Channel9.id-Jakarta. Sebuah film tak hanya hiburan semata, tapi juga menyampaikan pesan. Demikian dengan film pendek ‘Rumah Kedua’ yang menggelar gala premiere di Cinema XXI Trans Studio Mall Bali, Juni 2026.
Film ‘Rumah Kedua’ mengangkat kisah perantau bernama Baskara. Ia meninggalkan kampung halaman demi mengejar cita-cita dan masa depan cerah namun, sang ayah sakit. Saat itulah, Baskara dihadapkan pada dua pilihan sulit.
Melalui alur cerita emosional dan penuh makna, film ‘Rumah Kedua’ karya sutradara Cleve Low (52 Studios) bersama produser Goh Wei Woon (J. Karpenter) menggambarkan perjuangan, pengorbanan, serta dilema yang dihadapi banyak orang dalam perjalanan hidup mereka.
Judul ‘Rumah Kedua’ dipilih untuk menggambarkan tempat yang tak hanya menjadi ruang untuk singgah, tapi juga tempat menghadirkan rasa nyaman, kepedulian, dan makna bagi para penghuninya. Pesan tentang mewujudkan cita-cita dan family comes first terasa kuat di sini.
Cleve Low, menyampaikan, bahwa film ‘Rumah Kedua’ bukan sekadar film tentang hospitality. “Film ini tentang hubungan manusia, keluarga, dan pengorbanan,” kata Cleve, beberapa waktu yang lalu.
Lebih lanjut, Cleve menerangkan tentang film pendek tersebut. “Kami berusaha menghadirkan cerita jujur dan dekat dengan realitas yang dialami banyak orang,” terangnya.
Produser Goh Wei Woon membenarkan seraya menyinggung pesan universal yang terselip dalam naskah Rumah Kedua.
“Setiap orang pernah berada pada titik di mana harus memilih antara impian dan keluarga. Rumah Kedua berbicara mengenai dilema tersebut dengan cara yang emosional dan autentik,” Goh Wei Woon memaparkan.
Ia berharap kisah ‘Rumah Kedua’ dapat menyentuh hati penonton, terlepas dari latar belakang mereka. Film ini mengingatkan penonton, sebuah tempat dapat menjadi rumah bagi siapa saja yang berada di dalamnya.
Kepada awak media, Goh Wei Woon dan Cleve Low menjelaskan, film ‘Rumah Kedua’ hasil kolaborasi dengan ARM Hospitality. CEO ARM Hospitality, Ronny Soetanto, menyebut proyek film ‘Rumah Kedua’ adalah impian yang dianyam sejak lima tahun silam.
“Sekarang, mimpi tersebut jadi kenyataan. Kami harap Rumah Kedua menginspirasi banyak orang untuk mengejar passion tanpa melupakan keluarga, integritas, dan kasih sayang yang menjadi fondasi dalam setiap perjalanan hidup,” ujar Ronny Soetanto.
Ronny Soetanto menyampaikan syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan film Rumah Kedua hingga dapat tayang di layar lebar. Ia juga menegaskan Rumah Kedua bukti dunia hospitality memiliki sisi kemanusiaan yang kuat.
Sisi ini layak untuk diceritakan melalui film. “Kami percaya cerita memiliki kekuatan untuk membangun empati. Jika film ini dapat membuat seseorang lebih menghargai keluarga, perjalanan hidup, atau orang-orang di sekitarnya, maka tujuan kami tercapai,” ucapnya.
Kontributor: Akhmad Sekhu





