Hukum

Polda Metro Serahkan Don Ritto Beserta Uang dan Emas ke Kejagung Besok

Channel9.id – Jakarta. Polda Metro Jaya akan melimpahkan tersangka kasus dugaan korupsi, Don Ritto, ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat (17/7/2026) besok.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon mengatakan pihaknya juga akan melimpahkan barang bukti berupa emas dan uang tunai yang disita saat proses penggeledahan.

“DR (Don Ritto) akan dilimpahkan Jumat, bersama barang bukti uang dan emas yang sudah kami sita,” ujar Victor kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).

Don Ritto telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama dengan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam tiga kasus sekaligus, yakni kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) berkaitan batu bara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), PT Asabri, dan PT Krakatau Steel.

Kasus ini menjadi perhatian publik usai Polri melakukan serangkaian penggeledahan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, hingga rumah Febrie yang berlokasi di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (8/7/2026). Dari rangkaian penggeledahan ini, polisi mengamankan barang bukti emas batangan hingga valuta asing (valas) senilai miliaran rupiah.

Kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, membantah bahwa temuan uang di kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer di Cipete, Jakarta Selatan terkait dengan perkara yang menjeratnya.

“Pak Idon (panggilan Don) tidak ada hubungan apa-apa dengan urusan itu, ngerti aja tidak. Nah, kalau semua perkara itu dihubungkan dengan uang yang ditemukan oleh rekan-rekan penyidik dari Kortas dan Polda, apakah uang itu berhubungan dengan perkara itu? Kami jawab tidak ada hubungan. Secara hukum pembuktian itu pasti tertolak, pasti tertolak itu,” kata Handika di Polda Metro, Selasa (14/7/2026).

Handika mengklaim uang yang disita penyidik dari dua lokasi tersebut merupakan uang kerja sama antara Don bersama pengusaha untuk pembangunan pelabuhan.

“Nah, kalau ditanya itu uang dari mana, uang siapa? Itu adalah kerja sama dengan pengusaha untuk membangun dermaga atau pelabuhan di daerah Kalimantan Timur,” ucapnya.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3  +  3  =