Connect with us

Lifestyle & Sport

Bagnaia Juara GP San Marino, Quartararo Kedua

Published

on

Bagnaia Juara GP San Marino, Quartararo Kedua

Channel9.id – Jakarta. Pebalap tim Ducati Francesco Bagnaia meraih kemenangan keduanya musim ini secara beruntun setelah menahan gempuran pemuncak klasemen sementara Fabio Quartararo di Grand Prix San Marino, Minggu.

Setelah bertarung sengit dengan Marc Marquez di Aragon pekan lalu, kali ini sang pebalap Italia harus menahan gempuran Quartararo di lap-lap terakhir sebelum merebut kemenangan 0,364 detik di depan sang pebalap Yamaha.

Enae Bastianini meraih hasil terbaiknya di tahun rookienya dengan tempat ketiga di podium untuk tim Esponsorama Racing, demikian laman resmi MotoGP.

Bagnaia, berbekal ban belakang soft, langsung melesat meninggalkan rival-rivalnya sejak start dari pole dan menjaga keunggulan hingga satu detik menuju lap kedua.

Rekan satu timnya, Jack Miller membendung serangan Fabio Quartararo hingga paruh pertama lomba sebelum di lap ke-14, El Diablo mendapat celah untuk menyalip sang pebalap Ducati demi mengejar Bagnaia yang berada 2,8 detik di depan.

Baca juga: Bagnaia Raih Kemenangan MotoGP Perdananya Musim Ini

Rookie tim Esponsorama Enea Bastianini membuat kejutan dengan motor Ducati GP19 yang berumur dua tahun, beberapa kali mencatatkan lap tercepat hingga merangsek dari P12 ke P4, setelah menyalip juara dunia enam kali Marc Marquez.

Dengan sembilan lap tersisa, Bastianini melakukan manuver mempecundangi Jack Miller demi tempat di podium.

Sementara itu, Quartararo membangun kecepatan dan memangkas jaraknya dari pimpinan lomba menjadi satu detik di lima lap terakhir.

Quartararo melancarkan serangan di tiga lap terakhir mengandalkan kecepatan Yamaha yang superior di tikungan, namun Bagnaia mampu bertahan hingga tikungan terakhir dan menjadi yang pertama melintasi finis.

Bagnaia mengikuti kesuksesan Casey Stoner yang diraih pada 2007 sebagai pebalap Ducati yang memenangi GP San Marino dari pole position.

Dengan kemenangan itu, Bagnaia mengubah defisit 53 poin menjadi 48 poin dari Quartararo yang masih kokoh di puncak klasemen.

Sementara itu, Marquez kembali kompetitif di tengah kondisi lengan kanannya yang belum pulih benar dengan mengamankan P4 untuk tim Repsol Honda, sedangkan Miller harus puas dengan P5.

Joan Mir di P6 menjadi satu-satunya wakil Suzuki yang finis ketika rekan satu timnya, Alex Rins terjatuh dan gagal menyelesaikan lomba.

Pol Espargaro, Aleix Espargaro, Brad Binder dan Takaaki Nakagami melengkapi peringkat sepuluh besar.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Liga Prancis, Monaco dan Rennes Menang

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. AS Monaco dan Rennes menang atas lawannya masing-masing dalam rangkian laga pekan kesembilan Liga Prancis pada Minggu malam.

Rennes sukses melanjutkan tren positif mereka untuk meraih tiga kemenangan beruntun saat mengatasi perlawanan Strasbourg dengan skor 1-0 di Roazhon Park.

Rennes harus menunggu hingga menit ke-82 untuk memecahkan kebuntuan lewat gol tandukan Nayef Aguerd menyambut umpan sepak pojok Lovro Majer.

Hasil itu menjadi kemenangan keempat Rennes dalam rentetan lima laga nirkalah.

Baca juga: AS Monaco Raih Kemenangan Pertama Kalahkan Troyes 2-1

Di sisi lain, Monaco kembali ke jalur kemenangan saat menjamu Montpellier di Stadion Louis II dan menundukkan tamunya itu dengan skor 3-1.

Kevin Volland membuka keunggulan Monaco lewat sontekan jarak dekatnya pada menit ke-12, yang digandakan lima menit kemudian oleh Wissam Ben Yedder dengan gol sundulannya.

Gelson Martins mencetak gol ketiga tuan rumah dengan sambaran atas bola liar hasil tembakan Caio Henrique pada menit ke-61 dan Montpellier hanya bisa membalas lewat eksekusi penalti Teji Savanier pada menit ke-81.

HY

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Manchester United Dibantai Liverpool 0-5

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Manchester United kalah melawan Liverpool dengan skor 0-5 di laga penutup pekan ke-9 kasta teratas Liga Inggris, Premier League, yang dihelat di Stadion Old Trafford pada Minggu 24 Oktober 2021 malam WIB.

Mohamed Salah berhasil mencetak hat-trick alias tiga gol dan juga satu assist.

Tiga gol Mo Salah tercipta pada menit ke-38′, 45+4′, dan 50′. Adapun dua gol Liverpool lainnya tercatat atas nama Naby Keita (5′) dan Diogo Jota (14′).

Cristiano Ronaldo, sebenarnya berhasil mencetak gol pada menit ke-52. Namun, gol itu langsung dianulir setelah wasit Anthony Taylor meninjau layar video assistant referee (VAR) di pinggir lapangan.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Pahlawan Kemenangan MU Taklukkan Atalanta

Anthony Taylor memutuskan menganulir gol Man United karena Ronaldo sudah dalam posisi offside ketika menerima umpan terobosan Harry Maguire.

Delapan menit berselang, nasib sial kembali menghampiri Man United setelah Paul Pogba mendapat hukuman kartu merah.

Paul Pogba langsung diusir wasit karena melakukan tekel keras dua kaki terhadap gelandang Liverpool, Naby Keita.

Man United yang harus bermain 10 orang sejak menit ke-60 pada akhirnya harus menerima kenyataan pahit, yakni kalah telak 0-5 dari rival abadinya di depan para pendukungnya sendiri.

Kemenangan atas Man United membuat Liverpool sukses mempertahankan rekor tak terkalahkan musim ini.

Dari total 13 pertandingan di semua kompetisi, Liverpool sukses meraih 10 kemenangan dan tiga hasil imbang.

The Reds, julukan Liverpool, kini menempati peringkat kedua klasemen Liga Inggris dengan koleksi 21 poin dari sembilan laga.

Mo Salah dkk untuk sementara tertinggal hanya satu poin dari Chelsea yang menempati puncak klasemen Liga Inggris.

Di sisi lain, kekalahan dari Liverpool membuat Man United melorot ke urutan tujuh klasemen Liga Inggris dengan raihan 14 poin.

HY

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Kerap Diabaikan, Hal-Hal Ini Bikin Mata Berkantung, Lo!

Published

on

By

Kerap Diabaikan, Hal-Hal Ini Bikin Mata Berkantung, Lo!

Channel9.id-Jakarta. Punya “mata panda” atau mata berkantung membuat seseorang tampak lesu dan bagi sejumlah orang, kondisi ini dianggap mengganggu penampilan. Apalagi di masa pandemi COVID-19 ini, saat di mana semua orang wajib menggunakan masker, mata menjadi fitur tubuh yang selalu disorot.

Tak sedikit orang yang ingin menghilangkan kantung mata. Namun, mereka cenderung fokus menghilangkan kantung mata pada area mata saja. Padahal bisa jadi hal ini disebabkan oleh hal-hal yang mestinya Kamu waspadai, yang terjadi karena kondisi medis atau pola hidup yang tak sehat. Kalau tidak mengatasi ini dari akarnya, tentunya kantung mata juga tak bakal hilang.

Baca juga: Hal-Hal yang Bisa Bikin Mata Minus Makin Parah

Oleh karenanya, sebelum berupaya menghilangkan kantung mata, coba pastikan apa penyebab kondisi ini. Untuk lebih jelas, ini dia sejumlah faktor yang bisa menyebabkan kantung mata.

1. Kekurangan atau kelebihan tidur
Kurang tidur bisa membuat kulit tampak pucat, sehingga pembuluh berwarna gelap yang ada di bawah kulit tampak lebih jelas. Selain itu, kurang tidur juga bisa memicu penumpukan cairan pada bawah mata. Kondisi ini juga terjadi jika Kamu tidur berlebihan.

2. Dehidrasi
Dehidrasi juga jadi salah satu penyebab kantung mata, namun kerap tak disadari. Ketika dehidrasi, kulit di bawah mata tampak kusam dan pembuluh darah di bawahnya akan semakin jelas terlihat. Selain itu, mata juga jadi tampak lebih gelap dan cekung, mengingat kulit kelopak mata sangat tipis dan dekat dengan tulang yang ada di bawahnya.

3. Terpapar sinar matahari
Saat terpapar sinar matahari secara berlebihan, produksi melanin semakin banyak. Adapun melanin merupakan pigmen kecokelatan pada kulit yang berfungsi mencegah kerusakan kulit akibat sinar UV. Mekanisme ini tentu terjadi pada kulit di area mata. Pigmen melanin mungkin akan menumpuk pada bagian bawah mata dan menyebabkan hiperpigmentasi.

4. Penumpukan cairan
Di sekitar mata ada cairan yang menempati ruang antarsel. Cairan ini bisa berkumpul di bagian bawah kelopak mata akibat faktor tertentu, misalnya melemahnya kelopak mata seiring usia dan pola makan tinggi garam. Perlu diketahui, garam bisa menahan cairan pada bagian tubuh tertentu, termasuk kelopak mata.

5. Otot kelopak mata melemah
Kemunculan kantung mata ialah hal yang lazim seiring proses penuaan. Proses ini memungkinkan otot dan jaringan yang menopang mata juga ikut melemah, sehingga terbentuklah kantung mata. Lemak dan cairan jadi berkumpul di kelopak mata, dan selain membikin mata berkantung, kondisi ini juga membuat bagian bawah mata tampak gelap.

6. Faktor keturunan
Atau, bisa jadi kantung mata terjadi karena faktor genetik. Kantung mata ini biasanya muncul sejak kecil, lalu menghilang atau makin parah. Dalam kasus tertentu, kantung mata juga bisa berkaitan dengan gangguan medis yang diturunkan, seperti penyakit tiroid. Nah, jika demikian, perlu mengobati penyakit terkait terlebih dahulu, sebelum akhirnya bisa menghilangkan kantung mata.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC