Connect with us

Internasional

Istri Bos Kartel Narkoba Meksiko Ditangkap di Amerika

Published

on

Istri Bos Kartel Narkoba Meksiko Ditangkap di Amerika

Channel9.id-Meksiko. Istri dari bos kartel narkoba Meksiko, Emma Coronel Aispuro,  ditangkap dan didakwa di Amerika Serikat pada hari Senin (21/2/2021). Ia ditangkap dikarenakan membantu suaminya, Joaquin “El Chapo” Guzman, untuk meneruskan kartel perdagangan narkoba saat Joaquin sedang dibalik jeruji besi.

Penangkapannya merupakan penangkapan orang terkenal dari Meksiko atas tuduhan narkoba sejak mantan Menteri Pertahanan Meksiko, Salvador Cienfuegos, pada Oktober lalu yang menyebutkan penangkapan itu merupakan penurunan dalam hubungan keamanan bilateral.

Baca juga : Kanada Nyatakan Cina Melakukan Genosida di Xinjiang

Emma didakwa oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat karena berkonspirasi untuk mendistribusikan heroin, kokain, ganja dan metamfetamin untuk diimpor secara ilegal ke Amerika Serikat. Dia diharapkan untuk datang ke pengadilan federal di Washington pada hari Selasa.

Pernyataan tertulis yang dilampirkan pada dakwaan juga merinci dugaan keterlibatan Emma dalam kaburnya El Chapo dari penjara meksiko pada tahun 2015 dan juga percobaan keduanya pada tahun 2016 sampai akhirnya ia dipindahkan  ke penjara Amerika Serikat.

Pengacara untuk Emma masih belum dapat ditemukan, dan pengacara dari Meksiko yang punya hubungan dengan keluarga El Chapo masih belum mengeluarkan responnya.

Seorang pejabat Meksiko, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan penangkapan Emma merupakan penangkapan yang diinisiasi oleh Amerika Serikat itu sendiri dan mengatakan Emma bukanlah buron di Meksiko.

Investigasi terhadap Emma ditangani oleh Federal Bureau of Investigation (FBI), bukan oleh Drug Enforcement Administration (DEA). Dakwaannya berhubungan dengan dugaan aktivitas perdagangan narkoba dari tahun 2014-2017.

Jaksa penuntut juga mengatakan Emma juga bersekongkol untuk membantu suaminya melarikan diri dari penjara Altiplano di Meksiko pada Juli 2015 melalui terowongan sepanjang satu mil dari selnnya. Seorang saksi yang tidak mau disebutkan namanya, dibayar $1 juta untuk membantu memfasilitasi pelarian kedua yang gagal setahun kemudian, menurut pernyataan tertulis.

(RAG)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

Joseph Deen, Pro Player Fortnite Termuda

Published

on

By

Joseph Deen, Pro Player Fortnite Termuda

Channel9.id-Amerika Serikat. Untuk sebagian besar anak umur 8 tahun, saat ulang tahun mereka biasanya meniup lilin di kue ulang tahunnya. Tapi buat Joseph Deen, ia malah menandatangani kontrak sebesar $33,000 dolar untuk menjadi pro player di tim esport Team 33.

Joseph Deen adalah pro player Fortnite termuda setelah ia menandatangani kontrak dengan Team 33 Desember lalu.

“Aku merasa sangat senang saat diminta menandatangani kontrak,” kata Joseph kepada reporter BBC. “Aku memang bercita-cita buat jadi gamer profesional, tapi tidak ada yang menganggapku serius sampai akhirnya Team 33 mengajakku untuk menjadi pro player.”

Fortnite adalah game online tembak-tembakan yang dimainkan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Fitur unik dari game ini adalah kita bisa membuat semacam bangunan untuk berlindung atau untuk mendapatkan keuntungan lainnya.

Joseph sendiri sudah memainkan game ini sejak umurnya masih 4 tahun.

Tyler Gallagher, pendiri Team 33 menceritakan bagaimana ia bisa kenal dengan Joseph Deen “Salah satu rekruter kami kenal dengan Deen dan ia mengatakan ‘permainan dia sangatlah apik’,” kata Tyler Gallagher.

“Setelah itu mereka berdua bermain bersama sebanyak yang mereka mau setiap hari. Tak lama setelah itu, ia mengatakan ‘Kau harus mendapatkan anak ini atau tim lain yang akan mendapatkannya!’,”

Namun, menurut ESRB dan PEGI, badan sertifikasi game di dunia, Joseph masih terlalu muda untuk bermain Fortnite.

Saat Fortnite rilis pada tahun 2017, game itu mendapatkan rating PEGI 12 dan ESRB “remaja” dikarenakan adanya konten kekerasan ringan pada game tersebut.

Ibunda Joseph, Gigi, mengatakan bahwa rating itu tidak mengkhawatirkannya dan ia membiarkan Joseph untuk bermain Fortnite selama dua hingga tiga jam sepulang ia sekolah, dan pada hari libur ia bahkan membebaskannya.

“Saya sudah melihat gamenya dan saya rasa tidak ada yang salah dengan game itu,” katanya.

“Ada banyak sekali orang tua yang melarang anaknya untuk bermain. Disaat anaknya sudah masuk usia remaja dan mulai bermain, mereka akan seperti singa keluar kandang, mereka akan menggila. Saya kenal dengan tipe-tipe orang tua seperti ini dan anak-anaknya cenderung rebel ke mereka,” tambahnya.

Selain bermain game, Gigi mengatakan Joseph juga senang bermain piano, yang katanya itulah mengapa ia jago main Fortnite di komputernya.

“Main piano sangat membantuku dalam bermain game-game komputer. Saat aku mulai bermain komputer, aku sudah piawai karena sudah terbiasa main piano,” kata Joseph.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Warga Jepang di Cina Tidak Mau Dites Swab Anal

Published

on

By

Warga Jepang di Cina Tidak Mau Dites Swab Anal

Channel9.id-Jepang. Jepang meminta Cina untuk stop mengambil tes swab Covid-19 anal pada warga Jepang di Cina dikarenakan prosedurnya menyebabkan trauma, kata juru bicara pemerintah Jepang.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Katsunobu Kato, mengatakan pemerintahnya masih belum mendapatkan respon dari Cina yang mengatakan akan memberhentikan prosedur itu terhadap warga Jepang di Cina, jadi mereka akan tetap meminta Cina untuk menggunakan prosedur yang lain terhadap warga Jepang disana.

“Beberapa orang Jepang melapor ke kedutaan kami di Cina bahwa mereka telah melakukan tes swab anal yang mana mereka mengaku kalau mereka trauma akan hal itu,” kata Kato di konferensi pers.

“Namun tidak diketahui berapa orang Jepang yang menerima tes swab anal”, tambahnya.

Baca juga : Kerusuhan di Penjara Ekuador Disebabkan Perebutan Kekuasaan Narkoba

Beberapa kota di Cina menggunakan sampel yang diambil lewat anus untuk mendeteksi adanya potensi virus corona atau tidak. Cina telah meningkatkan skrining untuk memastikan semua potensi tersebarnya virus corona sudah diatasi.

Saat ditanya soal keluhan ini, juru bicara Menteri Luar Negeri Cina, Weng Wenbin, mengatakan bahwa metode tes ini berdasarkan sains, sesuai dengan perubahan situasi pandemi, dan juga relevan dengan hukum dan regulasi.

Menteri Luar Negeri Cina menepis isu bahwa diplomat Amerika di Cina diharuskan untuk dites swab anal bulan lalu, setelah adanya laporan media yang mengkomplain prosedur tersebut.

Tes Covid-19 menggunakan swab anal dapat memastikan semua potensi tersebarnya virus corona terdeteksi dikarenakan sampel dari feses dapat terdeteksi dalam waktu yang lama daripada yang di saluran pernapasan, kata Li Tongzeng yang merupakan seorang dokter penyakit pernapasan.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Kerusuhan di Penjara Ekuador Disebabkan Perebutan Kekuasaan Narkoba

Published

on

By

Kerusuhan di Penjara Ekuador Disebabkan Perebutan Kekuasaan Narkoba

Channel9.id-Ekuador. Pejabat Ekuador mengatakan kerusuhan di penjara yang menewaskan sebanyak 79 orang minggu lalu itu mempunyai hubungan dengan kelompok kriminal internasional, dan mengatakan bahwa situasi di rumah tahanan itu masih tegang pada hari Senin (1/3/2021).

Kerusuhan minggu lalu, yang juga melukai 19 orang, merupakan salah satu kejadian berdarah di penjara Ekuador. Kejadian itu menekankan adanya masalah over populasi dan kurangnya pendanaan di rutan-rutan Ekuador.

Sebelumnya pihak otoritas mengatakan kerusuhan itu disebabkan adanya rivalitas antar geng di rutan-rutan tersebut. Pada hari Senin Menteri Dalam Negeri, Patricio Pazmino, bersaksi di Majelis Nasional bahwa rivalitas geng itu mempunyai hubungan dengan kelompok Internasional yang meperebutkan kontrol perdagangan narkoba di Ekuador.

“Ini bukanlah perkelahian biasa antar dua geng di dalam penjara. Ini adalah konfrontasi antar kelompok-kelompok kriminal yang mempunyai hubungan Internasional yang memperebutkan kekuasaan pasar gelap di Ekuador”.

Baca juga : Korban Kerusuhan Penjara Ekuador Bertambah 79

Tanpa menyebutkan nama kelompok tersebut, Pazmino mengatakan rivalitas antara geng lokal Ekuador meningkat ke kancah internasional pada tahun 2017, setelah demobilisasi kelompok pemberontak FARC di Kolombia melalui perjanjian damai untuk mengakhiri perang saudara yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Pihak otoritas mengatakan kerusuhan-kerusuhan di penjara hampir terjadi lagi semenjak kejadian minggu lalu. Yang paling terbaru itu terjadi pada hari Senin pagi di kota Latacunga, dimana para tahanan menahan lima penjaga rutan, namun pihak otoritas penjara mengatakan situasi disana sekarang sudah dibawah kendali pihak otoritas.

“Situasi saat ini masih tegang dan rumit,” ujar direktur rehabilitasi sosial Servicio Nacional de Atencion Integral (SNAI), Edmundo Moncayo.

Pihak otoritas selama akhir pekan ini memindahkan beberapa tahanan ke rutan yang lain untuk menghindari resiko bertambahnya korban kekerasan di masa mendatang.

Pemerintah mengatakan penjara-penjara di Ekuador mengalami over populasi sebesar 30% dan kurangnya sumber daya dan staf. Ketiga hal ini merupakan faktor-faktor terjadinya kerusuhan.

(RAG)

Continue Reading

HOT TOPIC