Ekbis

Groundbreaking Abadi Masela Dimulai, Proyek LNG Rp340 Triliun Resmi Masuk Tahap Konstruksi

Channel9.id, Jakarta. Proyek liquefied natural gas (LNG) Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, resmi memasuki tahap pembangunan. Dengan nilai investasi mencapai USD 20,9 miliar, proyek strategis nasional ini diproyeksikan memperkuat ketahanan energi Indonesia sekaligus memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian hingga puluhan tahun ke depan.

Peresmian groundbreaking dilakukan pada Kamis (16/7/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut dimulainya pembangunan menjadi tonggak penting setelah proyek tersebut melalui proses pengembangan yang panjang.

Menurut Bahlil, proyek Abadi Masela sempat mengalami keterlambatan akibat perbedaan pandangan mengenai konsep pengembangannya, yakni antara fasilitas yang dibangun di laut (offshore) atau di darat (onshore). Pemerintah kemudian mendorong percepatan penyelesaian berbagai kendala agar proyek dapat segera memasuki tahap konstruksi.

“Pada hari ini, 16 Juli 2026, ini menandai babak baru proyek Abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu. Sudah enam presiden, dan Presiden Prabowo Subianto yang dapat mengeksekusi groundbreaking hari ini,” ujar Bahlil dalam peresmian.

Ia menjelaskan pemerintah telah mempercepat penyelesaian berbagai persoalan, termasuk aspek perizinan dan komitmen investasi, sehingga pembangunan proyek akhirnya dapat dimulai.

Proyek migas tersebut berada sekitar 170-180 kilometer di barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pengembangannya dilakukan melalui skema cost recovery PSC oleh INPEX Masela Ltd sebagai operator dengan kepemilikan saham 65 persen, bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) sebesar 20 persen dan Petronas sebesar 15 persen.

Setelah beroperasi, Abadi Masela ditargetkan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan sekitar 35.000 barel kondensat per hari guna mendukung kebutuhan energi nasional.

Hingga awal Juli 2026, progres front end engineering design (FEED) telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target yang ditetapkan. Pemerintah menargetkan proyek ini mencapai final investment decision (FID) pada akhir 2026.

Berdasarkan kajian LPEM FEB UI, proyek Abadi Masela diperkirakan menyumbang sekitar USD 137,7 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 2055. Selain itu, proyek ini berpotensi menciptakan sekitar 12 ribu lapangan kerja langsung selama masa konstruksi serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Maluku.

Abadi Masela juga menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi carbon capture and storage (CCS) sejak tahap pengembangan. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung pengurangan emisi sekaligus memperkuat upaya transisi energi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  30  =  33