Connect with us

Internasional

Aung San Suu Kyi Terancam 2 Tahun Penjara, Tenaga Kesehatan Berunjuk Rasa

Published

on

Aung San Suu Kyi Terancam Dipenjara 2 Tahun, Pekerja Kesehatan Berunjuk Rasa

Channel9.id-Jakarta. Kepolisian Myanmar memvonis Aung San Suu Kyi atas tuduhan mempunyai walkie-talkie impor illegal. Atas tuduhan ini, Aung San Suu Kyi terancam vonis penjara maksimal 2 tahun.

Tuduhan ini dikarenakan militer Myanmar menemukan bodyguard Aung San Suu Kyi menggunakan walkie-talkie tanpa seizin Aung San Suu Kyi. Vonis ini dibenarkan oleh anggota partai Suu Kyi.

Tak hanya Suu Kyi, presiden Win Myint, juga berpotensi dijerat hukum dikarenakan melanggar protokol kesehatan dikarenakan bertemu dengan orang banyak saat kampanye lalu.

Baca juga : Aung San Suu Kyi Ditangkap, Militer Myanmar Rebut Kekuasaan

Menurut media lokal Myanmar, dilaporkan bahwa militer Myanmar juga akan menginvestigasi pemilu November tahun lau, dimana partai Suu Kyi, NDL, menang telak. Langkah militer Myanmar ini tak dipungkiri memperkeruh suasana di Myanmar.

Rakyat Myanmar yang menentang hal ini pun juga melancarkan aksinya. Salah satu langkah pertama  datang dari 70 pekerja kesehatan rumah sakit di daerah Naypyidaw, menyatakan bahwa mereka tidak akan mau bekerja dibawah rezim militer.

“Kami menolak untuk mematuhi perintah dari rezim militer yang tidak sah ini. Mereka menunjukkan bahwa mereka tidak menghargai para pasien,” kata salah satu pekerja kesehatan.

Federasi Guru Myanmar, mengumumkan bahwa mereka akan mndukung kampanye menolak kekuasaan militer, Rabu (4/2/2021) malam. Grup Facebook yang dibuat untuk mengkoordinasikan kampanye tersebut, telah mengumpulkan lebih dari 180,000 orang.

Federasi Serikat Mahasiswa Seluruh Burma telah mendesak pekerja pemerintah lainnya untuk mogok.

“Mereka tidak akan berhenti untuk berkampanye sampai pemerintahan terpilih kembali menjabat” ujar Kyaw, seorang ahli bedah yang mundur dari rumah sakit nasional, kini ia bekerja di rumah sakit umum daerah Yangon Barat.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

9 Prefektur di Jepang Minta Status Darurat Dicabut

Published

on

By

9 Prefektur di Jepang Minta Status Darurat Dicabut

Channel9.id-Jakarta. Menteri Ekonomi Jepang mengatakan pemerintah regional Jepang meminta status darurat pandemi dicabut menjelang tanggal 7 Maret karena kasus Covid-19 mulai menurun pada hari Rabu (24/2/2021). Namun, sebelum menyetujui permintaan itu, pemerintah meminta pandangan para ahli terlebih dahulu.

Naiknya kasus Covid-19 bulan lalu membuat Jepang menerapkan status darurat untuk 11 prefektur, mempersingkat jam operasional dan juga meminta para masyarakatnya untuk membatasi aktivitasnya.

Baca juga : Thailand Menerima Vaksin Sinovac 200 Ribu

Kepala Sekretaris Kabinet, Katsunobu Kato, mengatakan “Status darurat ini kemungkinan besar akan dicabut secara bertahap walaupun toko-toko tetap akan diminta untuk tutup lebih awal”.

Dilaporkan oleh NHK, Jepang mencatat sebanyak 1,083 kasus Covid-19 pada hari Selasa, lebih sedikit dibanding saat puncak-puncaknya yang ada di angka hampir 8,000 kasus pada tanggal 8 Januari. Angka kasus Covid-19 terbaru di Tokyo sudah turun di angka yang belum pernah dicapai sejak November tahun lalu.

Menteri Ekonomi, Yasutoshi Nishimura, pada Selasa malam mengatakan tiga prefektur di barat dan juga tiga lagi di tengah dan tiga di selatan Jepang meminta status darurat untuk dicabut lebih awal pada minggu ini.

“Tokyo dan juga prefektur di sekitarnya akan tetap dalam status darurat,” ujar Nishimura.

