Connect with us

Ekbis

Ekonomi Hijau dan Ekosistem Digital Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Kolaborasi pemerintah bersama semua pihak untuk keluar dari krisis akibat pandemi harus meletakkan rakyat sebagai fokus utama. Arah kebijakan pemulihan krisis dan transformasi ekonomi untuk membangkitkan perekonomian nasional pascapandemi perlu mengadopsi teknologi yang ramah lingkungan (ekonomi hijau), menciptakan ekosistem digital yang inklusif untuk rakyat, dan mampu memberikan solusi untuk mengatasi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan.

Hal tersebut menjadi intisari dari makalah PARA Syndicate berjudul Ekonomi Hijau, Ekosistem Digital, dan Solusi Kemiskinan Menuju Indonesia Sehat dan Maju Pascapandemi, dikutip Selasa (6/4).

Dalam makalah tersebut dinilai juga bahwa “Strategi pedal “gas dan rem” pemerintah dalam menyeimbangkan penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi yang selama ini dijalankan sudah terbukti efektif mengendalikan krisis.

Baca juga: Pengembangan Ekonomi Syariah Butuh Dukungan Riset dan Edukasi

“Beban krisis berlapis akibat pandemi Covid-19 harus segera diurai dengan upaya terfokus pengendalian krisis kesehatan dan tahap kebijakan ekonomi terukur menata kembali kegiatan ekonomi,” tulis makalah.

Meski begitu, tak dapat dipungkiri banyak sekali tantangan, karena gerusan pandemi, situasi yang membatasi, kegamangan membaca ketidakpastian. Sehingga, ekonomi tumbuh minus tahun lalu, bertambahnya jumlah pengangguran, tingkat kemiskinan kembali ke dua angka, dan penduduk miskin bertambah.

Namun juga terbuka peluang, sektor pertanian tumbuh, beberapa sektor prioritas yang produktif dan aman serta berkontribusi besar pada PDB dan ekspor masih tumbuh, dan tercipta peluang model kerja baru ekonomi inklusif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif.

“Tahun 2021 ini menjadi momentum menentukan untuk langkah awal menggerakkan pemulihan krisis dan membangkitkan perekonomian mewujudkan Indonesia sehat dan maju,” tulis makalah.

PARA Syndicate menilai pemerintah perlu menyinergikan berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam menjalankan strategi kebijakan, mulai dari mengutamakan upaya pengendalian krisis kesehatan akibat pandemi, menata kebijakan fiskal dan moneter serta sinergi perbankan, mengatasi hambatan regulasi, hingga menggerakkan kegiatan sektor riil.

Pemerintah diharapkan mampu mengonsolidasikan strategi kebijakan agar kebangkitan ekonomi betul berjalan terukur secara sehat dan maju berkesinambungan. Langkah kolaborasi dan upaya sinergi dari pemerintah, BUMN, dunia usaha, semua pemangku kepentingan diharapkan menjadi kunci mengurai krisis.

“Dengan berjalan bersama dan kerja gotong-royong kita bisa segera mengatasi krisis dan membangkitkan ekonomi,” tulis makalah.

Selain itu, Pemerintah perlu juga terus memastikan konsistensi arah kebijakan menjaga pelandaian kurva Covid-19 berjalan seimbang dengan grafik pertumbuhan ekonomi.

PARA Syndicate menganggap arah kebijakan pemulihan krisis dan transformasi ekonomi perlu memperhatikan tiga hal pokok berikut; Pertama, perekonomian 2021 mulai terjadi pemulihan, model ekonominya “K-shape”: ada sektor yang naik dan ada sektor yang turun. Kedua, arah kebijakan adalah pemulihan (recovery) dan transformasi, dengan momentum pemulihan yang terjaga dengan baik akan mengarah transformasi.

“Ketiga, transformasi ekonomi; dengan melakukan adopsi teknologi, sejalan perubahan ekonomi; dan kebijakan ekonomi ramah lingkungan. Kerangka kebijakan pemerintah menyeimbangkan kesehatan dan ekonomi bagaimana secara konsisten terus dijalankan: melindungi kehidupan (protecting life) – melindungi penghidupan/mata pencaharian (protecting livelihood) – menuju pemulihan (recovery),” tulis makalah.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Jokowi Minta APBD Dimanfaatkan untuk Memperbanyak Program Padat Karya

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Presiden Joko Widodo meminta para kepala daerah untuk memanfaatkan APBD mereka dalam membantu masyarakat di lapisan bawah yang terdampak pandemi. Salah satu caranya ialah dengan memperbanyak program-program padat karya yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan di daerah.

Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021 yang digelar secara virtual dari Istana negara, Jakarta, pada Rabu, 14 April 2021.

“Saya minta agar APBD ini bisa memberikan pekerjaan kepada masyarakat di lapis bawah dengan cara perbanyak program-program padat karya untuk penciptaan lapangan pekerjaan sambil menunggu ekonomi kembali pulih sepenuhnya,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga harus bersegera mengeksekusi bantuan sosial yang sangat dibutuhkan warganya. Pemerintah pusat sendiri telah mengalokasikan bantuan sosial yang juga diberikan kepada masyarakat di daerah. Namun, apabila terdapat sejumlah titik di daerah yang masih belum tersentuh bantuan tersebut, maka pemerintah setempat dapat langsung bergerak cepat untuk turut memberikan bantuan sosial.

“Bantu juga usaha mikro, kecil, dan menengah baik itu permodalan, produksi, maupun pemasarannya karena ini akan menggerakkan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Tak kalah penting, Presiden Joko Widodo kembali menekankan soal investasi di daerah yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Saat ini Indonesia telah memiliki Undang-Undang Cipta Kerja yang implementasi pelaksanaannya harus didukung penuh demi membuka seluas-luasnya kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Daerah baik provinsi, kabupaten, maupun kota jangan memperlambat yang namanya izin investasi karena investasi menciptakan lapangan pekerjaan,” tuturnya.

Investasi yang masuk ke suatu daerah pada gilirannya juga akan menggerakkan perekonomian daerah tersebut. Ketidaksigapan untuk melayani perizinan investasi berarti akan turut memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah yang juga akan memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, investasi juga akan memberikan pemasukan kepada negara dan daerah. Dari aktivitas investasi itu lah negara maupun daerah dapat menarik pajak dan retribusi.

“Sebanyak 76 persen pendapatan negara itu diperoleh dari pajak. Besar sekali. Kalau ada investasi baru mendirikan perusahaan, pabrik, atau industri artinya ada yang kita pungut pajaknya. Ada tambahan lagi,” kata Presiden.

Oleh sebab itu, Presiden kembali mengingatkan pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan dan dukungan penuh bagi dunia usaha yang hendak melakukan investasi. Apabila hal demikian dapat dilakukan, maka pemulihan ekonomi daerah dan nasional diyakini akan dapat dengan mudah dilakukan.

 

Continue Reading

Ekbis

Lumayan, Emas Antam Naik Rp6.000

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik pada perdagangan hari ini, Rabu (14/04). Logam mulia Antam dijual Rp930.000 per gram atau naik Rp6.000.

Sebelumnya, harga emas Antam berada di level Rp924.000 pada Selasa (13/04).

Baca juga: Harga Beli dan  Jual Emas Antam Kompak Turun Rp1.000 

Sementara itu, harga buy back juga ikut naik  sebesar Rp8.000 dan berada di level Rp822.000.

Berikut daftar harga emas Antam pada Rabu, 14 April 2021:

  1. Emas batangan 1 gram Rp930.000
  2. Emas batangan 2 gram Rp1.800.000
  3. Emas batangan 3 gram Rp2.675.000
  4. Emas batangan 5 gram Rp4.425.000
  5. Emas batangan 10 gram Rp8.795.000
  6. Emas batangan 25 gram Rp21.862.000
  7. Emas batangan 50 gram Rp43.645.000
  8. Emas batangan 100 gram Rp87.212.000

 

Continue Reading

Ekbis

Jokowi Tawarkan Jerman Kembangkan Kawasan Industri Terpadu Batang

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo atau Jokowi menawarkan kerja sama peningkatan investasi industri kepada Jerman untuk membangun basis produksi dan rantai pasok global di Kawasan Industri Terpadu Batang.

Hal itu disampaikan Kepala Negara saat melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Angela Merkel secara virtual di Istana Bogor, Selasa (13/04) sore.

“Saya menawarkan kepada Jerman untuk mengembangkan kawasan industri khusus Jerman (German Industrial Quarter) di Kawasan Industri Terpadu Batang,” ujar Jokowi.

Baca juga: Program Digitalisasi Rantai Pasok Logistik Dukung Pulihkan Ekonomi Nasional

Pertemuan bilateral tersebut dilakukan sehari setelah pembukaan Pameran Hannover Messe 2021, dimana Indonesia didapuk sebagai negara mitra atau partner country.

Jokowi juga menyampaikan investasi memegang peran penting dalam pemulihan ekonomi. “Indonesia baru saja mengeluarkan Undang-undang Cipta Kerja yang akan dapat mendukung kerjasama di bidang investasi”, jelasnya.

Sementara itu, Kanselir Merkel melihat potensi yang dimiliki Indonesia di bidang investasi dan industri. Merkel menyebut,  Indonesia adalah mitra penting Jerman.

Kanselir Merkel menyampaikan penghargaan kepada Indonesia yang telah bersedia menjadi negara mitra dalam Hannover Messe 2021 dan menyakini bahwa kemitraan ini akan bermanfaat bagi upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Ia  juga menyampaikan, tahun depan Indonesia akan menjadi Ketua G-20, sementara Jerman menjadi Ketua G-7. Diharapkan dapat dilakukan sinergi prioritas kerja dengan baik antara kedua negara.

Continue Reading

HOT TOPIC