Connect with us

Nasional

Kemendagri: Negara Sedang Darurat Bencana, Pemimpin Harus Jadi Teladan

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar mengingatkan bahwa Indonesia masih dalam kondisi darurat bencana yakni menghadapi pandemi Covid-19. Bahtiar menyebut, saat ini Covid-19 telah memakan korban jiwa sebanyak 15.884 orang. Karena itu, ia meminta seluruh pemimpin daerah untuk menjadi teladan bagi masyarakat.

“Negara kita sedang darurat. SItuasinya kita satu komando dari Presiden, (baik) Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Lurah, kepala desa harus sama-sama berperang melawan musuh yang setiap hari menyerang warga kita,” ujar Bahtiar, pada program tayangan Metro Pagi Prime Time, Sabtu (21/11).

Hal ini diungkap sebagai tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Dalam Imendagri tersebut, kepala daerah (Gubernur, Bupati/Walikota) diinstruksikan untuk menegakkan protokol kesehatan, melakukan langkah proaktif untuk mencegah penyebaran Covid-19, dan menjadi teladan bagi masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Baca juga: Instruksi Mendagri Sebagai Early Warning Kepala Daerah Tegakkan Prokes

Bahtiar yang juga merupakan Pjs. Gubernur Kepulauan Riau menjelaskan, ultimatum Mendagri Tito Karnavian untuk memberhentikan kepala daerah ditujukan bagi kepala daerah yang tidak hanya sekedar melanggar protokol kesehatan tapi justru menjadi penganjur terjadinya kerumunan massa.

“Kerumunan itu jelas bisa menjadi sumber penularan massal yang juga menyebabkan kemudian kematian. Kalau itu bisa dibuktikan maka kepala daerah bersangkutan bisa dikenai pidana,” paparnya.

Meski kepala daerah dipilih melalui pemilihan langsung daerah, Kemendagri merupakan pembina dalam birokrasi pemerintahan daerah berhak memberikan instruksi kepada Gubernur, Bupati, Walikota, hingga Camat, Kepala Desa dan Kelurahan dalam menjalankan tugas dan kewenangan mereka di daerah. Salah satu instruksi tersebut adalah penerapan protokol kesehatan.

“Gubernur, Bupati, Walikota diberi otoritas bersama unsur-unsur lain seperti TNI, Polri dan tokoh masyarakat untuk memimpin masyarakat di kondisi darurat. Jika pemimpinnya mengambil langkah yang berbeda maka tidak ada keraguan untuk (mengambil) langkah memberhentikan kepala daerah tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya Kemendagri juga telah memberikan sanksi teguran tertulis kepada lebih dari 50 kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Kita sepakat bahwa kita sedang dalam situasi darurat, Kepala Daerah harus menjadi teladan dan melaksanakan undang-undang yang mengacu pada instruksi dari pemerintah pusat,” pungkas Bahtiar.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

25 Nakes Positif Corona, RSUD Pameungpeuk Garut Tutup Sementara

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kepala Dinas Kesehatan Garut Maskut Farid mengatakan bahwa 25 orang tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Pameungpeuk Garut positif Covid-19. Kata dia, untuk menghindari penularan, rumah sakit ditutup sementara.

“Iya memang ada yang positif. Tapi ini kan ditracing dulu,” ucap Maskut kepada wartawan, Senin (30/11/2020).

Maskut menjelaskan, selain  ada 25 orang yang positif corona, diketahui juga ada 34 orang yang masuk ke dalam klaster tersebut.

Baca juga: 4 Pegawai Positif Corona, Kantor Imigrasi Palu Tutup 

“Yang pasnya saya belum tahu… tapi 25. Iya (total klaster RSUD Pameungpeuk berjumlah 34 orang),” ujar Maskut.

Agar penyebaran tidak semakin meluas, pemerintah menutup sementara RSUD Pameungpeuk yang terletak di wilayah Garut selatan tersebut.

Maskut menjelaskan, penutupan bersifat sementara. RSUD Pameungpeuk yang berada di bawah kendali Pemprov Jabar itu akan kembali dibuka setelah proses tracing selesai.

Sementara mereka yang masuk klaster tersebut saat ini diisolasi di RSUD Pameungpeuk.

“Sampai tracing hasilnya kelihatan nanti buka lagi. Tidak lama,” ucapnya.

IG

Continue Reading

Nasional

Pengakuan Said Aqil Siradj, Epidemiolog: Bisa Cegah Penyebaran Corona

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, menilai apa yang dilakukan Ketua Umum KH Said Aqil Siradj mengumumkan bahwa dirinya positif Covid-19 bisa membantu mencegah penyebaran virus Corona.

“Bisa dilakukan pelacakan kontak dari orang-orang yang bertemu dengan pasien yang positif tersebut,” ujar Pandu, Senin (30/11/2020) dikutip detikcom.

Misalnya lanjut Pandu, jika orang tersebut menghadiri rapat dan bertemu banyak orang sebelum tahu terinfeksi Covid-19. Maka orang-orang lain yang bertemu dengan orang tersebut bisa melakukan tes untuk tahu apakah mereka tertular atau tidak.

