Channel9.id-Jakarta. Membintangi sebuah film tentu ada tantangan tersendiri. Demikian dengan Livi Ciananta yang mengungkap tantangannya dalam melakukan banyak adegan baku hantam dalam syuting film laga ‘Ikatan Darah’.
Livi mengaku banyak “oleh-oleh” dari lokasi syuting. Salah satunya, badan banyak luka karena lebih dari 70 persen adegan yang dilakoninya adalah baku hantam. Ia menjelaskan, tokoh antagons utama dalam Ikatan Darah adalah Primbon (Rifnu Wikana). Primbon ketua gangster yang mengincar nyama Bilal (Derby Romero). Ia jadi jahat dan berhati dingin karena ada alasan kuat.
“Primbon itu bukan tanpa alasan dia menjadi bos besar. Jadi walaupun anak buahnya sudah segila itu, dia lebih. Anak buahnya saja, Mega enggak mau ketemu apalagi bosnya? Kalau bisa lari, lari terus saja. Enggak mau berhadapan sama mereka,” kata Livi Ciananta, beberapa waktu yang lalu.
Dalam Ikatan Darah, Livi Ciananta memerankan karakter Bernama Mega, atlet pencak silat yang banting setir jadi pramusaji rumah makan setelah mengalami cedera bahu.
Sejak itu, hidup Mega tak pernah baik-baik saja karena terimpit masalah finansial. Situasi makin kacau saat kakaknya, Bilal (Derby Romero) terjerat judi hingga mengambil jalan pintas pinjam uang ke Primbon. Mau tak mau Mega berjuang demi menyelamatkan diri sendiri dan kakaknya.
“Aku lebih kepada luka-luka yang timbul karena adegan fighting-nya ada di atas 70 persen yang aku lakukan sendiri memang. Lelah wajar karena badan kita ada energi (yang dirilis) tapi enggak pernah yang sampai draining dan enggak bisa ngapa-ngapain,” bebernya.
Lelah tapi hati senang. Demikian yang dirasakan Livi Ciananta selama syuting Ikatan Darah. Salah satu kesenangan bersumber dari kinerja sutradara Sidharta Tata yang detail. Ini memudahkan para pemain dan kru dalam bekerja.
“Ini pengalaman pertamaku bekerja sama dengan Mas Tata. Sebelumnya aku sudah lihat hasil kerjanya, menonton series-nya dan mendengar kata orang-orang bahwa syuting dengan Mas Tata itu sehat dan enak,” papar Livi Ciananta.
“Ternyata, itu benaran terjadi di Ikatan Darah. Kami hampir setiap hari, syuting pulangnya jam 17, sudah di hotel. Kalau pun sampai malam, karena kebutuhan syuting dengan plot malam. Jarang lembur,” ia menyambung.
Derby Romero membenarkan. Arahan Sidharta Tata detail tapi di sisi lain aktor diberi kebebasan mengeksplorasi dan menciptakan karakter. Mereka bebas berekspresi dulu sampai menemukan titik paling pas terkait format karakternya.
Karena persiapannya matang, retake adegan enggak lebih dari tiga. Para pemain percaya pada sutradara. Terang-terangan Derby Romero menyebut para pemain serasa “kawin” dengan visi misi Sidharta Tata.
“Enggak pernah lembur malah. Makanya syuting film Ikatan Darah kayak liburan buat kami karena isinya teman semua. Bahkan satu geng,” cetus Derby Romero diiyakan Livi Ciananta.
Kontrobutor: Akhmad Sekhu





