Connect with us

Lifestyle & Sport

Bahaya Menaruh Ponsel Dekat Kepala Saat Tidur

Published

on

Bahaya Menaruh Ponsel Dekat Kepala Saat Tidur

Channel9.id-Jakarta. Di era digital ini, nyaris semua orang mengandalkan gawai seperti ponsel untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan sehari-hari, mulai dari kepentingan kerja, belajar hingga hiburan. Jadi bisa dibilang dari bangun tidur hingga ke tidur lagi, banyak orang tak bisa lepas dari perangkat ini.

Bahkan, banyak yang membawa ponsel di dekat tempat tidurnya. Hal ini pun kiranya jadi kebiasaan banyak orang pada hari ini. Ponsel sering kali ditaruh di dekat kepala, bahkan di bawah bantal.

Baca juga : Bahaya Main Ponsel di Toilet

Padahal tidur dekat ponsel bisa berbahaya, lo. Terlebih bila ponsel ditaruh dekat kepala. Nah, memang apa saja sih bahayanya? Simak ulasan berikut ini supaya Kamu sadar bahayanya dan menghindari kebiasaan membawa ponsel saat tidur.

1. Kemampuan konsentrasi menurun
Mungkin Kamu sering mendapati ponsel tergelak di dekat kepala. Entah ini karena sebelumnya Kamu ketiduran saat memainkannya atau memang sengaja menaruhnya demikian, dengan harapan mudah menjangkau ponsel atau mendengar alarm dengan jelas.

Namun, perlu Kamu ketahui, sejumlah penelitian menemukan bahwa ponsel jenis apa pun akan mengeluarkan radiasi elektromagnetik yang bisa mempengaruhi kualitas tidur. Efek radiasi ini menyebabkan aliran darah yang diarahkan ke otot-otot tak maksimal. Sehingga, pada keesokan harinya, Kamu cenderung kurang konsentrasi, nyeri, dan fokus.

2. Sulit tidur
Suatu penelitian menunjukan bahwa cahaya biru dari ponsel, laptop, TV, dan gawai lainnya akan menghambat produksi hormon melatonin, yang berfungsi mengatur tidur dan mengganggu jam biologis tubuh. Hal ini terjadi lantaran cahaya biru memancarkan gelombang panjang seperti pada siang hari, yang membuat tubuh berpikir jika masih siang meski sudah malam. Maka dari itu, pastikan Kamu mematikan semua gawai atau menjauhkannya dari jangkaanmu saat tidur.

3. Gangguan sel otak
Radiasi ponsel akan memengaruhi susunan saraf manusia, bahkan bisa memicu kanker atau tumor—menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Terutama pada anak-anak yang kulit kepala dan tengkoraknya lebih tipis daripada orang dewasa, sehingga lebih rentan terhadap radiasi.

Senada, seorang ahli kesehatan pernah mengatakan bahwa paparan radiasi dari ponsel merusak sel-sel otak. Jika hal ini terjadi, risiko terkena berbagai penyakit akan meningkat. Pasalnya, otak merupakan pusat pengendalian tubuh.

4. Kebakaran
Menaruh ponsel di bawah bantal, terlebih dalam kondisi mengisi baterai dan dibiarkan semalaman, semestinya dihindari. Pasalnya, ponsel dalam kondisi mengisi daya baterai cenderung cepat panas jika ditaruh di tempat tertutup seperti bantal, selimut, ataupun bahan tebal lainnya, sehingga berisiko memicu kebakaran.

Nah, untuk menghindari efek buruk dari ponsel, hindarilah penggunaan ponsel di atas pukul 10 malam agar Kamu bisa tidur nyenyak. Usahakan untuk menyimpannya jauh dari tempat tidur. Jika memang membutuhkan alarm, sebaiknya atur suara alarm agar keras terdengar, kemudian taruh ponsel di tempat yang jauh dari jangkauanmu. Bila perlu, ubah mode ponsel menjadi mode pesawat.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Agar Efektif, Dobel Masker Atau Ikat Tali Masker Medis

Published

on

By

Agar Efektif, Dobel Masker Atau Ikat Tali Masker Medis

Channel9.id-Jakarta. Lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia membikin banyak pihak kalap. Bahkan rumah sakit di sejumlah wilayah dilaporkan kewalahan menangani pasien ini. Masuknya varian Covid-19 terkuat, yaitu varian Delta, disebut sebagai pemicu lonjakan kasus COVID-19.

Dengan situasi seperti sekarang ini, sudah seharusnya masyarakat lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan. Salah satu yang tak boleh absen adalah menggunakan masker, terutama saat ke luar rumah dan di tempat ramai.