Baca juga: Jujur Akui positif Covid-19, Pujian dan Doa Kepada KH Said Aqil Siradj  

Pandu Riono, menyebut apa yang dilakukan oleh Said Aqil adalah hal yang baik, meskipun tidak diharuskan.

“Iya kalau dia mau kan itu sukarela, kalo dia mau mengumumkan baik. Malah dia harus memberitahu karena dia harus isolasi, jadi jangan diundang dulu rapat karena positif, nah kebaikannya di situ,” ucapnya.

Pandu mengatakan perlu adanya edukasi dari pemerintah untuk publik. Hal ini bertujuan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap Covid-19 di tengah masyarakatnya.

“Stigma dan diskriminasi itu hampir di semua penyakit, di HIV kemudian penyakit Covid-19 ini juga distigmakan. Ini fenomena meluas dan tidak ada upaya dari pemerintah untuk melakukan komunikasi publik untuk menekan stigma dan diskriminasi. Karena masyarakat memiliki kekhawatiran atau paranoid yang berlebihan.

“Bagaimana pemerintah mengurangi stigma dan diskriminasi pada situasi COVID-19. Banyak orang yang takut di testing, udah testing positif banyak yang tidak mau mengakuinya, bahkan ke keluarganya dan menurut saya sih harus edukasi ke publik,” lanjutnya.

Belum lama ini, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengumumkan bahwa dirinya positif COVID-19 berdasarkan hasil tes PCR. Hal ini disampaikan oleh sekretaris pribadinya, M Sofwan Erce.

“Pada kesempatan kali ini izinkan saya menyampaikan kabar berita bahwasanya pada Sabtu 28 November pada pukul 19.30, hasil PCR Swab dari almukarom Prof Doktor K.H Said Aqil Siradj menunjukan hasil positif,” kata Sofwan melalui video yang diunggah di YouTube, Minggu (29/11/2020).

“Atas arahan beliau kami diminta untuk menyampaikan kabar ini, sebagaimana yang sering beliau sampaikan bahwasanya Covid-19 ini bukanlah aib, bukanlah hal yang buruk dan bisa menimpa siapa saja dari latar belakang apa saja,” tandasnya.

IG

Continue Reading

Nasional

Masyarakat Diimbau Tetap Tenang Terkait Meningkatnya Aktivitas Gunung Semeru

Published

on

By

Channel9-Malang. Kepala Subbagian Data, Evaluasi Laporan, dan Hubungan Masyarakat, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Sarif Hidayat mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang terkait aktivitas Gunung Semeru, di Jawa Timur, yang dalam beberapa waktu terakhir mengeluarkan awan panas.

Sesuai arahan Pos Gunung Api (PGA) di Gunung Sawur Lumajang, masyarakat masih bisa beraktivitas dalam radius lima kilometer (km) dari kawah Gunung Semeru. Meski demikian, Sarif tetap mengingatkan masyarakat untuk proaktif dalam menanggapi kondisi saat ini.

“Dan atau mengikuti arahan aparat setempat RT dan RW, desa atau pihak terkait lainnya,” ucap Sarif, Senin (30/11/20).

Baca juga : Akibat Cuaca Buruk, Pendakian Gunung Arjuno Kembali di Tutup

BB TNBTS sudah mengambil langkah penutupan sementara pendakian Gunung Semeru. Hal ini tertera dalam pengumuman resmi yang dikeluarkan BB TNBTS, minggu malam. Untuk pendakian yang telah terdaftar, pengelola akan menjadwalkan ulang dengan mekanisme tersendiri.

Plt Kepala BB TNBTS, Agus Budi Santoso mengatakan, penutupan pendakian dilakukan bersamaan aktivitas Gunung Semeru yang mulai meningkat sejak Jumat. Berdasarkan pengamatan Pos Gunung Api (PGA) di Gunung Sawur Lumajang, terdapat aktivitas letusan dan guguran lava pijar di Gunung Semeru.

“Letusan teramati tiga kali dengan tinggi asap kurang lebih 100 meter dengan warna asap putih tebal yang condong ke arah barat daya,” kata Agus.

Selain itu, terdapat pula guguran dan lava pijar sebanyak 13 kali di Gunung Semeru. Jarak luncurnya sekitar 500 sampai 1.000 meter dari ujung lidah lava ke arah Besuk Kobokan (ujung lidah lava berjarak 500 meter dari puncak). Sementara amplitudonya terekam 12 milimeter dengan lama gempa 1.994 detik.

Penutupan pendakian sebagai langkah mewaspadai gugurnya kubah lava di kawah Jonggring Saloka. Selain itu, juga untuk mengutamakan kepentingan keselamatan jiwa pendaki. Penutupan pendakian Semeru secara total mulai berlaku pada hari ini. “Sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan,” kata dia.

Sebelumnya, beberapa titik di gunung dengan level waspada ini mengalami kebakaran pada tahun lalu. Situasi ini mengharuskan pengelola menutup pendakian sampai kondisi pulih kembali. Penutupan sempat diperpanjang karena berada di tengah pandemi Covid-19.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC