Film ‘Songko’ Tak Sekadar Horor, Angkat Martabat Cerita Daerah ke Level Lebih Berkelas
Lifestyle & Sport

Film ‘Songko’ Tak Sekadar Horor, Angkat Martabat Cerita Daerah ke Level Lebih Berkelas

Channel9.id-Jakarta. Film Indonesia bergenre horor masih banyak diproduksi, yang tak hanya produksi Jakarta, tapi juga produksi daerah yang kini diwakili dengan kehadiran film ‘Songko’. Sebuah film yang datang dengan pendekatan yang berbeda. Tak sekadar menghadirkan teror dan jumpscare, film ‘Songko’ justru membawa sesuatu yang lebih dalam mengangkat cerita daerah ke level yang lebih serius, autentik, dan berkelas.

Diangkat dari legenda Minahasa, Sulawesi Utara, film ‘Songko’ menjadi salah satu contoh bagaimana kisah lokal yang selama ini hidup dari mulut ke mulut bisa diterjemahkan ke dalam medium sinema dengan pendekatan yang matang. Mulai dari riset budaya, pemilihan lokasi, hingga keterlibatan talenta lokal, semuanya dilakukan untuk menjaga keaslian cerita.

Eksekutif Produser Santara, Whisnu Baker, menegaskan bahwa sejak awal, film ‘Songko’ memang dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar film horor. “Kami percaya bahwa cerita daerah di Indonesia punya kekuatan yang luar biasa,” kata Whisnu dalam keterangan persnya, Senin (20/4/2026).

Lebih lanjut, Whisnu menerangkan film yang diproduserinya tersebut. ‘Dengan film ‘Songko’, kami ingin menunjukkan bahwa horor bisa menjadi medium untuk mengangkat identitas budaya, bukan hanya sekadar hiburan, “ terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan dalam film ini adalah bentuk komitmen untuk menghadirkan cerita yang autentik. Langkah ini pun menjadi sinyal bahwa film horor Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih kuat secara naratif, tidak hanya mengandalkan elemen menakutkan, tetapi juga kedalaman cerita.

“Dengan melibatkan talenta lokal dan melakukan riset langsung ke masyarakat, kami ingin memastikan bahwa cerita yang kami bawa tetap punya akar yang kuat. Harapannya, penonton tidak hanya merasa takut, tapi juga merasa terhubung dengan cerita tersebut,” lanjutnya.

Respon publik pun mulai terlihat sejak materi promosi hingga trailer film ini dirilis. Di media sosial, banyak netizen yang mengapresiasi pendekatan berbeda yang diambil oleh Songko. Salah satu netizen menulis “Jarang jarang nih horror daerah tapi sinematografinya cukup meyakinkan,” tulis @athalla _kukuuuu.

Tak sedikit pula yang berharap film ini bisa membuka jalan bagi cerita-cerita daerah lain untuk ikut diangkat ke layar lebar. “Bagus sih Depe Bahasa khas sulut, drg translate ke Bahasa baku Indonesia,” tulis @ofcmahesa.

Fenomena ini menunjukkan bahwa penonton Indonesia mulai mencari sesuatu yang lebih dari sekadar hiburan instan. Ada kebutuhan untuk melihat cerita yang dekat dengan budaya sendiri, namun dikemas dengan kualitas sinematik yang tinggi.

Dengan pendekatan yang menggabungkan horor, budaya, dan kedalaman cerita, film Songko berpotensi menjadi salah satu tonggak baru dalam perkembangan film horor Indonesia. Bukan hanya menghadirkan rasa takut tetapi juga membawa cerita daerah ke panggung yang lebih luas.

Adapun film ‘Songko’ yang dibintangi oleh Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria dan Khiva Iskak, ini tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 23 April 2026.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  52  =  53