Baca juga: Ahli Tak Lagi Sarankan Penggunaan Masker Kain

Sejumlah ahli kesehatan menyarankan penggunaan masker dobel. Untuk menggunakannya, masker medis atau bedah dipakai di bagian dalam, sementara masker kain di bagian luar. Cara ini membantu mengencangkan masker medis, sehingga masker tak lagi bercelah di bagian sisi. Dengan begitu, hal ini mencegah udara yang belum difiltrasi, yang mungkin mengandung virus, terhirup.

Namun, jika enggan menggunakan masker ganda, masih ada cara lain yang bisa meningkatkan filtrasi masker medis. Caranya yaitu dengan mengikat loop atau tali di bagian telinga. Dengan demikian, masker medis yang dipakai lebih rapat sehigga tak ada lagi ruang masuk udara di sisi masker.

Untuk mengikat tali, pastikan tali masker diikat sedekat mungkin dengan ujung masjer. Kemudian selipkan ujung masker ke arah dalam. Terakhir, pastikan tak ada rongga udara saat dipakai.

Lebih lanjut, untuk memeriksa apakah masker sudah terpasang dengan benar, cobalah taruh tangan di tepian masker. Pastikan tak ada udara yang berembus dari area dekat mata atau sisi masker. Kemudian, jika masker memang pas, Kamu akan merasakan udara hangat masuk lewat bagian depan masker dan mungkin bisa melihat bahan masker kembang-kempis saat bernapas.

Baik masker dobel atau masker ditali, keduanya direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). “Kedua metode bisa menghalangi partikel masuk, hingga lebih dari 95%, dalam percobaan laboratorium,” jelas tulis laporan CDC.

“Di tengah varian Corona yang beredar, apa pun yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki pemakaian masker agar berfungsi lebih baik, semakin cepat kita bisa mengakhiri pandemi ini,” pungkas John T Brooks, ahli medis CDC, dikutip Rabu (23/6).

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Varian Delta Jadi Varian COVID-19 Terkuat

Published

on

By

Varian Delta Jadi Varian COVID-19 Terkuat

Channel9.id-Jakarta. Beberapa waktu lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengumumkan bahwa virus Corona varian Delta (sebelumnya disebut B1617.2) merupakan varian yang sangat menular dan terkuat. Oleh karenanya, WHO mengklasifikasikannya sebagai ‘Variant of Concern’ atau VoC, yang harus diwaspadai di dunia.

Baca juga: Anies: Ada Kemungkinan Anak-Anak Jakarta Terinfeksi Varian Baru Covid-19

Dr Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO mengatakan pada Selasa (22/6) bahwa varian itu lebih mematikan karena lebih efisien menulari manusia. Varian ini akan menginfeksi individu yang rentan. “(Varian Delta) akan menemukan individu-individu yang rentan, yang akan menjadi sakit parah, harus dirawat di rumah sakit dan berpotensi meninggal,” sambungnya.

“Oleh karena itu jika ada orang yang dibiarkan tanpa vaksinasi, mereka tetap berada pada risiko lebih buruk,” tandasnya.

Berangkat dari kekhawatiran itu, Dr Mike mengimbau para pemimpin dunia dan pejabat kesehatan masyarakat untuk segera melakukan donasi dan pendistribusian vaksin.

Pejabat teknis WHO untuk COVID-19, Maria Van Kerkhove menmabahkan bahwa varian Delta kini sudah menyebar di 92 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Indonesia.

Ia mengatakan bahwa varian ini bisa menyebabkan gejala yang lebih parah, pun bisa memicu gejala yang berbeda dari varian lainnya. Mengenai hal ini, lanjutnya, mesti dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Tidak ada varian yang benar-benar menemukan kombinasi penularan dan kematian yang tinggi. Tetapi, varian Delta adalah virus yang paling mampu, tercepat, dan terkuat dari virus-virus itu,” kata Maria.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Indro Warkop Positif Covid-19

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Indrodjojo Kusumonegoro alias Indro Warkop terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu disampaikan dirinya melalui akun Instagramnya, Rabu 23 Juni 2021.

Indro menyatakan, hasil tes pada 22 Juni kemarin menunjukkan dirinya positif Covid. Dirinya menduga terpapar karena imunitas sedang drop.

Dia mengimbau kepada orang-orang yang berinteraksi dengannya sebelum ini untuk melakukan tes swab.

“Mohon doa untuk kesembuhan segera dan gak harus ada gejala berat. Semoga vaksin bekerja membantu pemulihan,” kata Indro.

Indro menyampaikan, saat ini sedang melakukan isolasi mandiri di rumah. Dia tetap dalam pantauan dokter secara berkala.

“Ayo semua perketat protokol kesehatan. Saya sangat patuh masih bisa kena. Semangat para pejuang Covid!,” kata Indro.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC