Connect with us

Nasional

Update Corona: Kasus Baru Positif 4.094, 3.607 Sembuh

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Akumulasi positif virus corona (Covid-19) di Indonesia per  Jumat, 9 Oktober 2020 mencapai 324.658 kasus. Dari jumlah tersebut terdapat 247.667 orang sembuh (76,3 persen), dan 11.677 meninggal (3,6 persen). Itu artinya terdapat tambahan positif 4.094, 3.607 sembuh, dan 97 meninggal dari hari sebelumnya.

Sebelumnya per Kamis (8/10) lalu akumulasi positif Covid-19 adalah 320.564 kasus. Dari akumulasi itu sebanyak 244.060 dinyatakan sembuh, dan 11.580 meninggal.

Baca juga: Jubir Satgas Covid-19: Jangan Sampai Unjuk Rasa Jadi Klaster Baru

Berdasarkan data yang dikutip dari situs kemenkes, catatan hari ini ada 149.115 dan 44.700 spesimen yang diperiksa.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meyakini vaksin akan tersedia pada akhir tahun atau awal tahun depan. Dia menargetkan 170 hingga 180 juta orang bisa disuntik vaksin Covid-19.

Terkait itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat sudah melalui beberapa tahap uji klinis hingga dapat dinyatakan aman.

“Vaksin yang nantinya masuk ke Indonesia harus dipastikan secara data dan penelitian aman bagi masyarakat. Pengembangan vaksin umumnya butuh waktu dan proses yang cukup panjang,” ujar Wiku yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/10)

Wiku mengatakan tahapan uji klinis dimulai dari penelitian dasar. Selanjutnya, vaksin dibuat dalam jumlah terbatas agar dapat memasuki uji praklinis dan uji klinis tahap 1, 2 dan 3. Hingga saat ini belum ada vaksin Covid-19 yang lulus uji klinis tahap 3, sehingga kewaspadaan dan pengawasan terhadap keamanan vaksin masih terus dilakukan.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Heboh Foto Hasil Swab Rizieq Positif Corona, FPI: Itu Hoaks

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Sebuah foto terkait laporan tes swab Rizieq Shihab yang menyatakan hasilnya positif corona atau Covid-19 beredar di dunia maya. Viralnya foto itu pun di respon oleh Front Pembela Islam (FPI).

Ketua DPP FPI Slamet Ma’arif menegaskan, foto hasil swab Rizieq Shihab yang beredar itu adalah berita bohong atau hoaks. “Itu hoaks,” ucap Slamet, Selasa (01/12).

Hanya saja, saat ditegaskan kembali soal foto tersebut hoaks, Slamet menjawab tak tegas. Dia mengaku belum mendapat informasi Habib Rizieq positif atau negatif.

Baca juga: Jubir FPI Klaim Rizieq Negatif Corona Setelah Tes Swab

Sebelumnya, laporan hasil swab test itu beredar pada Selasa (01/12) malam. Dalam foto laporan itu, tidak tampak nama laboratorium yang memeriksa hasil swab test Covid-19 milik Habib Rizieq. Terlihat swab dilakukan pada 27 November 2020. Sementara hasil swab keluar keesokan harinya, Sabtu 28 November 2020 sore.

Hanya saja dalam laporan itu tertulis nama perusahaan MER-C, sebuah organisasi kemanusiaan non-profit yang diketahui menjadi pihak yang melakukan swab test terhadap Rizieq.

Continue Reading

Nasional

Satgas: Laboratorium Covid-19 Minimal Berstandar Biosafety Level 2

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan berdasarkan surat edaran HK.02.01/Menkes/234/2020 tentang Pedoman Pemeriksaan uji RT PCR Covid-19, laboratorium yang diperbolehkan melakukan testing Covid-19 minimal berstandar biosafety level 2. Selain itu, juga sudah memenuhi persyaratan sarana dan prasarana, peralatan, biosafety cabinet, sumberdaya manusia serta good laboratory practices.

“Jadi tidak sembarangan laboratorium boleh melakukan pemeriksaan Covid-19. Pada intinya penetapan standar dan mekanisme testing, agar hasil testing yang dihasilkan baik dan akurat. Hasil testing dalam konteks Covid-19 yang menjadi penentu awal dimana tracing bisa dilakukan,” jelasnya saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, yang juga disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Jubir FPI Klaim Rizieq Negatif Corona Setelah Tes Swab 

Wiku menegaskan, seluruh laboratorium rujukan yang terdaftar di Kementerian Kesehatan telah terintegrasi dalam sistem data nasional. “Sehingga hasil laboratorium dapat langsung tercatat demi menghasilkan data yang realtime ,” katanya.

Pada prinsipnya, tujuan testing itu sendiri untuk menghasilkan screening maupun diagnostik. Jenis tes untuk screening, yaitu berjenis rapid test baik yang berbasis antibodi maupun antigen. Rapid test antibodi mendeteksi antibodi imunoglobulin M dan imunoglobulin G. Yang dihasilkan jika terjadi infeksi dengan sampel, berupa serum darah yang diambil menggunakan jarum.

“Sedangkan rapid test antigen mendeteksi bagian luar virus, dengan sampel berupa mukus yang diambil melalui swab, sama seperti swab PCR ( polymerase chain reaction ),” lanjut Wiku. Sedangkan, jenis tes untuk tujuan diagnostik sudah menjadi gold standard , ialah dengan PCR, yang secara awam sering disebut dengan nama swab test .

Wiku menjelaskan, sampel pemeriksaan PCR berupa mukus, diambil menggunakan swab, baik menggunakan open system yang paling banyak digunakan di Indonesia, atau close system seperti TCM (tes cepat molekuler). Selain jenis tesnya, yang perlu dipahami bahwa Covid-19 adalah penyakit menular baru yang penanganannya memerlukan perlakuan khusus.

“Tujuannya untuk mengurangi risiko tenaga kerja laboratorium terpapar mikroba yang infeksius dan membatasi kontaminasi lingkungan kerja maupun komunitas,”imbuhnya.

Hal ini telah diatur juga dalam pedoman biosafety level (BSL). Yaitu biosafety level 1, laboratorium untuk menguji mikroba yang umumnya tidak menimbulkan penyakit pada orang dewasa, atau potensi bahanya minim. Contohnya bakteri ecoli penyebab diare dan virus herpes. Untuk biosafety level 2, menguji mikroba potensi bahaya sedang. Contohnya bakteri stafilokokus, salah satunya stafilokokus aurius yang menyebabkan penyakit yang infeksi kulit, virus campak, dan virus Hepatitis B.

Sedangkan biosafety level 3 adalah laboratorium untuk menguji mikroba yang memiliki potensi bahaya lebih serius, yang mengancam jiwa melalui jalur nafas. Contohnya, bakteri mikobakterium tuberkolosis penyebab TBC, dan virus demam kuning atau yellow fever. Pada biosafety level 4, adalah laboratorium untuk menguji mikroba yang sangat berbahaya dan eksotis ialah virus ebola.

Continue Reading

Nasional

Satgas: Penanganan Covid-19 di Ibukota Tetap Berjalan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan kebijakan pencegahan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta akan tetap berjalan. Meskipun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dinyatakan positif Covid-19.

Wiku menegaskan, penanganan Covid-19, di ibukota akan tetap berjalan dan fokus pada implementasi strategi 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) dan 3T (testing, tracing dan treatment).

“Satgas berharap diagnosa positif Covid-19 pada pimpinan daerah dapat menyadarkan masyarakat bahwa Covid-19 berpotensi untuk menular kepada siapapun, siapa saja, tanpa memandang status maupun latar belakang bahkan apapun pekerjaannya,” tegas Wiku saat menjawab pertanyaan media di Graha BNPB, Selasa (1/12).

Baca juga: Anies dan Riza Positif Corona, Kemendagri Tidak Akan Tunjuk Plt 

Wiku menyebut, Satgas menggalakkan upaya testing dan tracing di DKI Jakarta, mengingat angka kasus positif terus naik dalam seminggu terakhir.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tertib protokol kesehatan dan tidak berpergian ke tempat-tempat yang terdapat kerumunan,” jelasnya.

Selain itu, Wiku mengatakan bahwa Satgas Covid-19 juga meminta pemerintah daerah untuk mengevaluasi implementasi protokol kesehatan. Karena peningkatan kasus dapat dicgah melalui kedisiplinan yang tinggi terhadap protokol kesehatan. “Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Satgas daerah bahwa kasus dapat dikendalikan,” jelasnya.

Sementara itu, terkait menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah kewenangan masing-masing daerah. Kondisi yang ada menjadi refleksi dan evaluasi dari pimpinan daerah untuk melakukan kebijakan yang paling tepat.

“Namun harus memperhatikan dampak yang dihasilkan terhadap berbagai sektor. Perlu diingat, bahwa pandemi Covid-19 merupakan permasalahan kesehatan yang berdampak luas ke berbagai sektor sehingga penanganan yang dilakukan harus bersifat multisektor sehingga nantinya tidak ada yang dikorbankan,” tutup Wiku.

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC