Connect with us

Ekbis

Tips Jitu Tingkatkan Produktivitas UMKM Melalui Reseller

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Direktorat Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja RI bersinergi kembali dengan Perkumpulan Bumi Alumni yang mewadahi Komunitas UMKM Alumni Universitas Padjajaran (UNPAD) menyelenggarakan webinar dengan tema “ reseller produktif, Cara Jitu di Era New Normal” (23/10). Webinar ini diselenggarakan untuk memberikan input kepada para pelaku bisnis UMKM, untuk meningkatkan usahanya .

Kerja sama ini menghadirkan Direktur Bina Produktivitas Kemenaker Fahrurozi SH MA sebagai pembuka kegiatan. Selain itu, dihadirkan tiga narasumber yakni Instruktur Produktivitas P3D Kemnaker Sukron Munawar, Creativpreneur Sigit Sulistianto, dan Owner Bandeng Isi MRB Jarot Medyandoko. Jalannya webinar kali ini dipandu oleh Inisiator UMKM Alumni Unpad Dr Dewi Tenty SH MH Mkn.

Dalam sambutannya, Fahrurozi SH MA menyampaikan, di masa pandemi Covid-19 ini, pelaku UMKM dituntut untuk tetap produktif dan inovatif. Satu cara meningkatkan produktivitas yakni bekerja sama dengan reseller.

“Saya yakin melalui peran reseller di era Covid-19 ini akan membuahkan hasil. Melalui sharing dari narsum yang berbicara produktivitas dengan reseller, kita akan diberikan pengalaman yang berharga,” kata Fahrurozi.

Dr. Dewi Tenty selaku moderator dan sekaligus ketua bidang hubungan antar lembaga pada Perkumpulan Bumi Alumni dalam pengantarnya mengatakan pandemi mengakibatkan banyaknya pengangguran, tercatat lebih dari 1.9 juta korban PHK, hilangnya mata pencaharian tentunya tidak harus membuat orang menjadi diam, harus tetap bisa beraktivitas untuk menjaga kesinambungan kehidupan.

Bukan hal yang mudah untuk mengubah kebiasaan, dari seorang pegawai menjadi entreprenuer butuh waktu dan skill oleh karenanya salah satu solusi yang ditawarkan adalah menjadi reseller dari suatu produk umkm; banyak hal yang bisa di pelajari dan di dapat dari menjadi seorang reseller selain mendapatkan pendapatan/income juga bisa meluaskan jejaring pasar dan seorang reseller yang sukses terkadang memiliki omzet melebihi produsennya sendiri.

Simbiosis mutualisme juga terjadi disini dengan adanya reseller produsen mendapatkan perluasan pasar yang akhirnya bisa meningkatkan produktivitas dan bagi reseller sendiri akan dapat menambah income selain menambah knowladge tentang produk itu sendiri; bangga berproduksi, bangga ber reseller menjadi satu landasan bagi produk umkm yang suistainable, ujar dewi.

Kemudian, Sukron Munawar menyatakan, peningkatan produktivitas dari pelaku UMKM juga bisa mengatasi masalah pengangguran di masa pandemi Covid-19.

Sebab, peningkatan produktivitas otomatis meningkatkan pendapatan dan menambah jumlah karyawan. “Dan pelaku UMKM yang produktif akan meningkatkan daya saing bangsa,” katanya.

Senada, Sigit Sulistianto menyatakan, palaku UMKM perlu bekerja sama dengan reseller guna meningkatkan pendapatan, produktivitas, dan daya saing. Menurutnya, peran reseller sangat besar dalam menjembatani distribusi produk dari produsen ke konsumen. Pun reseller dapat memperluas jaringan pemasaran.

“Kenapa dibutuhkan reseller? Karena modal utama kita adalah waktu. Dengan adanya reseller kita bisa membagikan waktu, pemasaran, distribusi. Reseller juga menyediakan pasar,” katanya. “Kemudian, adanya keterbatasan modal, kebayang kalau kita mendirikan perusahaan dari awal untuk sumber daya timnya, tapi dengan reseller sudah ada ratusan bahkan ribuan untuk memasarkan reseller. Makanya reseller akhir-akhir ini sangat dibutuhkan,” lanjut Sigit.

Supaya mendapat banyak reseller, pelaku UMKM harus bisa menjaga kualitas produk dan memiliki kemasan yang menarik. Hal ini supaya reseller tertarik dan mudah menjual produknya. “Jangan ngasih harga tinggi, kemasan harus tetap menarik untuk dijual dan isinya harus baik,” katanya.

Tak jauh berbeda, Jarot Medyandoko menyampaikan, pelaku UMKM tetap harus menjaga kualitas produk untuk menarik reseller.

Setelah banyak reseller yang tertarik, pelaku UMKM perlu membuat sistem untuk mengontrol mereka. Kontrol itu dibutuhkan supaya target penjualan bisa tercapai. Pun bentuk sistem itu harus membuat para reseller nyaman dan penuh suasana kekeluargaan. “Sehingga diharapkan produktifitas dan daya saing UMKM bisa meningkat,” katanya.

Di samping itu, pelaku UMKM juga perlu menyampaikan informasi produk sedetail mungkin kepada reseller. Jangan sampai reseller tidak memiliki pengetahuan saat memasarkan produknya.“Kalau reseller tidak memiliki pengetahuan yang baik dari produsen jangan berharap benar-benar dapat penghasilan lebih,” katanya.

Kemudian supaya para reseller tetap loyal, pelaku UMKM harus memberikan komisi penjualan yang adil bagi para reseller. Jarot menyarankan komisi yang diberikan adalah Rp10.000 per produk.  “Karena biasanya para reseller ini punya reseller-reseller lagi di bawahnya. Pembangianya nanti dia yang ngatur sendiri. Kalau terlalu kecil nanti dia ga mau lagi sama kita. Dia akan pindah ke produsen lain,” pungkasnya.

Kolaborasi antara Direktorat Bina Produktivitas Kemnaker dengan Perkumpulan Bumi Alumni merupakan kerjasama yang sekian kalinya dalam mendukung pengembangan UMKM alumni Unpad. Perkumpulan Bumi alumni adalah komunitas Alumni Unpad yang mengembangkan jiwa kewirausahaan untuk kemandirian finansial dibawah pimpinan Dr. Ary Zulfikar SH MH selaku Ketua Umum.  Komunitas ini juga akan mengembangkan kekuatan jaringan melalui plaftorm digital.

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Gairahkan Pariwisata Flores, Kemenparekraf Gelar Molas Trip 2020

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kemenparekraf akan melakukan Molas Trip atau Perjalanan Cantik dengan konsep touring motor, yang akan melintasi destinasi-destinasi cantik yang ada di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Molas Trip akan dilaksanakan awal Desember 2020.

Rencananya, rute yang akan dilalui peserta akan meliputi jalur utama trans Flores, seperti Labuan Bajo, Ruteng, Aimere, Bajawa, Ende sampai ke Moni – Kelimutu. Selanjutnya tim akan mengeksplorasi jalan-jalan di Kota Mbay, Riung, Pota, Reo dan ke Labuan Bajo melalui Rego.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu, mengatakan Molas Trip digelar untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata. “Molas Trip menjadi salah satu upaya Kemenparekraf untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata. Kita kombinasikan dengan aktivitas touring motor yang memang sedang tren,” tuturnya dalam pernyataan tertulis, Selasa (2/12/2020).

Baca juga: Menparekraf: Rp33 Triliun Dana Hibah Untuk Bangkitkan Pariwisata 

Menurut pria yang akrab disapa VJ itu, jumlah orang yang menggunakan sepeda motor dalam kegiatan wisatanya semakin banyak.

“Kita melihat ada peluang bagus dari kegiatan itu. Touring dengan sepeda motor memiliki potensi kontribusi ekonomi yang cukup besar. Kita coba memanfaatkan ini untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat sekitar destinasi,” tuturnya.

Scenic Route atau rute wisata, bukan hal baru. AKtivitas ini sudah dimulai pada permulaan abad ke 21. Contohnya di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa seperti Inggris, Jerman dan Norwagia telah lama mengembangkan scenic road atau scenic route untuk menarik pada wisatawan.

Mengenai rute yang dipilih untuk Molas Trip 2020, Vinsen menilai diperlukan kendaraan khusus.

“Yang harus digunakan adalah motor dengan tipe dual purpose atau dualsport, yaitu campuran antara touring aspal dan semi offroad,” katanya.

Oleh karena itu, Molas Trip 2020 juga melibatkan Dualsport Adventure Indonesia. Komunitas ini juga yang merekomendasikan jalur yang akan dilalui peserta.

“Flores punya segalanya, mulai dari Komodo sampai Kelimutu, keramahan masyarakat sampai tradisional budaya yang unik, serta lansekap yang membuat jalananya berkelok-kelok yang sangat cocok untuk wisata touring motor,” kata Vinsen.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya dalam menciptakan akftivitas wisata baru di Mainland (Flores), agar wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di Taman Nasional Komodo.

“Seharusnya Flores itu menyediakan banyak pilihan aktivitas wisata. Semakin banyak aktivitas wisata, maka akan semakin baik bagi ekonomi masyarakat Flores dan turut mengurangi beban daya dukung di Taman Nasional Komodo. Jadi wisatawan itu terdistribusi dan menyebar keseluruh Flores,” tandas Vinsen.

IG

Continue Reading

Ekbis

Ambrol, Emas Antam Dibanderol Rp938.000 per Gram

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Mengawali Desember, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melanjutkan tren penurunan. Logam mulia Antam diperdagangkan Rp938.000 per gram atau turun Rp5.000 pada perdagangan hari ini, Selasa (01/12).

Baca juga: Tak Bergerak, Emas Antam Dibandero Rp953.000 

Sementara itu, harga buy back atau beli kembali pun ikut turun Rp5.000 ke posisi Rp811.000 per gram. Berikut daftar harga emas Antam pada Selasa, 1 Desember 2020:

1 gram Rp 938.000

2 gram Rp 1.816.000

3 gram Rp 2.699.000

5 gram Rp 4.465.000

10 gram Rp 8.875.000

25 gram Rp 22.062.000

50 gram Rp 44.045.000

100 gram Rp 88.012.000

Continue Reading

Ekbis

BPS: November 2020 Inflasi 0,28 Persen, Tertinggi di Tual

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) pada November 2020 terjadi inflasi 0,28 persen. Angka ini lebih tinggi daripada inflasi bulan yang sama 2019 sebesar 0,14 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto menjelaskan, inflasi sejak awal tahun (year-to-date/YTD) sebesar 1,23 persen. Sementara itu, inflasi secara tahunan (year-on-year/YOY) mencapai 1,59 persen.

“Perkembangan inflasi ini berlanjut setelah Oktober mengalami deflasi. Kenaikan inflasi karena harga makanan dan minuman naik,” katanya di Jakarta, Selasa 1 Desember 2020.

Baca juga: BPS: Inflasi 0,07 Persen pada Oktober

Dari 90 kota yang disurvei oleh BPS, IHK di 7 kota deflasi. Sementara 83 kota lainnya inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,15 persen dan terendah terjadi Bima sebesar 0,01% persen

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kendari minus 0,22 persen dan terendah terjadi di Meulaboh dan Palopo minus 0,01 persen.

“Inflasi di kota Tual ini andil kenaikan harga komoditas perikanan, ikan, ayam, dan tongkol harganya naik,” kata Setianto.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC