Connect with us

Nasional

Terjaring Operasi Yustisi Langsung Sidang Di Tempat

Published

on

Channel9.id-Bondowoso. Pemerintah terus menggalakan sosialisasi penerapan Protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Covid-19. Ratusan warga tak bermasker terjaring saat di gelar Operasi yustisi protokol kesehatan COVID-19 secara serentak di Bondowoso.

Setiap warga yang kedapatan melanggar protokol kesehatan COVID-19, yakni tak mengenakan masker, langsung diberi tindakan berupa surat teguran serta KTP-nya ditahan sementara.

Selanjutnya mereka yang KTP-nya ditahan baru dapat diambil kembali dengan menunjukkan 5 lembar masker. Hal itu untuk menunjukkan bahwa mereka akan mamatuhi protokol kesehatan COVID-19.

“Operasi yustisi ini berlaku untuk semua unsur. Termasuk polisi sekalipun,” kata Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz ,Rabu (16/9/20).

Baca juga : Sebanyak 49.947 Personel Gabungan Diterjunkan Untuk Operasi Yustisi

Bukan cuma itu, kata Erick, khusus untuk anggota polisi yang terjaring dalam operasi, selain disidang di tempat masih ditambah sanksi sosial berupa hukuman fisik dan sejenisnya.

“Kami akan tegas pada semuanya. Tak terkecuali. Bahkan operasi ini kami lakukan siang dan malam, dengan titik berbeda-beda,” ungkap Erick.

Di Bondowoso sendiri masih akan dilaksanakan 10 hari lagi. Karena, sebagai tahap awal akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Belum menerapkan sanksi denda.

“Ini 10 hari sosialisasi dengan penerapan sanksi penahanan KTP. Baru setelah itu akan ada denda nominal,” pungkas Erick.

Dalam operasi yustisi ini, mereka terdiri dari tim gabungan. Yakni TNI, Polri, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya. Operasi ini merujuk pada Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur dan Perbup Bondowoso No 50 tahun 2020.

Warga yang terjaring ketika tak mengenakan masker saat operasi langsung disidang di tempat. Beberapa hakim dari Pengadilan Negeri Bondowoso telah standby di tempat digelarnya operasi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Gunung Semeru Mengeluarkan Awan Panas Level II Waspada

Published

on

By

Channel9.id-Lumajang. Gunung Semeru kembali meletus, Sabtu (16/1) pukul 17.48 WIB. Letusan Gunung Semeru yang berlokas di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur bahkan masih terjadi hingga saat ini.

“Gunung Semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4.5 kilometer. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas,” ujar Bupati Thoriqul.

Kabar meletusnya Gunung Semeru juga disampaikan oleh Badan Nasional Penanganggulangan Bencana (BNPB) Indonesia. Lewat Twitter resminya, BNPB juga menyebutkan bahwa telah terjadi awan panas guguran (APG) Gunung Semeru dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 KM pada Sabtu (16/1) pkl 17.24 WIB.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani menyatakan, guguran awan panas terjadi sampai dengan pukul 18.35.

“Terjadi Awan panas guguran Gunung Semeru pukul 17:24 s/d 18:35 WIB dg amplitudo maksimum 22 mm durasi 4.287 detik,” kata Kasbani, Sabtu.

Kasbani juga menegaskan bahwa Gunung Semeru saat ini berada pada status level II alias waspada.
Bagi masyarakat di sekitar Desa Sumber Mujur serta Desa Curah Koboan dan sekitarnya, diimbau waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan.

Khususnya masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan juga harus waspada dalam menghadapi intensitas curah hujan yang tinggi lantaran bisa memicu terjadinya banjir lahar dingin.

Continue Reading

Nasional

Yasonna Laoly: Tidak Ada Sanksi Pidana Bagi Penolak Vaksin

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menegaskan, tidak ada sanksi pidana bagi masyarakat yang menolak vaksin. Namun, pemerintah tetap mengimbau supaya masyarakat ikut program vaksinasi Covid-19.

Selain itu, warga yang tidak mengikuti Vaksin Covid-19 tetap akan diberi sanksi. Sanksi yang diberikan berupa sanksi administratif.

“Tidak ada sanksi pidana terkait sanksi ya. Mungkin perlu disampaikan juga terkait Hari Pers Nasional ini,” kata Yasonna dilansir WartaKota, Rabu 13 Januari 2021 lalu.

“Bentuknya sanksi administratif,” lanjutnya.

Yasonna menjelaskan, sanksi diperlukan untuk mendorong masyarakat supaya ikut bersama-sama dalam program vaksinasi guna mengatasi dampak pandemi Covid-19. Jika sebagian masyarakat sudah divaksin, maka akan tercipta kekebalan komunitas atau herd immunity.

“Kalau hanya sebagian kecil, maka herd immunity tidak akan terjadi,” kata Yasonna Laoly.

Terlebih, dengan terciptanya kekebalan komunitas maka diharapkan Indonesia bisa melanjutkan kegiatan pembangunan dan ekonomi kembali tumbuh.

HY

Continue Reading

Nasional

Tambah 14.224 Kasus Baru Covid-19, DKI Penyumbang Terbanyak

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kasus baru Covid-19 masih terus menunjukkan penambahan signifikan. Bahkan, di akhir pekan ini, jumlah kasus baru Covid-19 menembus angka lebih dari 14 ribu.

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 data pada Sabtu, 16 Januari 2021, terdapat penambahan 14.224 orang. Sehingga total akumulatifnya ada 896.642 orang di Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Dekati 900 Ribu, Kasus Baru Covid-19 tambah 14.224

DKI Jakarta menyumbang pasien positif Covid-19 tertinggi dengan penambahan 3.536 pasien. Disusul Jawa Barat yang bertambah 3.460 kasus baru Covid-19.

Berikut 5 provinsi dengan kasus baru Covid-19 tertinggi pada Sabtu, 16 Januari 2021:

  1. DKI Jakarta: bertambah 3.536
  2. Jawa Barat: bertambah 3.460
  3. Jawa Tengah: bertambah 1.997
  4. Jawa Timur: bertambah 1.160
  5. Sulawesi Selatan: bertambah 659
Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC