Channel9.id-Jakarta. Grup musik MALIQ & D’Essentials terus memperluas kiprahnya di industri hiburan Tanah Air. Setelah menghadirkan pertunjukan musikal “Senja Teduh Pelita”, band yang dikenal dengan warna musik pop-jazz tersebut tengah menyiapkan sejumlah proyek baru, mulai dari peluncuran karya musik hingga pendirian sekolah musik.
Vokalis Angga Puradiredja mengungkapkan bahwa berbagai rencana telah disusun untuk beberapa waktu ke depan. Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah Sekolah MALIQ & D’Essentials Music Lab (MAD), yang akan menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman kreatif kepada generasi muda.
“Setelah ‘Senja Teduh Pelita’ ini banyak rencana, ada Sekolah MAD, ada single baru, ada album baru, semua sudah teratur lini masanya,” ujar Angga di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menurut Angga, Sekolah MAD dirancang bukan sekadar tempat belajar musik, tetapi juga ruang untuk memahami proses kreatif dan aspek teknis yang selama ini menjadi fondasi karya-karya MALIQ & D’Essentials.
“Kita ingin membagikan hal-hal yang selama ini mungkin hanya ditangkap orang bahwa lagu MALIQ tentang cinta. Padahal jika dibongkar lebih dalam, ada banyak ilmu teknis dan proses kreatif yang bisa dipelajari,” jelasnya.
Selain menghadirkan sekolah musik, MALIQ & D’Essentials juga tengah menyiapkan single dan album terbaru. Angga berharap karya-karya mendatang dapat menjadi refleksi dari perjalanan kreatif yang sedang dijalani grup tersebut sekaligus memberikan dampak yang lebih luas bagi para penikmat musik.
Saat ini MALIQ & D’Essentials beranggotakan Angga Puradiredja dan Indah Wisnuwardhana sebagai vokalis, Arya Aditya Ramadhya (Lale) pada gitar, Dendy Sukarno sebagai basis, Ilman Ibrahim Isa pada kibor, serta Widi Puradiredja sebagai penabuh drum.
Pertunjukan musikal “Senja Teduh Pelita” menjadi salah satu proyek terbesar MALIQ & D’Essentials tahun ini. Musikal tersebut mengadaptasi 20 lagu populer mereka menjadi sebuah kisah petualangan yang sarat pesan harapan dan kemanusiaan.
Pemeran utama tokoh Arah dimainkan oleh Alf Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi. Keduanya sebelumnya dikenal lewat pementasan Musikal Petualangan Sherina.
Sutradara Nuya Susantono menjelaskan bahwa tokoh Arah ditampilkan dalam versi laki-laki dan perempuan untuk menegaskan bahwa cerita tersebut merupakan kisah universal tentang perjalanan manusia dalam menghadapi tantangan hidup.
“Anak-anak, dewasa, manusia, semua bisa relate dengan journey dan perjuangan ini,” kata Nuya.
Dalam alur cerita, Arah memimpin Pasukan Pelita, kelompok yang terdiri atas sembilan anak dengan kemampuan berbeda yang berupaya mencari harapan baru di tengah dunia yang mengalami kehancuran pascapandemi.
Musikal “Senja Teduh Pelita” diprakarsai oleh Jakarta Movin dan didukung oleh Indonesia Kaya. Pertunjukan dijadwalkan berlangsung pada 3–12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Jakarta Pusat.
Dengan rencana sekolah musik, single baru, dan album terbaru, MALIQ & D’Essentials menunjukkan komitmennya untuk terus berkarya sekaligus berkontribusi dalam pengembangan talenta musik Indonesia.
Kontributor: Akhmad Sekhu





