Connect with us

Lifestyle & Sport

Ngantuk Saat Puasa? Coba Lakukan Hal Ini

Published

on

Ngantuk Saat Puasa? Coba Lakukan Hal Ini

Channel9.id-Jakarta. Salah satu tantangan terbesar selama berpuasa adalah rasa kantuk di siang hari, di saat masih harus kerja produktif. Hal ini sebetulnya lazim terjadi lantaran tubuh Kamu dalam mode ‘bekerja’ dengan sedikit energi.

Diketahui, kadar gula darah akan menurun selama berpuasa. Padahal gula ini merupakan energi bagi tubuh. Saat energi sedikit, Kamu jadi mudah ngantuk. Bahkan, dilansir dari Medical News Today, penurunan gula darah biasanya diiringi rasa lemas, gemetar, dan sulit berkonsentrasi.

Selain itu, jam tidur Kamu cenderung jadi kacau, karena harus bangun dini hari untuk sahur. Lebih-lebih jika Kamu tak punya waktu untuk mengembalikan jam tidur yang hilang. Jadi, tak heran bila kemudian Kamu merasa ngantuk hebat.

Di hari normal, untuk mengusir ngantuk, biasanya Kamu minum kopi atau makan camilan. Nah, selama berpuasa, Kamu perlu cara lain. Simak ulasan berikut ini, agar Kamu tetap produktif dan ibadahmu lancar.

1. Latihan pernapasan
Bernapas ala kadarnya tanpa diselingin tarikan napas dalam dan perlahan, memungkinkan oksigen yang mencapai sel, otak, dan hati lebih sedikit. Hal ini cenderung membikin organ-organ penting tersebut kesulitan menjalankan fungsinya. Salah satu dampaknya, Kamu jadi mudah mengantuk.

Untuk mengatasi masalah itu, Kamu perlu meningkatkan kualitas pernapasan dan kapasitas oksigen. Ini bisa Kamu capai dengan melakukan teknik pernapasan, dengan teknik: bernapas melalui hidung, hirup napas dalam-dalam dengan menggunakan diafragma, kemudian hembuskan lewat mulut dengan perlahan.

2. Peregangan
Kurang bergerak dalam waktu lama saat berpuasa juga cenderung membuatmu mengantuk. Jika sudah merasakan tanda-tanda ngantuk, cobalah beristirahat kemudian lakukan peregangan untuk melemaskan otot-otot agar tak kaku. Atau, Kamu bisa berjalan sebentar di dalam ruangan. Cara ini bisa memperlancar aliran darah dan meningkatkan asupan oksigen ke otak sehingga rasa kantuk terusir.

3. Wudu atau mandi
Kamu bisa berwudu dengan air dingin. Selain sebagai ritual pembersihan diri sebelum salat, wudu pun bisa membuat tubuh segar dan rileks, serta bebas dari ngantuk. Adapun suhu air dingin, saat menyentuh wajah, lengan hingga kaki, bisa mengembalikan konsentrasimu. Sirkulasi darah jadi meningkat, sehingga mampu mengirimkan oksigen dan nutrisi ke seluruh sel-sel tubuh.

Jika memungkinkan, mandilah dengan air dingin. Cara ini membikin tubuhmu terasa segar dan terbebas dari rasa kantuk. Ini terjadi karena suhu air dingin akan melancarkan sirkulasi darah dan memberi energi pada tubuh, terutama jika Kamu sulit bangun pagi.

4. Mengobrol
Mengobrol sebentar juga mengembalikan energi dan kewaspadaanmu, lo. Rasa kantukmu pun bisa hilang. Cobalah untuk ngobrol hal yang menarik dan menyenangkan dengan orang terdekatmu.

5. Olahraga ringan
Meski dinilai membikin lemas, sebetulnya olahraga selama puasa bisa bermanfaat selagi dilakukan dalam intensitas ringang, seperti berjalan atau yoga. Aktivitas ini bisa memberi dorongan energi dan membuatmu bebas dari kantuk. Kamu bisa berolahraga setelah sahur atau sesaat menjelang buka puasa.

6. Tidur siang
Kamu bisa memanfaatkan waktu istirahat kerja untuk tidur siang. Cukup tidur siang selama 20 menit setelah salat dzuhur untuk mengembalikan semangat, pikiran yang lebih segar, dan lebih produktif selama berpuasa.

7. Atur jam tidur
Bangun dini hari untuk sahur cenderung membuat pola tidur kacau. Hal inilah yang membikin Kamu lelah, pusing, tak bertenaga, dan mengantuk di siang hari, karena waktu tidurmu jadi terpangkas. Terlebih jika Kamu tak punya waktu untuk mengembalikan jam yang terpangkas.

Kamu disarankan untuk tidur lebih cepat, misalnya setelah tarawih, dan menjaga kualitasnya. Sehingga tubuhmu cukup istirahat, tak malas bangun sahur, dan bebas ngantuk saat siang hari.

Di lain sisi, jangan terlalu banyak tidur karena hal ini bisa memberi efek yang sama seperti kurang tidur.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Pola Makan yang Bisa Ganggu Kualitas Tidur

Published

on

By

Pola makan punya peran besar dalam memengaruhi kesehatan, lo. Termasuk terhadap kualitas tidur. Adapun pola dan kualitas tidur yang baik membantu tubuh menjaga

Channel9.id-Jakarta. Pola makan punya peran besar dalam memengaruhi kesehatan, lo. Termasuk terhadap kualitas tidur. Adapun pola dan kualitas tidur yang baik membantu tubuh menjaga berat badan. Bahkan membantu proses penurunan berat badan bagi yang sedang menjalani diet.

Meski begitu, hubungan antara pola makan dan tidur yang penting itu kerap diabaikan. Padahal dengan memahaminya, Kamu berpeluang untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan optimal. Maka dari itu, ketahuilah bagaimana dan pola makan saja yang bisa memengaruhi kualitas tidur. Nah, simak penjelasan berikut ini.

1. Ngemil sebelum tidur
Journal of Clinical Sleep Medicane menunjukkan makan rendah serat dan lemak jenuh tinggi dikaitkan dengan tidur yang lebih ringan dan tak nyaman. Maka dari itu, ngemil junk food seperti donat, keripik, dan pizza akan merusak tidur nyenyakmu.

Jika memang ingin ngemil, sebaiknya pilihlah buah-buahan seperti kiwi—yang kaya antioksidan tinggi—yang mampu meningkatkan kualitas tidur dan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.

2. Sering mengonsumsi minuman olahan
Sama halnya dengan mengonsumsi makanan rendah serat dan tinggi lemak jenuh, mengonsumsi minuman olahan tinggi gula juga punya dampak yang sama. Selain itu, varian minuman yang berkafein tinggi juga akan mengganggu siklus tidur, Kamu jadi sulit jatuh tidur.

Maka dari itu, Kamu lebih baik memilih minuman yang lebih sehat seperti secangkir susu hangat sebelum tidur. Minum susu bisa menenangkan dan meningkatkan kualitas tidur.

3. Sering mengonsumsi karbohidrat olahan
Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan seperti pasta, kerupuk, dan roti juga buruk bagi kualitas tidur. Makanan ini akan mengganggu tahap “tidur nyenyak” lantaran lonjakan gula darah, namun energi cepat menurun sehingga mengganggu ritme sirkadian.

Maka dari itu, Kamu disarankan untuk membatasi makanan jenis ini. Sebagai gantinya, pilihlah makanan berkarbohidrat namun tinggi serat seperti nasi merah dan biji-bijian agar gula darah tetap stabil
4. Makan makanan berminyak
Makanan yang digoreng dan berminyak lebih sulit dicerna. Sebab lemak yang dikandungnya memperlambat proses pengosongan lambung, sehngga jadi makanan bertahan lebih lama di perut. Nah, kondisi ini bisa mengganggu ritme sirkadian yang menyebabkan kantuk di siang hari dan kelaparan larut malam.

5. Mengonsumsi makanan pedas
Mengonsumsi makanan pedas akan memperburuk kualitas tidur. Terlebih lagi jika Kamu punya gangguan lambung seperti maag atau refluks lambung. Maka dari itu, sebaiknya hindari makanan jenis ini, terutama bila dikonsumsi menjelang tidur.

Pasalnya, capsaicin pada cabai atau paprika akan meningkatkan suhu internal tubuh. Padahal, untuk tidur nyenyak, tubuh harus dalam keadaan suhu normal. Selain itu, makan pedas menjelang tidur berisiko membuat asam lambung menjalar dari perut ke tenggorkan—yang kemudian memicu maag atau refluks lambung.

6. Minum alkohol
Kebiasaan minum alkohol meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kehangatan tubuh. Meski demikian, kemungkinan besar Kamu jadi sering terbangun beberapa jam kemudian setelah terlelap.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Tidur Kacau Saat Ramadan? Ini Akibatnya Bagi Kulit Wajah

Published

on

By

Tidur Kacau Saat Ramadan? Ini Akibatnya Bagi Kulit Wajah

Channel9.id-Jakarta. Rutinitas sahur selama bulan Ramadan cenderung membuat seseorang jadi kurang tidur. Belum lagi, jika memang harus begadang sebelum sahur. Padahal kurang tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan secara menyeluruh, termasuk pada kulit wajah, lo.

Sementara itu, Lebaran sebentar lagi tiba. Tentunya Kamu ingin nampak glowing di momen besar itu ‘kan?

Maka dari itu, mumpung masih ada waktu beberapa hari sebelum Lebaran, cobalah untuk atur kembali pola tidurmu dan usahakan untuk mencukupi kebutuhan tidur. Sebagaimana saran ahli, orang dewasa disarankan untuk tidur, paling tidak, selama 7-9 jam setiap malam—sebagaimana saran para ahli.

Terlepas dari kiat tidur itu, memangnya apa saja sih dampak kurang tidur bagi kulit wajah? Nah, berikut ini adalah beberapa akibatnya.

1. Kantung mata besar
Pembuluh darah di area bawah mata tipis. Maka dari itu, setiap kali Kamu kelelahan atau kurang tidur, pembuluh darah ini akan melebar dan menghitam. Artinya, semakin sering Kamu begadang dan kurang tidur, semakin nampak jelas pembuluh darah pada area bawah mata.

2. Kulit jadi kusam
Selain itu, kurang tidur pun menyebabkan wajahmu nampak kusam atau tak cerah. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuhmu melemah jika kurang tidur. Risiko peradangan kulit pun jadi meningkat.

Hal itu pun akan memengaruhi produksi kolagen dan asam hialuronik yang berfungsi untuk mempertahankan kulit menjadi cerah. Artinya, semakin sedikit zat asam hialuronik yang diproduksi tubuh, kulit akan nampak semakin kusam.

3. Memicu munculnya jerawat
Pola tidur yang kacau bisa membikin Kamu kurang tidur. Hal ini bisa mengganggu kondisi mentalmu hingga Kamu merasa stres. Adapun stres ini akan meningkatkan produksi hormon kortisol, yang membuat tubuh rentan mengalami peradangan, termasuk pada kulit. Nah, Kamu pun jadi mudah berjerawat, bahkan memperparah kondisi jerawat.

Peningkatan produksi hormon kortisol pun akan meningkatkan produksi minyak pada wajah, lo. Ini juga akan memperburuk kondisi jerawat. Nah, tak ayal bila kurang tidur bisa memicu dan memperparah jerawat.

4. Wajah nampak lebih tua
Saat sedang tidur, tubuh akan memproduksi kolagen—yaitu zat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan peremajaan kulit. Zat ini membantu mencegah tubuh mengalami penuaan dini dengan menghalangi pembentukan kerutan pada wajah.

Sementara, jika Kamu begadang dan kurang tidur, tubuh tak bisa memproduksi kolagen dalam jumlah normal. Hal ini bisa membikin kulit kendur dan lebih banyak kerutan, lo. Maka dari itu, orang yang kurang tidur pada malam hari bisa nampak lebih tua dari umur sesungguhnya.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Marak Dijual Menjelang Lebaran, Ini Tips Aman Pilih Hampers

Published

on

By

Marak Dijual Menjelang Lebaran, Ini Tips Aman Pilih Hampers

Channel9.id-Jakarta. Parsel atau hampers kian marak diperjualbelikan di waktu menjelang Lebaran ini. Pandemi COVID-19 bahkan berkontribusi terhadap peningkatan penjualan hampers, lantaran banyak orang yang tak bisa tatap muka. Sehingga memberi hampers menjadi alternatif untuk bersilaturahmi.

Sayangnya, masih banyak orang yang mengabaikan keamanan hampers. Maka dari itu, kualitas hampers harus diperhatikan. Berangkat dari hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berbagi tips memilih hampers yang aman dikonsumsi atau dibagikan ke kerabat dekat atau keluarga.

Pertama, sebaiknya konsumen memilih sendiri bahan makanan yang akan dijadikan hampers. Hal ini untuk memastikan kemasan makanan dalam keadaan baik.

“Pastikan kemasan produk pangan dalam keadaan tak sobek, tak bolong, tak bocor, tak penyok, tak karatan, dan masih tersegel rapat,” jelas BPOM melalui akun resminya, Minggu (9/5).

Selanjutnya, cek label pada kemasan makanan. Ada beberapa informasi yang harus tertera pada label di antaranya: nama dagang, komposisi, nama jenis pangan olahan, logo halal bagi yang dipersyaratkan, tnggal dan kode produksi, nama dan alamat importir, keterangan kedaluwarsa, berat bersih, dan nomor izin edar.

Lalu makanan pun harus memiliki izin edar dari BPOM. Untuk pangan olahan dalam negeri tercantum “BPOM RI MD” dan diikuti 12 digit angka. Sementara olahan impor tercantum “BPOM RI ML” dan juga diikuti 12 digit angka.

Hal terpenting yaitu pastikanlah tanggal kedaluwarsa. Hal ini demi meminimalisir kejadian yang tak diinginkan saat mengkonsumsi bahan pangan yang tak lagi layak dimakan.

“Keterangan kedaluwarsa merupakan batas akhir suatu pangan dijamin mutunya, sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen,” kata BPOM.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC