Mendagri Buka Musrenbang RKPD Sumut
Nasional

Menteri Tito: Perencanaan Matang Kunci 60 Persen Keberhasilan Pembangunan

Channel9.id-Medan. Mendagri Tito Karnavian kembali mengingatkan hal yang kerap dianggap sepele dalam birokrasi: perencanaan. Di hadapan kepala daerah se-Sumatera Utara, ia menegaskan bahwa kualitas perencanaan menentukan arah sekaligus hasil pembangunan.

Pesan itu disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Medan, Rabu (22/4/2026). Bagi Tito, Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan yang dijalankan karena kewajiban administratif.

“Perencanaan yang matang itu menentukan 60 persen keberhasilan program,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi kritik halus terhadap praktik “business as usual” yang masih kerap mewarnai proses perencanaan daerah. Forum Musrenbang, menurutnya, harus menjadi titik awal lahirnya kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pendekatan bottom-up dan top-down. Aspirasi dari kabupaten/kota harus diserap, tetapi pada saat yang sama tetap diselaraskan dengan arah kebijakan pemerintah pusat. Di sinilah peran provinsi menjadi krusial: menjahit kepentingan lokal dengan agenda nasional.

Dalam konteks itu, Tito juga menyinggung soal kepemimpinan. Kekuasaan, kata dia, tidak cukup tanpa gagasan. Kepala daerah dituntut memiliki peta jalan yang jelas, bukan sekadar menjalankan program rutin tanpa arah jangka panjang.

“Punya kewenangan saja tidak cukup. Harus punya konsep,” katanya.

Menariknya, Tito mengutip filosofi klasik dari Sun Tzu untuk menggambarkan pentingnya memahami persoalan secara mendalam. Bagi dia, perencanaan yang detail lahir dari pemahaman yang utuh—baik terhadap potensi daerah maupun tantangan yang dihadapi.

Di titik ini, Musrenbang menjadi lebih dari sekadar forum diskusi. Ia seharusnya menjadi ruang strategis untuk merumuskan prioritas pembangunan yang konkret, terukur, dan berdampak langsung.

Di tengah tuntutan percepatan pembangunan dan keterbatasan anggaran, pesan Tito terasa relevan. Tanpa perencanaan yang kuat, program sebesar apa pun berisiko kehilangan arah. Sebaliknya, dengan perencanaan yang tepat, bahkan sumber daya terbatas bisa menghasilkan perubahan signifikan.

Musrenbang, pada akhirnya, bukan soal seberapa banyak program yang disusun. Melainkan seberapa dalam masalah dipahami, dan seberapa tepat solusi dirancang.

Baca juga: Wamendagri Tegaskan APBD Harus Selaras RKPD, Tak Boleh Ada Program Dadakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  35  =  40