas pengujian TikTok Stories. Pun tak merinci juga kapan fitur ini akan dirilis ke skala yang lebih luas.

Untuk diketahui, fitur stories merupakan cara yang bagus untuk menggaet pengguna, di mana antarpengguna bisa berinteraksi di aplikasi. Fitur ini juga menawarkan tempat baru untuk iklan, dan secara umum menjaga umpan balik dari aplikasi media sosial tetap berjalan.

Namun, stories tak selalu berhasil. Baru-baru ini, Twitter terpaksa menutup fitur tersebut lantaran penggunaannya rendah.

(LH)

Continue Reading

Techno

Agustus Ini, Facebook Jadi Tempat Penayangan Film Secara Perdana

Published

on

By

Agustus Ini, Facebook Jadi Tempat Penayangan Film Secara Perdana

Channel9.id-Jakarta. Sejak pandemi COVID-19 melanda, banyak festival film yang beralih ke format online atau semi-online. Akhir bulan ini, Facebook akan menawarkan penayangan film secara perdana melalui online, namun berbayar.

Pengguna di negara mana pun, di mana Facebook menghadirkan acara tersebut, bisa menonton pemutaran perdana The Outsider, sebuah film dokumenter tentang National 9/11 Memorial and Museum di New York City. Tiket acara ini seharga $4 (atau Rp57 ribu), dan film tersebut akan debut pada 19 Agustus pukul 8 malam ET. Ini akan tersedia selama 12 jam, dilansir dari Engadget.

Baca juga: Facebook Gelontorkan Rp14,5 Triliun untuk Bayar Konten Kreator Hingga 2022

Seperti yang dilaporkan Axios, diskusi panel Facebook Live akan memutar The Outsider secara perdana. Adapun dokumenter tersebut akan tayang di bioskop tertentu dan platform streaming lainnya pada September mendatang.

Facebook akan menghadirkan sejumlah promo untuk acara yang digelar oleh distributor Abramorama, namun bukan berupa pemotongan harga tiket. Perusahaan sendiri tak akan mengambil komisi dari pendapatan konten kretor hingga 2022.

Untuk diketahui, distribusi film merupakan masalah yang sulit untuk dipecahkan bagi studio dan pembuat film indie, terutama ketika mereka akan merilis film di sejumlah pasar. Namun kini, sama seperti orang lain yang berhasil menyelenggarakan kelas online atau streaming permainan di Facebook, mereka bisa memanfaatkan jangkauan platform yang sangat besar untuk menemukan audiens.

Ke depannya, belum pasti apakah pembuat film dan distributor lain akan menayangkan film mereka di Facebook. Namun, mengingat Facebook terus saja meraksasa, bukanlah hal mustahil ia bisa untuk menyelenggarakan acara serupa di masa depan.

(LH)

Continue Reading

Techno

WhatsApp Rilis Fitur “Sekali Lihat” untuk Kiriman Foto dan Video

Published

on

By

WhatsApp Rilis Fitur “Sekali Lihat” untuk Kiriman Foto dan Video

Channel9.id-Jakarta. WhatsApp baru saja merilis fitur “View Once” atau sekali lihat pada Selasa (3/8). Fitur ini memungkinkan kiriman foto atau video dihapus dari obrolan setelah dibuka oleh penerima pesan.

Saat mengirim foto atau video, pengirim bisa mengaturnya bisa sekali dilihat dengan mengetuk tombol “1” yang ada di sebelah kiri tombol kirim. Setelah penerima membukanya, kiriman itu akan dihapus. Penerima akan melihat kiriman itu menghilang. Jadi, bisa dibilang fitur itu memungkinkan pengguna mengirim foto atau video kepada penerima yang dipercaya agar tak mengambil tangkapan layar.

Baca juga: Keluar-Masuk Group Call di WhatsApp Jadi Mudah, Risiko Penyadapan Justru Meningkat

Pada Juni lalu, Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa fitur tersebut akan datang, meskipun belum memastikan kapan akan dirilis. WaBetaInfo membocorkan bahwa fitur itu telah dalam versi beta selama sekitar satu bulan.

Adapun salah satu contoh penggunaan fitur tersebut yaitu ketika pengirim mengirim foto yang mengandung informasi sensitif, seperti kata sandi Wi-Fi. Tentu saja, fitur ini mungkin punya kegunaan lain yang kurang bermanfaat. Namun, bagaimanapun juga, ada baiknya opsi pesan bisa terhapus sekali dilihat—saat ini baru ada fitur menghilangkan pesan setelah seminggu atau membiarkannya permanen.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC