Connect with us

Lifestyle & Sport

Berisiko Bagi Kesehatan, Hindari Makanan Ini Saat Buka Puasa

Published

on

Berisiko Bagi Kesehatan, Hindari Makanan Ini Saat Buka Puasa

Channel9.id-Jakarta. Selama Kamu menjalani puasa di bulan Ramadan, tentu waktu makan dan minum jadi terbatas yakni saat buka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang hingga fajar.

Adapun waktu buka puasa menjadi momen yang paling ditunggu karena akhirnya, Kamu bisa mengonsumsi makan dan minum setelah 12 jam lebih menahan lapar. Namun, ada beberapa makanan yang sebaiknya Kamu hindari saat buka puasa, lo.

Baca juga : Cara Mudah Atasi Sakit Gigi Saat Puasa

Sayangnya, Kamu cenderung hilang kendali sehingga makan dan minum dengan jor-joran. Jika sudah demikian, bersiap-siaplah akan datangnya masalah kesehatan, utamanya gangguan pencernaan! Duh, puasa yang harusnya menyehatkan malah mendatangkan penyakit.

Nah, untuk menghindari risiko itu dan mendapat manfaat puasa dengan optimal, sebaiknya Kamu lebih selektif memilih menu. Ada menu yang harus Kamu hindari agar sistem pencernaan tidak terganggu yaitu berikut ini.

1. Makanan tinggi gula
Meski mengonsumsi makanan yang manis dianjurkan saat buka, bukan berarti Kamu bisa jor-joran memakannya. Pasalnya, menu manis seperti sirup, manisan buah, jus buah dengan tambahan gula, memiliki kalori tinggi, namun rendah nilai gizinya.

Menu-menu seperti itu bisa membikin kadar gula darahmu meloncak tinggi dengan cepat. Kamu pun cenderung mudah haus dan nafsu makan jadi lebih besar, yang kemudian berandil pada kenaikan berat badan. Bahkan, lama-kelamaan hal ini juga memperbesar risiko terkena diabates.

2. Gorengan
Gorengan memang nikmat karena gurih dan renyah. Namun, makanan ini tak menyehatkan, bahkan memang tak disarankan untuk dikonsumsi. Terlebih untuk berbuka puasa, di mana sebelumnya perut dalam keadaan kosong cukup lama.

Perlu Kam ingat, bahwa makanan yang digoreng mengandung banyak kalori yang bisa bikin berat badan naik. Selain itu, kandungan lemak jenuhnya yang tinggi juga lambat diproses di sistem pencernaan, sehingga bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

3. Makanan pedas
Makanan pedas sebaiknya Kamu hindari saat buka puasa. Pasalnya, makanan ini bisa meningkatkan produksi asam lambung dan mengiritasi lambung. Lebih-lebih jika langsung dimakan saat perut kosong selama lebih dari 12 jam. Perutmu bisa perih, mual, bahkan muntah, serta nyeri dada.

Namun, jika memang ingin makan pedas, sebaiknya isi perutmu terlebih dahulu dengan makanan lain. Selain itu, batasi mengonsumsi makanan pedas ini. Kiat-kiat ini bisa mengurangi risiko gangguan pencernaan.

4. Kafein
Selain itu, hindarilah mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan cokelat. Pasalnya, kafein ini bisa mengiritasi lambung karena peningkatan produksi asam lambung. Terlebih lagi sebelumnya perutmu kosong dalam waktu lama. Karenanya, minum-minuman berkafein berisiko menyebabkan refluks asam lambung (GERD).

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Tips Makan Tetap Sehat Setelah Lebaran

Published

on

By

Tips Makan Tetap Sehat Setelah Lebaran

Channel9.id-Jakarta. Idul Fitri atau Lebaran memang telah sehari terlewat. Kiranya belum seminggu berlalu, makanan seperti opor ayam, rendang, ketupat hingga kue kering, masih tersaji di meja makan.

Meski menggugah sleera dan sayang dibuang, sebetulnya makanan tadi tak baik jika dimakan terlalu banyak. Pasalnya, selain berkalori tinggi, makanan tersebut juga tinggi lemak jenuh. Tentunya, jika pola makan tak dikontrol, berbagai risiko penyakit akan mengintai, misalnya kolesterol yang bisa membuat kepala pusing.

Nah, untuk menghindari segala risikonya, Kamu disarankan untuk menjaga pola makan sehat setelah Lebaran. Berikut ini tipsnya.

1. Menjaga kebutuhan cairan
Hal penting yang tak boleh Kamu lupakan adalah menjaga asupan cairan tubuh. Kamu sangata disarankan untuk minum air putih minimal 2 liter atau 8 gelas dalam satu hari. Dengan mencukupi kebutuhan cairan, tubuhmu menjadi segar dan terhidrasi sepanjang hari

1. Jaga asupan
Makanan yang melimpah dan banyak pilihan memang menggugah selera. Hasrat untuk memakannya pun semakin besar, karena Kamu lapar mata. Pola makanmu cenderung tak terkontrol.

Sebaiknya Kamu lebih perhitungan terhadap asupan makan dan lebih selektif memilih makan. Untuk menyiasatinya, lakukanlah kegiatan lain untuk mengalihkan lapar matamu. Misalnya membaca hingga mengobrol.

2. Batasi makanan berminyak dan tinggi lemak
Selama Lebaran, kebanyakan makanan berminyak dan tinggi lemak jenuh. Makanan seperti ini bisa memicu kenaikan berat badan, lo. Ditambah lagi dengan naiknya risiko terkena berbagai penyakit.

Makanan yang dimaksud misalnya rendang dan opor ayam. Meski begitu, bukan berarti Kamu dilarang memakannya. Kamu hanya cukup membatasi asupannya. Kamu disarankan untuk memakannya dalam porsi kecil.

3. Imbangi makan dengan sayur dan buah
Kamu boleh makan opor ayam dan rendang, namun perbanyaklah konsumsi sayur dan buah. Kedua jenis makanan ini membantu mencegah Kamu makan berlebihan. Pun bisa mengimbangi makanan berlemak saat Idulfitri.

4. Batasi makanan manis
Makanan yang manis seperti kue kering dan minuman dengan tambahan gula cepat meningkatkan kadar gula darah, lo. Nah, hati-hati berat badanmu bisa cepat naik, terlebih jika Kamu yang punya riwayat diabetes. Batasilah asupannya!

5. Makan perlahan
Otak membutuhkan waktu untuk mendapat sinyal bahwa Kamu sudah kenyang. Maka dari itu, makanlah perlahan. Hal ini membantumu untuk membatasi asupan makan agar tak berlebihan dan kekenyangan.

Jangan sampai Kamu terlalu kenyang karena berat badanmu bisa bertambah.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Hati-Hati Kalap, Perhatikan Pola Makan Ini Saat Lebaran

Published

on

By

Hati-Hati Kalap, Perhatikan Pola Makan Ini Saat Lebaran

Channel9.id-Jakarta. Setelah berpuasa sebulan penuh saat Ramadan, akhirnya Idul Fitri tiba pada Kamis (13/5) ini. Layaknya menyambut lembaran hidup baru, di momen yang paling di nanti ini, banyak orang saling bermaafan dan bersilaturahmi, atau berkumpul dengan keluarga.

Momen itu pun identik dengan makan-makan bersama. Sejumlah makanan seperti opor ayam, rendang, dan ketupat, umum disajikan di meja makan. Selain itu, ada pula kue-kue kering yang siap disantap kapan pun. Misalnya nastar, kue salju, lidah kucing, dan lain sebagainya.

Nyaris pasti Kamu jadi tergugah untuk melahap makanan apa pun yang Kamu lihat. Duh, Kamu bisa-bisa kalap dan kekenyangan karenanya.

Belum lagi jika makanan yang disajikan cenderung berminyak dan berlemak, serta tinggi gula dan kalori. Dampaknya, berat badanmu pun bisa naik dalam waktu singkat. Tentu jadi menyebalkan kalau Kamu sebelumnya menjalani diet. Bahkan, jika Kamu punya riwayat penyakit seperti kolesterol tinggi, Kamu bisa merasakan kambuhnya penyakit tersebut.

Maka dari itu, Kamu harus ingat dan tetap perhatikan pola makan sehat saat Idul Fitri. Bagaimana cara menjalaninya? Berikut ini tipsnya.

Sadar bila “lapar mata”
Kemungkinan besar makanan akan berlimpah di momen Idul Fitri. Camilan hingga makanan berat tersaji di depan mata. Kamu mungkin jadi lapar mata alias tergoda untuk makan karena melihat makanan tersebut. Padahal belum tentu Kamu lapar.

Jika sudah begitu, ingatlah bahwa Kamu harus jaga pola makan. Untuk mengantisipasinya, pilihlah hanya makanan favoritmu. Atur pula makan dengan porsi yang lebih kecil.

Batasi menu tertentu
Makanan saat Idul Fitri banyak yang bersantan dan manis. Makan bersantan mengandung lemak jenuh atau lemak tinggi yang bisa membuat kamu berisiko mengidap kolesterol. Sementara kelebihan makanan berisiko memunculkan penyakit diabetes, berat badan berlebih, dan kerusakan gigi.

Maka dari itu, batasilah asupan keduanya agar Kamu terbebas dari risikonya.

Perbanyak sayuran
Kamu disarankan untuk memperbanyak makanan berbahan sayur. Serat yang dikandung makanan ini membantumu merasa kenyang lebih lama sekaligus mencukupi kebutuhan gizimu.

