Channel9.id, Jakarta. PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, khususnya untuk produk Pertamax dan Pertamax Green. Kenaikan harga yang diterapkan pada kedua jenis BBM tersebut berbeda-beda sesuai hasil evaluasi yang dilakukan perusahaan.
Sementara itu, harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan. Pertalite masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap berada pada angka Rp6.800 per liter.
Kebijakan tersebut mencerminkan komitmen Pertamina dalam menjalankan tugas penyaluran BBM bersubsidi, baik untuk jenis gasoline berupa Pertalite maupun gasoil berupa Biosolar. Dalam keterangan resmi yang diterbitkan pada Selasa (9/6), perusahaan menegaskan bahwa tidak ada perubahan harga untuk BBM subsidi.
Menurut Pertamina, keputusan penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator. Penetapan harga juga mengacu pada mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia serta kondisi harga pasar yang berlaku.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menjelaskan bahwa perubahan harga BBM non-subsidi dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan usaha, kualitas pelayanan, serta kepastian ketersediaan energi bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green telah melalui proses evaluasi berdasarkan formula harga yang ditetapkan pemerintah. Keputusan tersebut juga tetap dikonsultasikan dengan pemerintah guna memastikan keberlanjutan distribusi BBM berkualitas kepada masyarakat.
Mulai 10 Juni 2026, harga BBM non-subsidi di SPBU Pertamina mengalami perubahan sebagai berikut:
Seri Pertamax
- Pertamax (RON 92): naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
- Pertamax Green 95 (RON 95): naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
- Pertamax Turbo (RON 98): tetap Rp20.750 per liter.
Seri Dex
- Dexlite (CN 51): tetap Rp23.000 per liter.
- Pertamina Dex (CN 53): tetap Rp24.800 per liter.





