Connect with us

Hot Topic

Perumus Kurikulum Baru Lulus Kuliah, Darmaningtyas: Emang Ini Buat Menu Makan?

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Pemerhati Pendidikan Darmaningtyas mengaku kaget mengetahui perumus draf penyederhanaan kurikulum Kemendikbud adalah tiga anak muda berlatar belakang Sampoerna University. Bahkan, salah satunya diketahui baru lulus kuliah.

“Saya juga kaget Prof @gawan_indra bahwa tiga nama katanya anak muda itu latar belakangnya dari Universitas Sampoerna, bahkan katanya yang satu baru lulus 2019,” katanya dalam akun twitternya @Damaningtyas, Selasa (22/9)

“Emang ini buat menu makan, kok orang yang baru lulus dah dilibatkan nyusun kurikulum?,” lanjutnya.

Baca juga: ‘Orang’ Sampoerna Dibalik Draft Penyederhanaan Kurikulum Kemendikbud

Diketahui, draf penyederhanaan kurikulum Kemendikbud yang memangkas pelajaran Sejarah menjadi tidak wajib bahkan dihilangkan di sekolah menengah sudah tersebar luas ke publik. Bahkan, tim perumus ahli Kemendikbud tersebut adalah para pengajar Sampoerna University.

Diantaranya, Stiem Matakupan Pengajar Bahasa Inggris, Nisa Felicia pengajar Fakultas Pendidikan Sampoerna University, serta Syifa Tsamara Sejati yang bahkan baru Lulus Sampoerna University tahun 2019 menurut gramho.

Hal tersebut diungkapkan Iman Zanatul Haeri lewat status Facebooknya. Bahkan menurutnya, nama terakhir yang baru lulus tersebut terlibat dalam projek ‘Modul Pendamping Guru masa PJJ’.

“Saya menyakini, sebagai pengusaha sukses yang membuat banyak orang menjadi driver gojek, tentu mas Nadiem ahli soal keamanan digital. Namun sepertinya keamanan ini jebol ketika menyusun draf kurikulum yang katanya rahasia itu. Kemudian saya membuka Power point Draft Kurikulum yang sudah tersebar kemana-mana itu dengan googleslide,” tulis Iman, Senin (21/9).

Iman mengaku dirinya kaget percakapan penyusun Draf Kurikulumnya pun ikut tertera, percakapan antar penyusunnya juga masih terbuka. Iman mencoba mencari tahu sosok yang berada dibalik kurikulum tersebut via aplikasi Google Scholer.

“Alhamdulilah saya menemukan mereka disana. Jadi Mereka memang akademis. Cuma ada kesamaan diantara pengedit Draf Kurikulum ini. Kalau diperhatikan secara seksama sepertinya ketiga orang ini dipertemukan Tuhan dilokasi yang sama: Sampoerna University,” kata Iman yang juga pengajar di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah.

“Lebih menyakitkan lagi: Apa benar draft sepenting ini dan akan menentukan pendidikan Nasional hanya diedit tiga orang? Moga saja tidak. Apalagi Draft ini berpengaruh terhadap mata pelajaran Sejarah. Mereka kepikiran menghapusnya saja itu sudah salah. Apalagi merencanakannya menjadi sebuah draft. Astagfirullah,” lanjut Iman.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Apa Sih Istimewanya Sepeda Lipat Daniel Mananta, Yuk Simak!

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presenter kondang Daniel Mananta membuat heboh publik. Tepat pada hari Sumpah Pemuda, CEO Damn! I Love Indonesia ini bersama CEO PT Roda Maju Bahagia Hendra menyerahkan 15 sepeda lipat edisi khusus Sumpah Pemuda di kantor Kantor Staf Presiden yang diterima oleh Moeldoko, Senin (26/10).

Belasan sepeda lipat tipe ecosmo 10 Sp Damn itu dikabarkan untuk diberikan kepada Presiden Joko Widodo. Namun belakangan, Moeldoko dan Daniel pun dengan tegas membantahnya. Keduanya menyebut jika pemberian sepeda lipat itu bukan untuk Presiden, melainkan untuk KSP.

Diketahui, Daniel menggaet produsen sepeda lokal, Element, merilis sepeda lipat untuk mengisi pasar yang masih besar di tanah air. Lantas, apa istimewa sepeda lipat tersebut?

Baca juga: Klarifikasi Sepeda Pemberian Daniel Mananata, Moeldoko: Bukan Untuk Jokowi 

Ditelusuri dari website official Damn! I Love Indonesia pada Rabu 28 Oktober 2020, sepeda lipat tipe ecosmo 10 Sp Damn itu dibuat khusus untuk kaum milenial yang cinta Tanah Air dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda ke-92 pada 28 Oktober.

“Element Folding Bike Ecosmo 10sp Edisi Damn Sumpah Pemuda merupakan sepeda lipat dari Brand Element dengan design spesial untuk kamu kaum milenial yang akan cinta Tanah Air,” tulis deskripsi produk dalam website tersebut.

Berikut spesifikasi lengkap sepeda lipat Ecosmo 10sp Edisi Damn Sumpah Pemuda dikutip dari laman  www.elementmtb.com :

Frame (Bahan Rangka)                                    Alloy

Warna                                                                Black Red

Fork (Garpu Depan)                                         Hi Ten Steel

Shifter (Pengoper Gigi) :

Front Derailleur (Pemindah Gigi Depan)
1 x 10 Speed

Rear Derailleur (Pemindah Gigi Belakang)
10 Speed

Crankset (Poros Engkol)                              Alloy 170mm 52 T

Bottom Bracket (As Engkol)                        Square Tapered

Cassette (Gigi Belakang) :

Chain (Rantai) Tech-PWR

Pedal Element PVC Component

Front Brake (Rem Depan) Hydraulic Disk Brake

Rear Brake (Rem Belakang) Hydraulic Disk Brake

Handle Bar (Stang) Alloy 580m

Handle Post (Leher Stang) Teleskopik

Saddle (Sadel) Element Component

Seatpost (Tiang Sadel) Alloy

Rims (Velg) Eclipse Double Wall

Tires (Ban) 20 x 1 1/8

Spokes (Jari-Jari) 24 Spokes

Extra Free Front Block

Berat Total 13,8 Kg

Ukuran Kemasan (Dalam Cm) P 86 X L 37 X T 72

Untuk mendapatkan sepeda lipat edisi khusus ini, tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Produk lokal ini dibanderol dengan harga Rp5,7 juta.

Continue Reading

Hot Topic

Klarifikasi Sepeda Pemberian Daniel Mananta, Moeldoko: Bukan untuk Jokowi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meluruskan kabar terkait pemberian belasan sepeda lipat dari presenter Daniel Mananta. Moeldoko menyebut pemberian sepeda lipat itu bukan untuk Presiden Joko Widodo melainkan untuk Kantor Staf Presiden (KSP).

“Sepeda sebanyak 15 unit itu kepada KSP, tidak ada sama sekali ke Pak Jokowi. Pak Jokowi kaget soal urusan ini. Sepeda ini untuk KSP bukan Pak Jokowi,” ucap Moeldoko dalam konferensi pers secara daring, Rabu (28/10) malam.

Baca juga: KSP Luncurkan Laporan Setahun Pemerintahan Jokowi-Maruf

Mantan Panglima TNI ini menyebut, ada kesalahan pemahaman terkait informasi sebelumnya yang menyebut sepeda tersebut untuk Presiden Jokowi. “Itu kesalahan pemahaman, jadi saya meluruskan sekarang,” imbuhnya.

Moeldoko juga menegaskan pemberian sepeda itu bukan untuk dirinya sebagai pribadi namun ditujukan kepada KSP. Ia pun mengatakan sudah berkomunikasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memastikan pemberian sepeda itu bukan tergolong gratifikasi lantaran bukan ditujukan kepada perorangan.

“Saya sudah konsultasi ke Direktur Gratifikasi di KPK. Petunjuk beliau, (pemberian) untuk lembaga bukan gratifikasi. Tapi kalau ditujukan ke Moeldoko atau nama (perorangan) harus segera dilaporkan gratifikasi. Kami juga tidak mau berbuat salah, semua yang kita lakukan transparan dan nanti tetap saja akan kami laporkan ke KPK kami terima sepeda,” jelasnya.

Sementara itu, Daniel Mananta yang juga ikut bergabung dalam konferensi pers virtual itu juga mengklarifikasi terkait hibah sepeda lipat tersebut. Ia menegaskan, sepeda itu bukan untuk Jokowi sebagai personal, namun untuk diberikan kepada KSP sebagai lembaga.

“Sepeda itu untuk KSP, bukan untuk Pak Moeldoko. Beritanya sangat simpang siur. Sekali lagi saya tegaskan, 15 sepeda ini bukan untuk bapak Presiden Jokowi yang terhormat,”ucap Daniel.

Sebelumnya, CEO Damn! I Love Indonesia Daniel Mananta dan CEO PT Roda Maju Bahagia Hendra menyerahkan 15 sepeda lipat edisi khusus Sumpah Pemuda di kantor KSP yang diterima oleh Moeldoko, Senin (26/10).

Adapun 15 sepeda pemberian tersebut, kata Moeldoko, tidak akan digunakan KSP. Rencananya, KSP akan membagikan sepeda itu ke anak-anak di daerah-daerah.

Continue Reading

Hot Topic

Kasus Baru Covid-19 di Indonesia Tembus 400.483

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pemerintah melaporkan kasus Covid-19 masih terus bertambah. Hingga hari ini, Rabu (28/10) pukul 12.00 WIB tercatat 4.029 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan hal tersebut, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia menembus angka 400.483 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020. Informasi ini berdasarkan data Kemkes.go.id pada Rabu sore. Penambahan 4.029 kasus baru Covid-19 diketahui setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 40.572 spesimen dalam sehari.

Baca juga: Persentase Pasien Covid-19 di Indonesia Lebih Rendah Dari Dunia

Dari penambahan kasus baru Covid-19 yang masih terus terjadi menunjukkan bahwa penularan virus corona masih terjadi di masyarakat. Bahkan, kasus baru telah bertambah sebanyak 100 ribu orang dalam kurun waktu kurang dari satu bulan atau tepatnya 24 hari.

Meski demikian, pasien Covid-19 yang sembuh pun terus meningkat. Dalam sehari, diketahui ada penambahan 3.545 pasien Covid-19 yang sembuh dan dianggap tidak lagi terinfeksi virus corona. Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) yang memperlihatkan hasil negatif virus corona. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang sembuh kini mencapai 325.793 orang sejak awal pandemi.

Di sisi lain, pasien Covid-19 yang meninggal dunia pun bertambah. Pada periode 27-28 Oktober 2020, ada 100 pasien Covid-19 yang tutup usia. Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 13.612 orang.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC