Ekbis

Memilih Investasi di Tengah Gejolak Rupiah

Channel9.id, Jakarta – Pada kuartal IV 2018, kondisi makro ekonomi Indonesia memasuki masa yang cukup menantang di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah.  Namun demikian, dalam kondisi seperti ini, investor bisa melirik reksa dana saham sebagai pilihan investasi yang tepat.

Chief Investment Officer PT Danareksa Investment Management (DIM), Edwin Ridwan, menyatakan  saat ini kinerja perusahaan-perusahaan yang terdapat di bursa masih berada pada tren positif. Sektor-sektor yang bisnisnya banyak ekspor mengalami kenaikan penerimaan yang positif dari pelemahan nilai tukar.

“Kemudian sektor keuangan, spesifik emiten perbankan, juga mendapatkan tren positif, didukung oleh kenaikan tingkat pinjaman kredit perbankan pada tahun ini,” ujar dia di Jakarta, Senin (5/11/2018).

Dari pergerakan indeks domestik, lanjut dia, saham-saham dalam sektor keuangan dan konsumer bergerak positif pada 2016 dan 2017 membukukan pergerakan rata-rata 30 persen-40 persen, sedangkan indeks LQ45 dan Indeks Harga Saham Gabungan masing-masing tumbuh di angka 36 persen dan 38 persen. 

“Namun di awal 2018 sampai kuartal III 2018, indeks LQ45 turun sebesar 12 persen, lebih dalam dari Indeks Harga Saham Gabungan turun 6 persen, di mana investor asing melakukan aksi jual dalam jumlah besar pada periode tersebut sampai dengan Rp 40 triliun penjualan bersih, membuat nilai saham-saham kapitalisasi besar, terutama yang ada di dalam indeks LQ45, memiliki nilai yang lebih atraktif di awal kuartal IV 2018 ini,” jelas dia.‎

Edwin menuturkan, bagi investor dalam negeri, bisa melihat kondisi ini sebagai kesempatan baik untuk mulai secara bertahap menempatkan dananya pada reksa dana jenis saham. DIM sebagai manajer investasi yang memiliki varian Reksa Dana lengkap memiliki reksa dana Danareksa mawar konsumer 10 yang bisa dipilih. 

Dalam situasi ini, pendekatan strategi pengelolaan reksa dana saham Danareksa Mawar Konsumer 10 akan fokus kepada perusahaan-perusahaan yang dapat membukukan kinerja positif di tengah keadaan domestik dan global yang berkembang. 

Perusahaan dengan basis ekspor yang baik dan Perbankan yang membukukan kinerja positif dari kenaikan pinjaman tahun ini akan menjadi pilihan dalam portofolio. 

“Sektor konsumer yang selama ini bergerak negatif, menjadi salah satu pilihan juga menjelang adanya alokasi APBN yang fokus pada subsidi dan dana desa, serta momentum Pemilu Presiden tahun 2019. Secara umum, saham-saham yang ada di LQ45 menjadi fokus di Danareksa Mawar Konsumer 10 saat ini,” ujar dia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

22  +    =  27