Connect with us

Techno

Twitter Buka Pendaftaran untuk Uji Coba Ticketed Spaces dan Super Follows

Published

on

Twitter Buka Pendaftaran untuk Uji Coba Ticketed Spaces dan Super Follows

Channel9.id-Jakarta. Twitter membuka pendaftaran Super Follows dan Ticketed Spaces untuk uji coba terbatas. Pengguna yang berbasis di Amerika Serikat bisa mendaftar melalui aplikasi Twitter seluler. Adapun uji coba Super Follows dibatasi untuk iOS, sementara Ticketed Spaces bisa untuk iOS dan Android.

Twitter akan memilih sekelompok kecil pengguna untuk menguji fitur monetisasi tersebut. Fitur Super Follows memungkinkan pengguna mengenakan biaya kepada pengguna lain sebesar $2,99 (atau Rp43 ribu), $4,99 (atau Rp72 ribu), atau $9,99 (atau 144 ribu) per bulan, untuk mendapat konten eksklusif.

Baca juga: Twitter Akan Hadirkan Fitur Un-Mention

Sementara, Ticketed Spaces memungkinkan pengguna mengenakan biaya antara $1 (atau Rp14 ribu) dan $999 (Rp14,4 juta) agar pengguna lain bisa mengakses ke ruang audio Spaces-nya, dan menawarkan fitur tambahan seperti mengatur batas peserta.

Pengguna bisa melihat apakah mereka memenuhi syarat untuk mendaftar dengan mencentang opsi “Monetisasi” baru di side bar aplikasi seluler.

Peserta uji coba itu akan menyimpan 97% uang yang mereka dapat dari Ticketed Spaces atau Super Follows, setelah iOS dan Android mengenakan biaya. Twitter akan meningkatkan pemotongannya dari 3% menjadi 20% jika pengguna menghasilkan total $50.000 (atau Rp722 juta) dari kedua fitur.

Untuk diketahui, pembagian komisi itu telah diumumkan sejak pratinjau Ticketed Spaces pada bulan lalu.

“Kami ingin memastikan bahwa fitur audio itu bisa menghasilkan uang, itulah sebabnya mereka (perusahaan) berhak mendapat bagian yang besar… Menghasilkan $50K+ dari Super Follows dan Ticketed Spaces menunjukkan bahwa Anda mendapatkan nilai dari fitur-fitur ini dan mereka (perusahaan) membantu Anda mewujudkannya,” jelas Manajer Produk Senior di Twitter Esther Crawford, Selasa (22/6).

Untuk diketahui, komisi 20% Twitter lebih rendah daripada platform berlangganan lainnya. Layanan video milik Amazon, Twitch, mengambil potongan 50% dari layanan berlangganan, dan YouTube mengambil 30% dari biaya keanggotaan. Namun, biaya langganannya juga sepadan dengan 20% OnlyFans.

Tapi komisi itu jauh lebih tinggi dari komisi 10% platform buletin Substack atau tarif dasar 5% dari platform keanggotaan Patreon, meskipun kedua layanan tersebut perlu biaya tambahan. Sementara itu, Facebook memperkenalkan layanan berlangganan pada 2018, dikatakan tak akan mengambil komisi apa pun hingga 2023, selain biaya pembelian dalam aplikasi Apple dan Google.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Kominfo Hadirkan HUB.ID Untuk Dukung Kemajuan Startup Lokal

Published

on

By

Kominfo Hadirkan HUB.ID Untuk Dukung Kemajuan Startup Lokal

Channel9.id-Jakarta. Guna mendukung perkembangan startup digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan HUB.ID. Program ini membuka peluang startup digital untuk mendapat pendanaan, kerja sama bisnis, dan kemitraan lainnya.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan menjelaskan bahwa HUB.ID termasuk rangkaian program Kominfo. Kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan atau mendorong percepatan, pertumbuhan startup, dan talenta digital.

“HUB.ID mempertemukan startup unggulan, untuk bertemu dengan para calon investor. Diharapkan, dalam pertemuan ini melakukan pitching dan mereka bisa memiliki partner untuk mempercepat pertumbuhan mereka,” kata Samuel, dikutip pada Rabu (28/7).

Baca juga: Startup Lokal Fasilitasi Anak Kerjakan Soal Matematika

Samuel menuturkan bahwa Kominfo punya tugas penting untuk mewujudkan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yakni kedaulatan dan kemandirian digital menjadi prinsip penting dalam transformasi digital Indonesia. Sehingga, Indonesia tak hanya menjadi pasar, tetapi berperan juga menjadi pemain.

Ia menambahkan bahwa pihaknya ingin melaksanakan arahan itu secara konsisten, seperti berinisiatif mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekosistem startup digital, yang mandiri dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Untuk diketahui, pendaftaran HUB.ID telah dibuka sejak 28 Juli hingga 13 Agustus 2021 dan ditargetkan untuk 50 startup digital.

“Startup di sini, yang sudah siap dengan strategi bisnisnya dan telah menjalankan bisnis lebih dari 6 bulan,” ujar Plt. Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kementerian Kominfo I Nyoman Adhiarna.

Para pelaku bisnis digital ini juga sudah punya traction dan produknya sudah digunakan. Setidaknya ada tujuh kategori bisnis yang dibidik, Pertanian dan Kemaritiman, Kesehatan, Logistik, Pariwisata, Pendidikan, Keuangan, dan Smart City.

Adapun fokus utama dari HUB.ID ialah pelaksanaan Business Matchmaking. Kegiatan ini untuk mempertemukan dengan BUMN, korporasi swasta, dan institusi pemerintah. Lalu ada Networking Session di sepuluh kota. Kegiatan ini menghadirkan perwakilan korporasi swasta di daerah, akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku industri lainnya. Startup yang terpilih berkesempatan mempresentasikan bisnis dan produknya di hadapan investor dari berbagai negara.

Untuk diketahui, Demo Day itu akan digelar dalam dua gelombang, selama dua hari dengan mengundang perwakilan pemodal ventura, angel investor, dan investor lainnya.

(LH)

Continue Reading

Techno

Kominfo Dukung Pengembang Game RI Go Internasional

Published

on

By

Kominfo Dukung Pengembang Game RI Go Internasional

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia menggelar acara “Indonesia Game Developer eXchange (IGDX)”. Upaya ini ditujukkan untuk mendorong industri game lokal untuk go global.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan mengatakan bahwa acara itu bisa menjadi ajang yang mewadahi pelaku industri game lokal dan global. “Selain itu, juga menjadi sarana peningkatan kualitas SDM industri game tanah air dan showcase bagi karya industri game dalam negeri,” sambungnya, Rabu (28/7).

Baca juga: Berpotensi Bagi Negara, Industri Game di Indonesia Akan Dikembangkan

Adapun acara itu terdiri dari serangkaian kegiatan. Mulai dari IGDX Business, IGDX Conference dan IGDX Academy, yang baru-baru ini digelar. Dengan berpartisipasi di acara ini, pengembang game lokal akan mendapat pengarahan selama tiga bulan dari para mentor yang ahli di bidang ini, dikutip dari rilis pers online IGDX.

Adapun mentor yang bergabung di antaranya Benjamin Chevalier (Mighty Bear Games), Carmen Shen (Garena), Langer Lee (Mixi Inc), Jason Della Rocca, Rami Ismail, Shieny Aprilia (Agate), dan Kris Antoni (Toge Productions). Mereka semua akan membantu mengarahkan produk dan mengembangkan studio game agar tumbuh dan berhasil.

Untuk diketahui, acara IGDX akan digelar dari Oktober hingga November 2021. Dengan digelarnya rangkaian kegiatan ini, diharapkan mampu berdampak positif bagi perkembangan industri game lokal.

Sebagai informasi, di acara ini, Kominfo dan AGI bukan penyalur dana. Namun, mereka menghadirkan pelatihan-pelatihan yang bisa membuat pengembang game lokal berkembang. Hal ini memungkinkan mereka bertemu dengan para calon investor.

“Jadi memang, program yang kita laksanakan sekarang ini, yaitu HUB.ID dan IGDX memberi pelatihan, fasilitas dan bila diuangkan jumlahnya cukup besar. Karena kami juga menghadirkan narasumber, speaker dan trainer kelas atas,” kata Plt. Direktur Ekonomi Digital Kominfo I Nyoman Adhiarna.

(LH)

Continue Reading

Techno

Demi ASO, 6,7 Juta Set Top Box Gratis Akan Dibagikan Untuk Masyarakat Tak Mampu

Published

on

By

Demi ASO, 6,7 Juta Set Top Box Gratis Akan Dibagikan Untuk Masyarakat Tak Mampu

Channel9.id-Jakarta. Pemerintah saat ini sedang melancarkan migrasi TV analog ke TV digital atau Analog Switch Off (ASO). Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memetakan siapa saja yang bisa mendapat Set Top Box (STB) gratis.

STB gratis yang bersumber dari subsidi APBN itu akan diberikan kepada keluarga yang dinilai tidak mampu. Dengan begitu, mereka bisa menikmati siaran TV digital, meski masih menggunakan TV analog.

“Setidaknya ada sekitar 6,5 juta hingga 7 juta STB. Inilah yang akan digandeng sama-sama oleh LPS (red: Lembaga Penyiaran Swasta). Karena ada berkepentingan dengan lahirnya TVRI, maka pemerintah akan mengeluarkan anggaran untuk membantu TVRI menyediakan ini,” jelas Direktur Jendral Penyelenggara Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Ahmad M. Ramli melalui keterangan tertulis, belum lama ini.

Sementara itu, masyarakat lain disarankan membeli perangkat STB jika televisi belum mendukung siaran TV digital. Menurut Kominfo, harga STB di pasaran rata-rata mencapai Rp150.000-250.000,- per unit.

“Konsekuensi kebijakan ini masyarakat yang televisinya belum siap untuk digital harus punya STB,” kata Ramli.

Untuk diketahui, ASO Tahap 1 ditargetkan pada 17 Agustus 2021. Adapun ASO total paling lambat 2 November 2022, sebagaimana Peraturan Menteri Kominfo Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Kominfo membagikan ASO ke dalam lima tahap. Sepanjang 2021, ada dua tahap pemerintah menghentikan siaran TV analog. Sedangkan sisanya dikerjakan pada 2022.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC