Connect with us

Nasional

P3SI Minta Pemerintah Transparan Terkait Revisi PP No 57

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) meminta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar proses revisi dilakukan secara transparan dengan melibatkan masyarakat secara luas dan melakukan uji publik terhadap draft revisi Peraturan Pemerintah No 57 tahun 2021 sebelum diundangkan.

“Kami bersama elemen yang lain akan menempuh jalur hukum untuk menggugat PP 57 Tahun 2021 beserta revisnya apabila hasil revisi tidak menjadikan Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia dan Sejarah Indonesia sebagai mata pelajaran wajib pada pendidikan dasar dan menengah,” ujar Ketua Umum P3SI, Abdul Syukur lewat rilis pers, Rabu (29/4).

Menurut Abdul Syukur, pendidikan sejarah merupakan elemen penting di setiap negara seperti Amerika Serikat, Jerman, India dan Malaysia. Sebaliknya kedudukan pendidikan sejarah Indonesia terabaikan dalam kurikulum pendidikan karena dipandang tidak penting untuk pembangunan bangsa sebagaimana tercantum dalam PP. No. 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

“PP. No. 57 Tahun 2021 merupakan turunan dari UU No. 20 Tahun 2003. UU No. 20 Tahun 2003 pada pasal 37 ayat 1 dan 2 tidak mencantumkan Sejarah Indonesia atau Sejarah Umum. Berbeda dengan UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sisdiknas pasal 38 ayat 3 yang secara nyata dan jelas mencantumkan Sejarah Indonesia (nasional) sebagai mata pelajaran wajib,” jelas pengajar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu.

Baca juga: Pengurus Pusat P3SI Dukung Sejarah Sebagai Mapel Wajib

Abdul Syukur mengatakan, pemerintah jangan sampai lupa amanat Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan sejarah Indonesia memperkuat integrasi nasional, penguatan identitas kebangsaan dan kesadaran berbangsa, serta kemajuan bangsa Indonesia.

“Pandangan Bapak Pendidikan Nasional ini sangat penting dalam perubahan zaman era revolusi digital yang sedang dan akan dihadapi bangsa Indonesia,” tuturnya.

Meski demikian, kata Syukur pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Mendikbud (Sekarang Mendikbud-Ristek) yang telah memberikan respon positif dengan mengirimkan surat permohonan revisi Peraturan Pemerintah No 57 tahun 2021 tentang Standar Pendidikan Nasional kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada 16 April 2021.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Jemaah Aboge Probolinggo Merayakan Idul Fitri Hari Ini

Published

on

By

Jemaah Aboge Probolinggo Merayakan Idulfitri Hari Ini

Channel9.id-Probolinggo. Ratusan jemaah Alif Rabo Wage (Aboge) di Desa Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), baru merayakan Hari Raya Idul Fitri pada hari ini, Jumat 14 Mei 2021. Perayaan ini mundur satu hari dari ketetapan pemerintah.

“Ya memang selalu berbeda, kadang 1 hari bisa 3 hari selisih sampai 3 hari, tergantung tanggal di kitab Mujarobbah. Sudah sejak nenek moyang dulu. Namun demikian, meski begitu jemaah Aboge dan warga sekitar tetap hidup rukun,” jelas salah satu jemaah Aboge.

Pagi ini terlihat ratusan jemaah Aboge menunaikan salat id pukul 06.15 WIB. Salat digelar di Musala Al Barokah. Usai menggelar salat id, acara dilanjutkan dengan saling bermaaf-maafan dan makan bersama di Musala Al Barokah. Nanti, mereka juga akan datang ke rumah-rumah saudara dan tetangga.

Dalam menentukan Hari Raya Idul Fitri, jemaah Aboge berpedoman pada kitab Mujarobah atau kitab Jawa Kuno. Hasilnya, 1 syawal jatuh pada hari ini.

Tokoh Jemaah Aboge, Kyai Buri Mariah mengatakan, kata Aboge terdiri dari dua suku kata yakni A dan Boge. A berarti Tahun Alif sedangkan Boge berarti Rabu Wage.

Menurut Kiai Buri, perhitungan untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri tahun ini menggunakan Waljiro. Oleh karenanya, jika menggunakan rumus Waljiro, 1 Syawal jatuh pada hari pertama (dari 1 Muharram) dengan pasaran dua. Lalu disimpulkan, 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Jumat Kliwon.

“Jadi pasarannya siji atau satu, jadi Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah tahun 2021 jatuh pada Jumat Kliwon. Semoga masalah COVID-19 segera selesai dan kembali normal,” ujar Kiai Buri, Jumat (14/5/21).

Di Kabupaten Probolinggo ada 7 desa di 4 kecamatan yang melaksanakan salat id hari ini. Yakni di Kecamatan Leces, Dringu, Bantaran dan Kuripan.

Continue Reading

Nasional

Khofifah Dan Polda Jatim Tindaklanjuti Maraknya Produksi Petasan

Published

on

By

Khofifah Dan Polda Jatim Tindaklanjuti Maraknya Produksi Petasan

Channel9.id-Surabaya. Maraknya produksi petasan atau mercon di wilayah Jawa Timur selama bulan Ramadhan 2021, yang berakibat fatal bahkan berakhir dengan jatuhnya banyak korban jiwa menjadi PR yang serius bagi Pemerintah maupun pihak Kepolisian di wilayah Jatim.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Polda Jatim pun mewanti-wanti, agar masyarakat tidak memproduksi petasan secara home industry dan akan menindaklanjutinya dengan serius beberapa kejadian ledakan mercon ini.

“Accident mercon itu kemarin kami koordinasi dengan Pak Kapolda karena di Jatim selama puasa ini ada empat titik mercon yang meledak,” ujarnya.

Diketahui, ledakan pertama dari pabrik mercon pada 14 April 2021 di Jombang. Dari ledakan tersebut, satu orang tewas. Tak lama kemudian, pada 27 April 2021, dua orang warga Ponorogo juga tewas saat mengaduk bahan peledak untuk mercon.

Ledakan berikutnya dialami Jatim menjelang Idul Fitri. Pada 10 Mei 2021, ratusan petasan meledak hingga menelan nyawa dua orang pembikinnya. Terbaru, di malam takbiran, satu orang tewas mengenaskan dengan tubuh terbelah akibat petasan yang dia produksi meledak di Kediri.

“Kejadian yang terakhir itu termasuk yang ledakannya cukup tinggi,” kata Khofifah.

Pada kesempatan ini pun Khofifah kembali mengingatkan kepada seluruh warga Jatim agar tidak lagi membuat petasan di rumah. Selain mengalami kerugian materi, juga membahayakan nyawa.

“Jadi ini harus menjadi referensi kita semua bahwa hal yang sudah dilarang mohon untuk dipatuhi demi kebaikan dan perlindungan kita semua,” pungkasnya.

Continue Reading

Nasional

Khofifah Apresiasi Pelaksanaan Salat Id di Masjid Al-Akbar Surabaya

Published

on

By

Channel9.id-Surabaya. Gubernur Jawa timur Khofifah Indar Parwansa melaksanakan Salat Id di Masjid Al-Akbar Surabaya. Salat Id berlangsung dengan khusyuk dan khidmat sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan pada takbir hingga khotbah tidak lebih dari waktu yang telah ditentukan.

Merespon ketertiban protokol kesehatan, Khofifah mengapresiasi pelaksanaan Salat Id di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

“Artinya, upaya untuk bisa menjalankan salat Id dengan khusyuk dan khidmat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, tanpa mengurangi kekhusyukan dan kekhidmatan. InsyaAllah sudah dapat dilaksanakan di Masjid Nasional Al-Akbar,” kata Khofifah, Kamis (13/5/21).

“Kalau dari awal diperkirakan proses dari mulai salat, khotbah, dan takbir pertama diharapkan 30 menit, saya rasa tadi 27 menit. Khotbah diharapkan 10 menit, tadi kurang dari 9 menit,” tambahnya.

Sebelum pelaksanaan salat Id, Khofifah sudah menerima beberapa angle video kedatangan jemaah yang dikirim oleh petugas pukul 04.45 WIB. Sebelum tiba, Khofifah sudah mendapat persiapan salat Id di Masjid Nasional Al-Akbar yang telah memenuhi protokol kesehatan.

Untuk menghindari kerumunan saat kepulangan, Khofifah sempat berpesan kepada petugas untuk memandu shaf. Shaf paling belakang bisa meninggalkan tempat terlebih dahulu, kemudian disusul shaf berikutnya.

Kemudian, para jamaah juga diberi kantong plastik untuk membungkus alas kaki, lalu ditaruh di tempat shaf masing-masing. Hal ini juga bisa mengurai kerumunan pada saat setelah salat dan mencari sandal atau sepatu.

“Ini tidak ada proses pencarian alas kaki, karena memang sudah diinformasikan mereka harus membawa alat untuk bisa menyimpan alas kaki di samping shaf masing-masing,” ujarnya.

Berdasarkan pengalamn ini Khofifah juga berharap, penerapan salat di Masjid Al-Akbar ini bisa menjadi referensi berikutnya. Terlebih pada pelaksanaan salat Jumat besok (14/5).

“Karena salat Jumat potensial jemaah dalam jumlah yang besar. Dan besok umat Islam tentu akan melaksanakan salat Jumat di masjid-masjid. Ini akan menjadi referensi protokol kesehatan terus bisa dijaga. Meskipun COVID-19 di Jatim ini Alhamdulillah sudah melandai, tapi tetap harus memiliki kewaspadaan berganda,” jelasnya.

Selain itu, Khofifah juga mengajak masyarakat Jatim untuk silaturahmi secara virtual, seperti video call. Sebab, era saat ini sudah didukung oleh kecanggihan teknologi yang ada pada gadget.

Continue Reading

HOT TOPIC