Channel9.id – Jakarta. Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong perputaran ekonomi besar di sektor pangan dengan nilai mencapai Rp600 miliar per hari. Nilai tersebut berasal dari total aktivitas harian program yang mencapai sekitar Rp1 triliun dan sebagian besar mengalir ke petani, peternak, serta pembudidaya ikan.
Sekjen Kementan, Suwandi, menjelaskan perputaran dana tersebut terjadi seiring meningkatnya kebutuhan bahan pangan dalam program MBG. Ia menyebut aktivitas program setiap hari menghasilkan perputaran uang signifikan yang langsung berdampak pada sektor produksi pangan.
“Setiap ada aktivitas kegiatan MBG, sehari perputaran uang Rp1 triliun, itu Rp600 miliar di antaranya untuk pangan,” kata Suwandi dalam diskusi Satu Tahun Perjalanan MBG dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat, dikutip melalui keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).
“Pangannya artinya ada perputaran uang di petani, di peternak, di pembudidaya ikan, dan lainnya Rp600 miliar per hari,” imbuhnya.
Ia menambahkan, peningkatan permintaan komoditas pertanian melalui MBG turut menggerakkan ekonomi pedesaan dan memperluas penyerapan tenaga kerja. Kebutuhan beras untuk program ini pada 2026 diperkirakan mencapai 1,99 juta ton dengan nilai lebih dari Rp30 triliun, meningkat tajam dari tahun sebelumnya.
“Kebutuhan beras satu tahun untuk SPPG kami hitung 1,99 juta ton, ini sangat besar,” ujarnya.
“Nilainya Rp30 triliunan lebih dan menyerap tenaga kerja banyak,” lanjutnya.
Selain beras, kebutuhan komoditas lain juga meningkat, seperti telur ayam sebesar 1,37 juta ton senilai Rp4,45 triliun dan daging ayam mencapai 990 ribu ton dengan nilai Rp41 triliun.
Permintaan sayuran diperkirakan mencapai 2,48 juta ton senilai Rp9,92 triliun, sementara buah-buahan mencapai 2,5 juta ton dengan nilai Rp22,5 triliun.
“Itu penambahan dari telur saja nilainya sangat besar, daging ayam, buah-buahan, ini menarik,” kata Suwandi.
Menurutnya, dampak program MBG juga tercermin pada peningkatan kesejahteraan petani yang ditunjukkan oleh Nilai Tukar Petani (NTP). Data Badan Pusat Statistik mencatat NTP mencapai 125,45 pada Februari 2026, yang disebut sebagai level tertinggi dalam beberapa dekade.
“NTP sektor pertanian itu 125 poin, seumur-umur 35 tahun terakhir belum pernah setinggi itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kesejahteraan tersebut berkontribusi pada penurunan kemiskinan dan kesenjangan di pedesaan. Data BPS menunjukkan rasio gini pada September 2025 berada di angka 0,295, yang menjadi salah satu yang terendah dalam beberapa tahun terakhir.
“Artinya kesenjangan yang kaya dan yang miskin itu menipis,” kata Suwandi.
HT