Jika menu sayur mengandung kuah santan, kamu bisa mengurangi kuah santannya dan perbanyak porsi sayurannya. Cara ini membantumu untuk terbebas dari penyakit kolesterol.

Berhenti makan setelah kenyang
Mengabaikan rasa kenyang menjadi salah satu alasan mengapa berat badanmu naik setelah Idul Fitri. Kamu biasanya baru berhenti makan bila sudah terlalu kenyang.

Nah, Kamu bisa terus-terusan makan jika Kamu tak sadar kalau sedang dalam fase lapar palsu atau lapar mata. Maka dari itu, sekiranya Kamu sudah cukup makan, cobalah untuk mengalihkan perhatian dengan ngobrol atau minum air.

Perlu Kamu ketahui, otak membutuhkan waktu untuk mendapat sinyal bahwa perutmu sudah kenyang. Maka dari itu, perhatikan pola makanmu.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Pola Makan yang Bisa Ganggu Kualitas Tidur

Published

on

By

Pola makan punya peran besar dalam memengaruhi kesehatan, lo. Termasuk terhadap kualitas tidur. Adapun pola dan kualitas tidur yang baik membantu tubuh menjaga

Channel9.id-Jakarta. Pola makan punya peran besar dalam memengaruhi kesehatan, lo. Termasuk terhadap kualitas tidur. Adapun pola dan kualitas tidur yang baik membantu tubuh menjaga berat badan. Bahkan membantu proses penurunan berat badan bagi yang sedang menjalani diet.

Meski begitu, hubungan antara pola makan dan tidur yang penting itu kerap diabaikan. Padahal dengan memahaminya, Kamu berpeluang untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan optimal. Maka dari itu, ketahuilah bagaimana dan pola makan saja yang bisa memengaruhi kualitas tidur. Nah, simak penjelasan berikut ini.

1. Ngemil sebelum tidur
Journal of Clinical Sleep Medicane menunjukkan makan rendah serat dan lemak jenuh tinggi dikaitkan dengan tidur yang lebih ringan dan tak nyaman. Maka dari itu, ngemil junk food seperti donat, keripik, dan pizza akan merusak tidur nyenyakmu.

Jika memang ingin ngemil, sebaiknya pilihlah buah-buahan seperti kiwi—yang kaya antioksidan tinggi—yang mampu meningkatkan kualitas tidur dan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.

2. Sering mengonsumsi minuman olahan
Sama halnya dengan mengonsumsi makanan rendah serat dan tinggi lemak jenuh, mengonsumsi minuman olahan tinggi gula juga punya dampak yang sama. Selain itu, varian minuman yang berkafein tinggi juga akan mengganggu siklus tidur, Kamu jadi sulit jatuh tidur.

Maka dari itu, Kamu lebih baik memilih minuman yang lebih sehat seperti secangkir susu hangat sebelum tidur. Minum susu bisa menenangkan dan meningkatkan kualitas tidur.

3. Sering mengonsumsi karbohidrat olahan
Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan seperti pasta, kerupuk, dan roti juga buruk bagi kualitas tidur. Makanan ini akan mengganggu tahap “tidur nyenyak” lantaran lonjakan gula darah, namun energi cepat menurun sehingga mengganggu ritme sirkadian.

Maka dari itu, Kamu disarankan untuk membatasi makanan jenis ini. Sebagai gantinya, pilihlah makanan berkarbohidrat namun tinggi serat seperti nasi merah dan biji-bijian agar gula darah tetap stabil
4. Makan makanan berminyak
Makanan yang digoreng dan berminyak lebih sulit dicerna. Sebab lemak yang dikandungnya memperlambat proses pengosongan lambung, sehngga jadi makanan bertahan lebih lama di perut. Nah, kondisi ini bisa mengganggu ritme sirkadian yang menyebabkan kantuk di siang hari dan kelaparan larut malam.

5. Mengonsumsi makanan pedas
Mengonsumsi makanan pedas akan memperburuk kualitas tidur. Terlebih lagi jika Kamu punya gangguan lambung seperti maag atau refluks lambung. Maka dari itu, sebaiknya hindari makanan jenis ini, terutama bila dikonsumsi menjelang tidur.

Pasalnya, capsaicin pada cabai atau paprika akan meningkatkan suhu internal tubuh. Padahal, untuk tidur nyenyak, tubuh harus dalam keadaan suhu normal. Selain itu, makan pedas menjelang tidur berisiko membuat asam lambung menjalar dari perut ke tenggorkan—yang kemudian memicu maag atau refluks lambung.

6. Minum alkohol
Kebiasaan minum alkohol meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kehangatan tubuh. Meski demikian, kemungkinan besar Kamu jadi sering terbangun beberapa jam kemudian setelah terlelap.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC