Connect with us

Politik

Gus Yaqut Klaim PKB Solid, Bantah Keras Isu MLB

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Menteri Agama sekaligus Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yaqut Cholil Qoumas membantah keras isu Musyawarah Luar Biasa (MLB) yang belakangan santer beredar di masyarakat.

Gus Yaqut memastikan bahwa PKB di bawah kepemimpinan Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) atau Gus AMI saat ini solid dan tidak ada masalah apapun di internal partai.

“Kita enggak ngerti siapa itu yang ngomong. Dan yang jelas saya ini ke sini (ke kantor DPP PKB) kan berarti solid kan, enggak ada apa. Ini kan menunjukkan kalau PKB ini tidak ada apa-apa,” kata Gus Yaqut di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh No 9, Jakarta Pusat, Senin, (19/4).

“Siapa yang dorong? Kader yang mana? Kan harus dicek dulu. DPC, DPC mana? Benar enggak itu DPC, jangan-jangan DPC-DPCan, jangan-jangan DPC yang dibikin. Ya kan,”ujarnya.

Ketua PKB yang membidangi Pertahanan dan Keamanan itu menegaskan, informasi yang beredar terkait MLB itu tak dapat dipertanggungjawabkan. Dia bahkan mengaku sudah berkomunikasi dengan salah satu nama yang diduga memantik isu tersebut.

“Saya tidak tahu itu suara dari mana, dan saya sudah tanya si Ahmad (Ketua DPC PKB Karawang, Ahmad Zamakhsyari), siapa itu, saya kenalnya Jimmy sih, bukan Ahmad. Dan dia mengklarifikasi, dia enggak pernah bicara itu,” ungkap  Gus Yaqut.

Gus Yaqut menegaskan, PKB di bawah kepemimpinan Gus AMI justru mampu menorehkan prestasi yang cukup baik selama ini. Baik di kancah perolehan kursi parlemen, maupun di pemerintahan. Karena itu ia begitu geram saat ada segelintir pihak justru mencoba mengganggu soliditas PKB.

“Ngarang saja, PKB ini partai paling solid dunia akhirat lho. Saya ngobrol dengan Cak Imin biasa saja. Ini yang publik tidak tahu, kok tiba-tiba dikesankan seolah-olah saya ini ada masalah atau sedang membuat masalah, enggak ada, wong  PKB kompak. Coba sampean cek,” tutur dia

Menurut Gus Yaqut, melihat politik tidak boleh hitam dan putih. Perlu dilakukan kroscek mendalam sekaligus memastikan kebenarannya sebuah isu yang beredar, termasuk isu MLB itu. “Wong struktur di PKB lengkap, harus dicek dulu, begitu,” tukas Gus Yaqut.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

PDI Perjuangan: Bupati Nganjuk Bukan Kader, Tidak Miliki KTA

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat terkait dugaan jual beli jabatan. Novi sempat menyatakan diri sebagai kader PDI Perjuangan.

Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat membantah klaim itu. Djarot menekankan, Novi bukan kader partai dan tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDI Perjuangan.

“Bukan anggota dan tidak ber-KTA PDI Perjuangan,” kata Djarot dikutip Kompas, Senin 10 Mei 2021.

Djarot menyampaikan, Wakil Bupati Nganjuk H Marhaen Djumadi yang merupakan kader PDI Perjuangan.

Dia mengakui Novi dan Marhaen memang diusung oleh PDI Perjuangan bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk.

Baca juga: Bupati Nganjuk Terjaring OTT KPK Tadi Malam

“Wakil bupatinya yang kader pengurus, salah satu Wakil Ketua DPD Jatim. Waktu Pilkada keduanya diusung PDI Perjuangan dan PKB,” kata Djarot.

Djarot menegaskan, PDI Perjuangan mendukung aparat penegak hukum untuk melakukan pemberantasan korupsi.

“Kami mendukung penuh dan memberikan apresiasi pada KPK dan Bareskrim dalam upaya pemberantasan korupsi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB Luqman Hakim menegaskan, Novi bukan merupakan kader PKB berdasarkan pernyataannya di kanal Youtube.

“Bersama ini kami kirimkan link video di kanal YouTube yang berisi pengakuan langsung Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat sebagai kader salah satu partai politik di mana partai politik tersebut bukan PKB ” kata Luqman, Senin 10 Mei 2021.

Video yang dibagikan merupakan milik channel MaduTV. Dalam video tersebut, Novi mengaku sebagai kader PDI Perjuangan.

“Saya menyampaikan secara resmi dan secara yang sebenarnya bahwa saya ini kader PDI Perjuangan. Saya bukan kader partai lain,” kata Novi dalam video itu.

Dengan adanya bukti itu, Luqman meminta partainya tidak dikaitkan dengan Novi.

“Dengan adanya bukti link video tersebut, saya mohon keberadaan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat tidak dikait-kaitkan dengan PKB,” ujarnya.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Bupati Nganjuk Di-OTT KPK, PKB: Novi Rahman Hidayat Bukan Kader PKB

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luqman Hakim angkat bicara terkait penangkapan Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Luqman menegaskan bahwa Novi Rahman bukan kader PKB.

“Bersama ini kami kirimkan link video di kanal Youtube yang berisi pengakuan langsung Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat sebagai kader salah satu partai politik dimana partai politik tersebut bukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),” kata Luqman, Senin (10/5).

Dengan adanya bukti video tersebut, dirinya memohon agar keberadaan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat tidak dikait-kaitkan dengan PKB. Sementara itu PKB menghormati langkah-langkah hukum yang dilakukan KPK sebagai upaya tak kenal lelah untuk memberantas praktik korupsi di Tanah Air.

“Baik langkah penindakan maupun pencegahan,” ucapnya.

Dalam video yang beredar, Novi terlihat hadir dalam acara Musyawarah Anak Cabang PDIP se-Kabupaten Nganjuk pada 2 Maret 2021. Dirinya secara tegas mengatakan bahwa dirinya merupakan kader partai PDIP.

“Saya menyampaikan secara resmi dan secara sebenarnya bahwa saya ini kader PDI Perjuangan. Saya bukan kader partai lain, oleh sebab itu kehadiran  saya di sini untuk menepis anggapan bahwa saya kader si A si B, si C,” tegasnya.

Sebelumnya Tim satgas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Timur (Jatim) pada Ahad (9/5) sore. Salah satu yang ikut terjaring dalam operasi senyap tersebut yakni Bupati Nganjuk, Jawa Timur, Novi Rahman Hidayat (NRH).

“Benar KPK melakukan tangkap tangan di Nganjuk, ” kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron saat dikonfirmasi, Senin (10/5).

IG

Continue Reading

Politik

Promosikan Bipang Ambawang, PPP Desak Tim Komunikasi Jokowi Dievaluasi

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) ramai dikritik karena pidatonya yang mempromosikan babi panggang (bipang) Ambawang makanan khas Kalimantan di momen Lebaran. Tim komunikasi Jokowi pun disorot.

Sekretaris Fraksi PPP, Achmad Baidowi (Awiek) menilai tim komunikasi lalai. Awiek menyebut blunder ini sudah terjadi kesekian kali.

“Tim di sekitar presiden lalai sehingga menyebabkan polemik yang tidak perlu. Ini kesekian kalinya blunder komunikasi publik. Padahal kalau mendengar pernyataan Presiden secara utuh dari awal bahwa yang dimaksudkan adalah makanan ringan ala Lebaran, seperti bipang/jipang. Tapi menjadi misleading ketika dibarengi kata Ambawang,” kata Awiek, kepada wartawan, Minggu (9/5).

Awiek meminta tim komunikasi presiden memberi klarifikasi. Bahkan, menurutnya, perlu ada evaluasi tim komunikasi di Istana, sehingga tidak ada lagi kejadian blunder ke depannya.

“Ya memang harus diklarifikasi. Kalau bipang Ambawang kan jelas babi panggang. Kan tidak cocok dengan Lebaran,” ujarnya.

“Perlu ada evaluasi terhadap tim komunikasi di lingkaran Istana. Karena blunder justru merugikan presiden,” lanjut Awiek.

Baca juga: Bikin Heboh Netizen, Jokowi Sebut Bipang Ambawang Kuliner Lebaran

Sama halnya dengan Ketua Fraksi NasDem Ahmad Ali, yang juga menyoroti tim komunikasi Jokowi atau pembuat naskah pidato saat itu. Ali meyakini Jokowi tidak mungkin mengatakan hal itu secara sengaja.

“Yang salah orang yang memberikan materi ke dia (Jokowi), jadi beliau cuma membaca doang narasi yang diberikan, karena nggak mungkinlah Pak Jokowi sengaja untuk mengatakan itu,” ujarnya.

Ali meminta tim komunikasi Jokowi meluruskan supaya tidak ada kesalahpahaman yang berkepanjangan. Meskipun, menurutnya, Jokowi berbicara itu dalam konteks mempromosikan makanan khas Nusantara di luar kaitan dengan momen Lebaran.

“Sebenarnya niatnya kemudian menghidupkan ekonomi keberpihakan terhadap produk lokal. Jadi tujuannya di situ untuk mempromosikan makanan khas lokal. Jadi ya perlu diluruskan saja, karena akan terjadi kesalahpahaman kan, babi itu kan untuk umat Islam sangat diharamkan ditambah momen Lebaran yang sakral. Saya rasa tidak mungkin itu sengaja diucapkan Pak Jokowi,” ujarnya.

Sementara itu, elite PDIP, Hendrawan Supratikno meminta masyarakat melihat konteks ucapan Jokowi secara luas. Menurutnya, hari raya Lebaran merupakan festival budaya bangsa yang tidak hanya dimiliki umat Islam.

“Yang saya tahu persis, Lebaran telah bermetamorfosa tidak hanya milik umat muslim, tetapi sudah menjadi festival budaya bangsa. Umat nonmuslim menikmati Lebaran dengan sangat antusias, seperti untuk silaturahim keluarga dan wisata kuliner,” ujarnya.

“Yang menarik, tidak sedikit orang-orang yang semula memilih tunjangan natal dan akhir tahun, sekarang minta dibayarkan pada saat Idul Fitri. Jadi saya melihat ajakan tersebut dalam perspektif budaya. Apalagi konteknya pada tradisi mudik yang tahun ini kembali menghadapi kendala COVID,” lanjutnya.

Seperti diketahui, video pidato Jokowi yang mempromosikan bipang Ambawang khas Ambawang, Kalimantan Barat, viral di media sosial. Video tersebut disorot karena bipang dinarasikan sebagai babi panggang yang termasuk makanan haram bagi umat Islam.

Dilihat, potongan video Jokowi soal bipang Ambawang itu diunggah oleh akun Twitter @BossTemlen. Video itu telah di-retweet ribuan kali. Narasi pada caption video tersebut mempertanyakan mengapa Jokowi mempromosikan bipang Ambawang pada saat Lebaran.

Dalam khazanah kuliner Indonesia bipang bisa berupa kue beras dan ada pula bipang babi panggang. Namun narasi yang beredar di media sosial adalah bipang babi panggang.

Berdasarkan penelusuran, video tersebut merupakan potongan video pidato Jokowi yang diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan pada 5 Mei 2021. Video bertajuk `05.05 Hari Bangga Buatan Indonesia` itu berisi acara peringatan bangga dengan produk lokal.

Selain Jokowi, ada sejumlah menteri yang juga berbicara dalam video tersebut. Jokowi pun awalnya mengingatkan bahwa saat ini pemerintah melarang mudik Lebaran demi keselamatan warga.

“Bapak/Ibu dan Saudara-saudara sekalian, sebentar lagi Lebaran. Namun, karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama,” kata Jokowi dalam video tersebut.

IG

Continue Reading

HOT TOPIC