Connect with us

Internasional

Turki Akan Kirim Astronot pada 2023

Published

on

Presiden Turki Tayyip Erdogan, mengatakan akan mencapai bulan untuk pertama kalinya pada tahun 2023

Channel9.id-Jakarta. Presiden Turki Tayyip Erdogan, mengatakan Turki akan mencapai bulan untuk pertama kalinya pada tahun 2023 sebagai bagian dari ekspedisi luar angkasanya.

“Pendaratan kasar pertama di bulan nanti akan menggunakan roket hibrida otentik yang akan diluncurkan ke orbit di akhir tahun 2023, tentunya dengan adanya kerja sama internasional,” ujar Erdogan.

Erdogan tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai kerja sama internasional. Namun Januari lalu, Erdogan bertemu dengan Elon Musk, pemilik Tesla dan SpaceX, membicarakan adanya kemungkinan kerjasama di bidang teknologi luar angkasa dengan persuhaan Turki.

Baca juga : Pemakzulan Trump Tetap Dilanjutkan

Erdogan mengumumkan program 10 pencapaian strategisnya, salah satunya akan mengirim orang Turki menjalankan misi luar angkasa.

Di bulan Januari, Turki yang bekerjasama dengan Space X dapat meluncurkan satelit Turksat 5A ke orbit dari Amerika.  Satelit Turksat 5B direncanakan akan meluncur disekitar bulan April – Juni 2021.

Dia berencana untuk mencapai pencapaian luar angkasanya dalam 10 tahun. Erdogan juga mengatakan Turki akan meningkatkan kinerjanya melalui teknologi satelit dan membangun dok luar angkasa dengan negara sekutunya.

Sebelumnya meluncurkan satelit pengintaian dan komunikasi yang mendirikan pusat pengujian dan integrasi sistem satelit. Turki juga memproduksi satelit HD lokal, dinamakan IMECE, yang diharapkan akan meluncur pada tahun 2022.

“Kaki kita berpijak pada bumi namun mata kita akan ada di luar angkasa. Akar kita akan ada di bumi, namun ranting-ranting kita akan menjulang tinggi di angkasa,” ujar Erdogan.

(RAG)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

Kelompok Bersenjata Membunuh 36 Orang di Nigeria Utara

Published

on

By

Bandit Bersenjata Membunuh 36 Orang di Nigeria Utara

Channel9.id-Nigeria. Aljazeera melaporkan pada Kamis (25/2/2021), ada serangan oleh sejumlah kelompok bersenjata yang telah membunuh 36 orang di daerah Nigeria utara pada hari Rabu (24/2/2021), sehari setelah pemberontak menembakkan roket di saat memburuknya suasana keamanan Nigeria.

Serangkaian serangan tersebut terjadi selama 48 jam, 18 orang meninggal di desa Kaduna dan 18 meninggal di desa Katsina, dan lainnya mengalami luka. Mereka juga membakar hangus rumah serta menggusur penduduk desa.

Baca juga : 7 Meninggal Dalam Kecelakaan Pesawat Militer Nigeria

Pada pernyataan yang dikutip dari situs Daily Post, Komisaris Negara Bagian Kaduna untuk Keamanan Dalam Negeri, Samuel Aruwan mengatakan serangan itu diikuti oleh operasi udara dari pasukan keamanan yang membunuh beberapa kelompok bersenjata.

Ratusan sudah menjadi korban rampok dan peculikan dari serangan bandit-bandit di Nigeria utara.

Serangan itu menambah tantangan pasukan keamanan Nigeria, yang mana saat ini sedang kesulitan untuk menumpas pemberontakan di daerah timur laut Nigeria dan juga kekerasan komunal atas hak merumput di negara bagian tengah.

Serang terakhir itu datang kurang dari sebulan yang lalu setelah Presiden Muhammadu Buhari menggantikan kepala militer di tengah memburuknya keamanan negara, dengan angkatan bersenjata yang bertempur dengan para pemberontak yang menguasai kota di timur laut.

Minggu lalu, kelompok penembak tak dikenal menyerang boarding school di Nigeria Utara dan menculik 42 orang, 27 nya adalah para murid.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Kepolisian dan Badan Narkotika Filipina Baku Tembak

Published

on

By

Kepolisian dan Badan Narkotika Filipina Baku Tembak

Channel9.id-Filipina. Dalam baku tembak antara Philippine National Police (PNP) dengan Phillipine Drug Enforcement (PDEA) menewaskan 2 anggota kepolisian dan 4 terluka, 3 dari PDEA dan 1 dari PNP. Kejadian ini terjadi dikarenakan operasi penjebakan yang gagal di luar mall Metro Manila pada Rabu (24/2/2021) sore.

Tidak ada rakyat sipil yang terluka atas kejadian ini, namun semua orang saat itu berlarian menyelamatkan diri saat Kepolisian Filipina dan Agen PDEA saling baku tembak.

Juru bicara dari PDEA, Derrick Carreon, mengatakan kepada para reporter di Manila bahwa beberapa personel mereka melakukan “operasi yang sah” saat baku tembak itu terjadi.

Derrick juga mengutip yang mengatakan agensi Special Enforcement Service (SES) juga terlibat operasi di dekat mall tersebut.

Masih belum jelas mengapa anggota kepolisian dari distrik terdekat juga ikut terlibat operasi tersebut yang berakhir dengan kedaunya baku tembak dengan agen penegak narkotika.

Menurut protokol operasi anti-narkoba, PDEA wajib untuk berkoordinasi dengan kepolisian sebelum penggerebekan.

Adanya laporan yang saling bertentangan antara PDEA dengan PNP makin memperkeruh suasana. Kepolisian mengatakan agen PDEA lahh yang pertama kali menembak dimana mengkontradiksi klaim PDEA yang mengatakan Kepolisian lah yang pertama kali melepaskan tembakan.

“Dalam operasi tangkap tangan, personil kepolisian yang terlibat tidak mengetahui kalau yang bertransaksi dengan mereka adalah agen PDA,” kutip dari laporan polisi.

“PNP dan PDEA keduanya setuju bahwa kejadian itu, walaupun memang serius, tidak akan mempengaruhi hubungan dan koordinasi baik keduanya yang sudah dibangun dengan kuat untuk melawan narkoba,” tambah dari pernyataan polisi

Dalam interview terpisah dengan Rappler Newss, Carreon menolak untuk mengomentari tuduhan polisi. Ia mengatakan investigasi gabungan akan menunjukkan kejadian sebenarnya.

Dia juga mengkonfirmasi bahwa pihak kepolisian menyita handphone dan senjata agen PDEA untuk keperluan investigasi lebih lanjut. Kepolisian Filipina berjanji untuk menginvestigasi kasus ini.

(RAG)

 

Continue Reading

Internasional

Facebook Memblokir Junta Militer Myanmar

Published

on

By

Facebook Memblokir Junta Militer Myanmar

Channel9.id-Myanmar. Disaat unjuk rasa besar-besaran di Myanmar telah berlangsung selama berminggu-minggu, Facebook memblokir junta militer Myanmar dalam menggunakan platformnya pada hari Kamis (25/2/2021). Bukan hanya Facebook saja, namun Instagram juga melakukannya.

Perusahaan teknologi dari Amerika Serikat itu juga mengatakan mereka akan memblokir semua entitas komersial yang mempunyai hubungan dengan Tadmadaw untuk beriklan di platformnya.

“Serangkaian kejadian dari tanggal 1 Februari di Myanmar, termasuk tindak kekerasan mematikan, semakin menguatkan alasan pemblokiran kami,” kutip Facebook di postingan blognya. “Kami percaya resiko membiarkan Tatmadaw (Tentara Myanmar) menggunakan Facebook dan Instagram sangatlah besar”.

Baca juga : Retno Marsudi Membatalkan Kunjungannya ke Myanmar

Dikatakan bahwa keputusan memblokir junta militer Myanmar dikarenakan adanya pelanggaran HAM yang sangat berat dan juga adanya resiko kekerasan yang dipelopori militer Myanmar di masa mendatang. Alasan lainnya adalah junta militer yang melanggar aturan Facebook, termasuk saat kudeta ini.

Junta militer Myanmar masih belum bisa dimintai komentar saat ini.

Facebook digunakan secara luas di Myanmar dan merupakan salah satu cara junta militer untuk memonitor rakyat Myanmar.

Dalam beberapa akhir tahun ini Facebook telah berkomunikasi dengan aktivis HAM dan juga partai politik demokratis di Myanmar. Facebook juga ikut andil dalam melawan junta militer Myanmar setelah adanya kritik terhadap Facebook yang dianggap gagal memfilter hate speech.

Sebelumnya di tahun 2018, Min Aung Hlaing dan 19 pejabat senior lainnya telah diblokir oleh Facebook. Facebook juga telah menghapus ratusan halaman dan akun yang di kelola oleh anggota militer untuk melakukan tindakan yang tidak autentik.

(RAG)

Continue Reading

HOT TOPIC