Nasional

Bakom Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Tengah Dugaan Penyadapan Prabowo

Channel9.id – Jakarta. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengajak masyarakat menjaga keamanan dan keutuhan bangsa di tengah mencuatnya dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara.

Syahganda meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh kepentingan politik yang berpotensi memicu perpecahan. Dia juga mengingatkan agar ambisi kekuasaan tidak menjadi alasan untuk membenarkan tindakan yang bertentangan dengan moral dan persatuan bangsa.

“Jangan biarkan ambisi-ambisi kekuasaan membuat masyarakat menoleransi politik busuk, tanpa moral, dan bisa memecah belah persatuan kita,” kata Syahganda dalam keterangan tertulis yang diterima Channel9.id, Kamis (5/11/2026).

Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung langkah Presiden dan Kepolisian dalam menangani persoalan tersebut. Menurutnya, setiap tindakan yang berpotensi mengancam keamanan dan keselamatan Presiden perlu ditindaklanjuti melalui proses hukum.

“Saya mengajak seluruh elemen bangsa dan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, dan keutuhan bangsa,” ujarnya.

Syahganda menegaskan, dugaan tindakan yang mengancam keamanan maupun kewibawaan Presiden harus diusut secara objektif dan transparan. Penanganannya, kata dia, harus mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo prihatin atas dugaan penyadapan, penghapusan bukti elektronik, dan akses ilegal yang disebut menyasar dirinya.

Prasetyo mengatakan, dugaan penyadapan tersebut tidak hanya menyasar Presiden, tetapi juga sejumlah pejabat negara, pimpinan partai politik, hingga tokoh organisasi kemasyarakatan. Informasi itu disampaikan Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11).

Menurut Prasetyo, Presiden menilai dugaan keterlibatan institusi yang berada di bawah kepemimpinannya dalam tindakan tersebut sebagai persoalan serius.

“Beliau sangat prihatin. Institusi yang berada di bawah Presiden, kemudian melakukan upaya sedemikian (penyadapan). Tentunya itu sangat memprihatinkan. Sekali lagi, sangat mengkhawatirkan untuk kepentingan kita semuanya,” kata Prasetyo.

Dia menambahkan, dugaan penyadapan terhadap kepala negara dan sejumlah pimpinan negara berpotensi berkaitan dengan informasi sensitif. Penyalahgunaan informasi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan kepentingan bangsa.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

82  +    =  86