Laporan dari Jiji News mengatakan Perdana Menteri Yoshihide Suga akan bertemu para menteri pada hari Rabu untuk mendiskusikan soal pencabutan status darurat di enam prefektur regional, yang keputusannya akan diambil pada hari Jumat.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Kerusuhan Penjara di Ekuador 62 Meninggal

Published

on

By

Penjara di Ekuador Mengalami Kerusuhan, 62 Meninggal

Channel9.id-Ekuador. Setidaknya 62 orang meninggal dan belasan lainnya luka-luka di tiga kerusuhan penjara di Ekuador, ujar pihak berwenang pada hari Selasa (23/2/2021).

Pihak berwenang mengatakan penyebab kerusuhan di penjara kota Guayaquil, Cuenca dan Latacunga adalah karena adanya perselisihan antar geng di dalam penjara.

“Dua kelompok ini bersaing memperebutkan kekuasaan di dalam penjara,” kata direktur lembaga tahanan Ekuador, Edmundo Moncayo.

Moncayo mengatakan sejauh ini  baru 62 orang yang dapat dikonfirmasi kondisinya, media lokal mengatakan mereka meninggal karena luka tembakan atau tusukan.

Pihak berwenang baru bisa menertibkan kembali setelah 800 petugas polisi tambahan datang membantu, tambahnya.

Sebelumnya Komandan Jenderal Polisi, Patricio Carrillo, mengatakan di Twitter bahwa kerusuhan itu melibatkan tahanan keamanan tinggi.

“Saat ini keadaan di penjara sudah aman terkendali,” ujar Carillo.

Kerusuhan itu dilaporkan dimulai pada Senin malam saat seorang tahanan menyandera petugas penjaga.

Saat berita soal kerusuhan di penjara mencuat ke publik, keluarga tahanan berbondong-bondong datang untuk mengetahui apa yang terjadi disana.

Foto dan video bertebaran di sosial media yang menunjukkan para tahanan berkumpul di atap penjara dengan para polisi mengelilingi penjara dengan mobil dan motor patroli.

Presiden Ekuador, Lenin Moreno, mencuit di Twitter kalau geng-geng itu sudah melakukan berbagai macam bentuk kekerasan di beberapa penjara Ekuador.

Dia mengatakan polisi, dalam koordinasinya dengan Menteri Pemerintah Patricio Pazmino Castillo, sedang berusaha untuk mengambil alih suasana di penjara-penjara itu.

Pemerintah mengatakan beberapa petugas kepolisian terluka dan para petugas penjara berhasil diungsikan selama kerusuhan terjadi.

Kerusuhan di penjara dikarenakan adanya persaingan antar geng sudah sering terjadi di Ekuador.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Korea Selatan Mulai Vaksinasi Jumat

Published

on

By

Korea Selatan Mulai Vaksinasi Hari Jumat

Channel9.id-Korea Selatan. Korea Selatan telah mendapatkan vaksin kloter pertamanya pada hari Rabu (24/2/2021). Para pekerja kesehatan dijadwalkan akan menerima vaksin AstraZeneca pada hari Jumat minggu ini.

Korea Selatan mempunyai gol untuk mencapai herd immunity pada bulan November, mereka akan memulainya dengan memvaksin 10 juta orang yang mempunyai resiko meninggalnya tinggi sampai bulan Juli.

Vaksin AstraZeneca yang cukup untuk 750,000 orang itu akan didistribusikan dari tempat produksinya yang di Korea Selatan, SK Chemicals Co Ltd unit SK biosains, ke pusat-pusat imunisasi di seluruh negeri yang akan dimulai pada hari Rabu (24/2/2021).

“Kita akan memulai vaksinasi yang historis ini pada hari Jumat. Penyebaran vaksin sudah dimulai dari hari ini,” ujar Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Sye-kyun. “Ini adalah langkah pertama yang akan menuntun kita kembali ke keadaan normal seperti dulu”.

Baca juga : Korea Selatan Akan Mencapai Herd Immunity Musim Semi 2021

Minggu lalu, data dari pemerintah menunjukkan 94% dari 367,000 petugas kesehatan yang berumur 64 tahun siap untuk divaksinasi walaupun adanya isu vaksin AstraZeneca kurang efektif untuk mereka yang lansia. Pekerja kesehatan yang masih muda tapi masuk kelompok prioritas juga siap divaksinasi.

“Pemerintah secara menyeluruh sedang mempersiapkan semua proses vaksinasi mulai dari pengiriman, transportasi, distribusi, vaksinasi hingga mengendalikan reaksi negatif agar publik dapat divaksinasi dengan rasa aman,” ujar Chung.

Walikota Seoul, Seo Jung-hyup, pada hari Rabu mengatakan rencana vaksinasi skala besar hanya bisa dilakukan dengan partisipasi publik yang luas.

“Untuk menjalankan rencana vaksinasi di kota Seoul, rasa saling percaya dan kerja sama dari masyarakat sangatlah dibutuhkan,” ujarnya.

(RAG)

Continue Reading
Vaksin Corona

HOT TOPIC